
Keesokan hari nya , Fichia dan Edgar bangun seperti biasa nya . sebelum mereka keluar dari kamar ,mereka membersihkan tubuh mereka lalu menunaikan kewajiban sebagai umat muslim pada umumnya.
"Mas, nanti seperti nya aku tidak jadi mengantar ayah dan ibu deh"
"kenapa? bukan nya kemarin kamu ingin ikut?"
"Hari ini aku mau cek kesehatan Ameera mas. kemarin lusa kan nggak jadi ketemu sama dokter nya"
"Oiya, mas sampai lupa sayang. ya sudah nanti mas antar, kapan-kapan kalau mas ada waktu luang kita main ke rumah ayah"
"Iya mas"
Mereka berdua keluar dari kamar dengan bergandengan tangan menuju ruang makan yang sudah diisi beberapa penghuni rumah ini.
"pagi kak, ayah ibu mana?" ucap fichia
"pagi dek, ayah ke kamar Ameera. mau gendong cucu nya dulu sebelum pulang katanya. kalau ibu baru ambil tas" jawab Sabrina
"Oh iya. Ken makan apa itu?"
"Telul nte" jawab nya dengan lucu
"te lur. gitu coba.. bukan telul" goda Fichia
"te lul"
"hahahaha, bocil nya siapa nih.hmm"
__ADS_1
Edgar hanya melihat Fichia menggoda keponakan nya dan tanpa yang lain ketahui, Sabrina diam-diam melirik Edgar.
"Kamu kalau dirumah kakek dan nenek jangan nakal,okey?"
"iya nte"
"mau makan sekarang apa nunggu ayah ibu dulu mas?" tanya Fichia
"tunggu yang lain aja sayang"
"oh iya, mba Sabrina. maaf tempo hari aku bercerita tentang hal yang mungkin kurang sopan. sebenarnya aku hanya ingin lebih dekat ke mba Sabrina aja, karna kita juga kenal dengan cara yang tidak wajar dan belum mengenal ipar secara keseluruhan" lanjut Edgar dengan menatap Sabrina
"oh iya gar, nggak papa. wajar kalau kamu pengin dekat dengan mba, kan mba kakak kandung nya Fichia" - Sabrina
"iya mba dan lupakan soal pertanyaan ku kemarin ya mba. aku hanya iseng aja sih sebenarnya, aku dan Fichia Alhamdulillah tidak ada apa-apa"
Tidak lama ayah dan ibu bergabung dengan Ameera ada di gendongan pak Dikta.
"Sini sama mama mau?" ucap fichia
"jangan, biarkan sama ayah. Bentar lagi ayah pulang juga" ucap pak dikta
"iya ya yah"
"Terimakasih yah, Bu. sudah mau menerima Edgar dan Ameera dengan baik" ucap Edgar tulus
"iya sama-sama nak Edgar, ibu juga berterimakasih sama kamu. sudah mau menjaga dan hadir di keluarga kami"
__ADS_1
Mereka memakan sarapan dengan khidmat dengan di iringi celotehan dari Ken dan Ameera.
****
Pukul 11.00
"nak. ibu, ayah dan kakak pulang dulu ya. kamu jaga diri baik-baik, jaga keharmonisan rumah tangga kamu. kalau ada apa-apa jangan lupa telfon ibu" nasehat ibu ayu
"iya Bu, terimakasih. doakan Fichia supaya Fichia selalu bahagia dan bisa melewati setiap ujian dalam rumah tangga"
"iya nak..aamiin"
"Edgar, kamu disini bukan hanya menantu ayah. kamu juga anak ayah dan Ameera adalah cucu ayah juga. Ayah ingin menitipkan putri kecil ayah, Fichia. untuk selalu kamu jaga, kamu lindungi. Pegang tangan nya ketika dia goyah dan bimbing dia supaya menjadi istri dan wanita Sholehah"
"jaga pernikahan kalian. jaga keharmonisan keluarga kalian. ayah doakan, supaya pernikahan kalian terbebas dari godaan atau marabahaya yang ada" lanjut pak Dikta
"aamiin yah, terimakasih. Edgar juga butuh bimbingan dan nasehat dari ayah dan ibu, nasehati Edgar jika Edgar melakukan kesalahan atau menyakiti Fichia" jawab Edgar
"iya. kita saling mengingatkan ya, orangtua juga tempat nya salah"
Setelah mereka berpamitan,mereka pulang dengan diantar oleh Samuel dan 2 penjaga yang akan berjaga di rumah pak Dikta.
"Sayang, masuk yuk"
"iya pa" ucap Fichia menirukan suara anak kecil
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
BonChap 1 udah nih.. mau tambah satu lagi nggak???