IBU SUSU Ameera

IBU SUSU Ameera
Bab 41


__ADS_3

Semua penghuni rumah sudah berkunjung di meja makan yang sudah diisi dengan banyak makanan.


"Sya, ambilkan makan untuk suami kamu" ucap Bu ayu


"iya Bu"


Fichia mengambilkan nasi dan lauk pauk ke dalam satu piring untuk suami nya.


"kamu sakit nak?"


"Hmm? tidak Bu, fichia sehat"


"kenapa kamu terlihat murung?"


"oeh, tidak. mungkin Fichia kecapekan aja. tidak papa kok"


"ah ya syukurlah. ayo dimakan"


Mereka menghabiskan makanan dengan diam. tanpa ada yang ingin membuka percakapan seperti sebelumnya.


Setelah selesai makan, Fichia masuk ke dalam kamar lagi dengan diikuti Edgar di belakang nya.


"adek mu kenapa na?"


"Sabrina tidak tau Bu"


"apa dia sedang ada masalah dengan suami nya? tapi tadi sewaktu ke dapur ,dia baik-baik saja" ucap Bu ayu dengan menatap kepergian anak dan menantu nya.


"tidak tau Bu, biarkan saja. Fichia sudah besar. kalau dia minta bantuan, baru kita bantu"


"Hmm, ya ya"


****


Di Kamar..


"Sayang" ucap Edgar dengan duduk di tepi ranjang dengan tangan nya berada di lengan Fichia


"jangan seperti ini, aku benar-benar tidak ada apa-apa dengan kak Sabrina" lanjut nya.

__ADS_1


"Aku harus gimana mas? tidak ada apa-apa ya syukurlah. mau ada apa-apa juga terserah" ucap Fichia


"sayang, kamu tidak percaya dengan ku?"


"apa aku boleh langsung percaya jika aku mendengar pembahasan kalian yang terbilang cukup intim?" ucap fichia dengan mendudukkan diri dan menatap mata Edgar


"Aku memang adik kandung dan kenal dengan kakakku lama mas, tapi apa kamu lupa? jika masa lalu ku selalu berkaitan dengan dia. aku diam bukan berarti aku baik-baik saja dengan situasi yang absurt seperti itu mas! Kakakku mengandung darah daging suami ku? apa situasi itu tidak cukup rumit untuk Ku dan hati ku?" lanjut Fichia


"Sayang maaf, aku benar-benar tidak ada niatan untuk menyakiti mu. aku akan menjaga bicara ku dengan lawan jenis" - Edgar memeluk fichia dengan mendaratkan kecupan ringan di kepala dan pipi Fichia


"maafkan aku Hmm? maaf, aku benar-benar minta maaf"


"Jangan pernah melakukan hal yang sama mas. kita tidak tau setan mana yang akan menggoda pernikahan kita" - ucap Fichia dengan tangis


"iya sayang. terimakasih sudah mengingatkan ku"


Mereka berdua menghabiskan waktu seharian dengan membicarakan pemikiran mereka satu sama lain. Berbicara ringan dalam sebuah hubungan memang sangat di perlukan, apalagi saat ada masalah. berbicara dengan hati tenang dan fikiran matang pun akan mendapatkan hasil yang maksimal.


Kata quote memang benar, jika sudah menikah. alangkah baik nya tidak ada ipar di dalam satu atap. entah setan mana yang akan menganggu pernikahan dan kekuatan mana yang mampu melawan godaan. semua tercipta dari diri kita sendiri.


.


.


.


Edgar dan seluruh penghuni rumah ini berkumpul di ruang keluarga. tidak lupa pak Dikta juga ikut berkumpul dalam satu ruangan yang sama.


"Ada apa nak Edgar? apa ada hal penting yang ingin kamu katakan?" ucap pak dikta


"iya yah, benar. ada hal yang ingin edgar katakan"


"ini soal perceraian mba Sabrina dengan Herman ,sedikit lagi kita sudah mendapatkan keputusan seperti apa yang mba Sabrina inginkan dan untuk Herman, dia juga berjanji untuk tidak menganggu Sabrina atau Ken kedepan nya. itu semua sudah ada perjanjian berlandaskan hukum yang sah, jika suatu waktu Herman melakukan tindakan yang merugikan mba Sabrina atau Ken, kita mampu menuntut nya" terang Edgar


"syukurlah jika itu keputusan nya" ucap syukur semua penghuni rumah


"Dan lagi yah, untuk aset ,usaha dan rumah ayah yang ada di desa sudah aman. saya sudah meminta Samuel untuk mengamankan semua nya dan lagi, Herman tidak bisa semena-mena dirumah ayah. karena penjaga yang ada dirumah itu sudah saya tambahkan 2 orang dan di setiap sudut rumah ayah, sudah Edgar beri cctv untuk berjaga-jaga jika Herman melakukan hal perbuatan nya lagi"


"Terimakasih nak Edgar, ayah tidak tau harus berterimakasih seperti apa lagi ke kamu"

__ADS_1


"sama-sama ayah, ini sudah menjadi tanggung jawab saya untuk menjaga ayah,ibu, kakak ipar dan keponakan saya" ucap Edgar dengan menampilkan senyuman.


"Jika kita semua pulang ke desa ,berarti sudah aman dari Herman nak?" tanya Bu ayu


"sudah Bu, semua sudah aman. usaha yang di miliki keluarga Herman juga sebagian besar sudah menjadi milik saya. jadi, Herman tidak akan berbuat macam-macam lagi. apalagi kalian kini sudah dilindungi secara hukum"


"Alhamdulillah. kalau begitu kita secepatnya bisa segera pulang yah, mengingat banyak hal yang perlu kita urus di desa" ucap Bu ayu


"iya Bu benar. setelah kejadian itu, semua jadi kacau"


"Sabrina masih mau disini boleh Bu? yah?"


"kenapa masih mau disini na? kita pulang saja, kamu bantu ayah dan ibu mengurus ladang dan peternakan di desa" ucap Dikta


"baiklah, Sabrina ikut kalian"


***


Pukul 10 malam , dikamar..


"Apa kamu mau ikut mengantarkan ibu dan ayah ke desa?"


"Apa boleh jika aku ikut?" tanya Fichia


"boleh, asalkan istri cantik ku ini selalu bahagia dan tidak boleh menangis karna terluka" ucap Edgar dengan mendaratkan kecupan di kening Fichia


"Terimakasih mas, sudah menjaga ayah ,ibu dan pernikahan kita"


"sama-sama sayang, aku sudah berjanji dan aku akan berusaha menepati janji itu. terimakasih juga kamu sudah mengingatkan aku"


"iya mas"


......END......


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa baca karya-karya kak ayya lain nya yaa..


Berikan dukungan juga ,supaya kak ayya semangat membuat karya yang bisa menemani hari-hari kalian..

__ADS_1


Dan lagi, kalian suka problem bacaan seperti apa?? bantu komen yaa, mungkin bisa author jadikan referensi 😘


Terimakasih sudah menyanyangi karya author sejauh ini.. sampai jumpa di karya-karya selanjutnya 👋👋💜💜💜


__ADS_2