IBU SUSU Ameera

IBU SUSU Ameera
Bab 20 (REVISI)


__ADS_3

"Sayang"


Edgar melangkahkan kaki mengikuti langkah Fichia yang menuju kamar.


"Ada apa hey? kenapa pulang-pulang menangis?"


"maaf, jika aku menyakiti mu sayang. aku hanya khawatir sama kamu, karna kamu tidak ada bilang apa-apa ke aku"


"tidak papa jika kamu ingin jalan-jalan sendiri atau sama teman kamu, tapi tolong bilang ya" lanjut ucapan Edgar dengan menyingkap rambut Fichia yang menutupi muka nya.


"Apa teman mu menyakiti mu?"


Fichia menggeleng..


"Kalau gitu, apa terjadi sesuatu?"


Fichia menatap Edgar sebentar kemudian dia memposisikan diri nya untuk duduk.


"Mas, bolehkan aku mengambil cuti untuk pulang ke desa ku?" tanya Fichia dengan mata yang penuh dengan genangan air mata


"Boleh sayang, nanti aku antar ya. jika ingin pulang, bilang saja. jangan seperti ini"


"Tidak, mas tidak usah mengantarkan aku. aku mau naik transportasi umum saja"


"tidak tidak, kalau itu tidak boleh"


"kenapa mas? ada hal yang ingin aku selesaikan di desa" Fichia kembali menutup wajah nya dengan kedua tangan nya.


"apa ada masalah?"


"Apa terjadi sesuatu?"


"Banyak mas, maka dari itu aku minta cuti sama kamu dan kamu jangan ikut"


"kenapa aku tidak boleh ikut?"


"karna ini berbahaya"


"Jika ini berbahaya, lantas apa kamu bisa menjaga diri mu sendiri? jawab aku!!" tanya Edgar dengan mengeraskan rahang nya ketika mendengarkan penuturan Fichia tentang alasan nya itu


"Mas tolong"


"Tolong apa? memberikan mu izin untuk membiarkan mu pulang sendiri dan menyelesaikan masalah yang kamu bilang berbahaya itu, iya?!"


"Jika itu yang kamu mau, aku tidak pernah memberikan mu izin Fichia Pradikta" ucap Edgar kemudian dia masuk ke dalam kamar mandi untuk berendam dengan Air dingin.


.


.


.


Hari ini , Edgar menemani Fichia untuk pulang ke kampung halaman nya.


Fichia memang membawa Edgar, tapi dirinya juga berpesan agar Edgar tidak terlalu mencampuri urusan keluarga nya nanti.


Ameera saat ini ia titipkan ke mama Ajeng dan di bantu oleh salah satu pelayan di rumah beliau.


"Jika mengantuk tidur saja sayang"


"Tidak, aku akan menemani mas Edgar mengemudi"


"hmmm, baiklah. terimakasih cantik" ucap Edgar dengan mengusap kepala Fichia dengan lembut.

__ADS_1


.


.


Pukul 10.00 Edgar dan Fichia sudah sampai di kediaman orang tua Fichia.


Mereka kini sudah berada di halaman rumah yang sangat terawat dan tetap terjaga ke Asrian nya.


Edgar yang melihat rumah Fichia pun sedikit tidak menyangka, jika ternyata Fichia adalah salah satu anak orang yang sedikit terpandang di desa ini.


"ayo masuk mas"


"iya" Edgar mengikuti langkah Fichia.


tok..tok..tok


"Assalamualaikum"


tok..tok..tok


"Iya sebentar" teriak bibi yang sangat Fichia kenal suara nya.


"Eh mba Fichia, ayo masuk mba" ucap bibi dengan sangat ramah.


"Ibu sama ayah kemana bik?"


"Eh Fichia, lama tidak berjumpa. apa kabar mu?" ucap Herman tiba-tiba


"Eoh, hallo kak. kabar ku baik, gimana kabar Kaka" Fichia menjabat tangan kakak ipar nya itu dengan biasa saja.


"Duduklah, biar ku panggilkan Sabrina sebentar"


"iya kak, terimakasih"


Tidak berselang lama..


"Hai kak, apa kabar?" tanya Fichia dengan mata berkaca-kaca


"Kabar ku baik" ucap Sabrina dengan tubuh nya yang mematung


Fichia bangkit dari duduk nya kemudian memeluk Sabrina dengan erat,


"kak, aku tau sebenarnya apa yang terjadi" bisik nya di dekat telinga Sabrina


Sabrina yang mendengar itu seketika mematung dan dengan cepat dia merubah eskpresi wajah nya.


Herman berada di antara Fichia, Sabrina dan Edgar. dia duduk tidak jauh dari Edgar.


"Ibu dan ayah kemana kak? lama Fichia tidak bertemu dengan ayah dan ibu"


"Ibu dan ayah?"


"iya, kemana mereka. kenapa rumah sepi sekali" tanya Fichia


"Ibu dan ayah sedang berlibur Fichia" ucap Herman tiba-tiba


"Eoh, berlibur kemana kak? aku mau menyusul nya . karna aku sudah hampir 6 bulan ini tidak bertemu dengan beliau" ucap Fichia dengan menampilkan senyuman nya.


"Kaka tidak tau Fichia"


'Ada apa ini? drama apa yang sedang Fichia lakoni' batin edgar


"kakak duduklah di dekatku, apa kamu tidak merindukan ku?"

__ADS_1


Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Sabrina lantas duduk di dekat fichia.


Baru saja Sabrina mendaratkan pantat nya di soffa, Herman sudah mengeluarkan ultimatum ke Sabrina


"Sabrina, duduklah di samping suami mu. apa kamu tidak ingin duduk disini?" tanya Herman dengan menatap tajam Sabrina


"Tidak kak, izinkan kak sabrina untuk duduk disini bersama Ku. aku sudah lama tidak bertemu dengan Kaka cantik ku ini"


"Haahhh!! ya sudah, Sabrina selalu ingat kata-kata ku, aku pamit mau ke kantor dulu"


Setelah di rasa mobil yang Herman kendarai sudah berlalu.


tiba-tiba Sabrina menangis di pelukan adik nya.


"Fichia tolong Kakak dek, tolong ayah, ibu dan Ken"


"Ada apa ka? ceritakan semua nya dan dimana ayah dan ibu"


"ayah dan ibu ada di sebuah pedalaman desa dek, jarak nya lumayan jauh dari desa ini"


"Kesana harus naik apa kak? disana ayah dan ibu sama siapa?"


"mereka hanya berdua dek, tolong keluarkan ayah dan ibu Dari sana. karna Kaka tidak bisa membantu mereka"


"Siapa yang bisa mengantarkan aku kesana kak?" tanya Fichia dengan buru-buru


"kamu bisa ke rumah pak Budi ketua RT sini dek, kamu ceritakan apa yang Kaka ceritakan ini dan minta lah tolong ke pak RT untuk mengantarkan mu"


"baik kak, kalau begitu kenapa Kaka tidak ikut saja dengan ku menyelamatkan ibu dan ayah?"


"kakak tidak bisa dek, Keanu di bawa mas Herman ke rumah nya dan jika Kaka berusaha mengeluarkan ayah dan ibu dari desa pedalaman itu, Kaka yakin tidak akan pernah bisa bertemu dengan Ken lagi" tangis Sabrina kembali pecah.


"kalau begitu Kaka tenanglah, biar Fichia yang kesana ya"


"Kaka tetap bersikap biasa saja, oke"


"iya dek, terimakasih. maafkan Kaka"


"kaka tidak salah apa-apa. aku ke rumah pak RT dulu kak"


"ayo mas"


Edgar hanya diam mengikuti langkah Fichia kembali, tanpa ingin menanyakan banyak hal yang bersemayam di kepala nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Haii.. jangan lupa kunjungi cerita author lain nya ya..


• RAHIM SEWAAN TUAN MUDA (end)


• IDOL TERKENAL ITU PACARKU (on going)


• IBU SAMBUNG PUTRI CEO (on going)


Berikan juga dukungan kalian, berupa.


Like..


Comment...


Vote...


Follow...

__ADS_1


dan tambahkan ke daftar favorit bacaan kalian.


terimakasih ❤️


__ADS_2