
Mereka ber empat saat ini tengah berada di rumah milik Edgar.
Ayah dan ibu fichia sudah menunggu mereka sedari tadi. tidak lupa sepanjang waktu ia panjatkan doa untuk anak-anaknya dan orang-orang yang membantu nya selalu diberikan keselamatan dan kemudahan.
"Mas, Ken dimana?" tanya fichia
"Ken sedang dalam perjalanan kesini, tadi saat dirumah nya pengacara ku sedikit di persulit oleh pihak Herman"
"Apa mas Herman tau, jika ken kita ambil?" tanya Sabrina
"tidak tau, orang tua Herman bahkan kaget saat diberi fakta mengenai kelakuan anak nya selama ini"
"Benarkah nak? jadi selama ini besan kita tidak tau mengenai kelakuan Herman dirumah kita? lantas, apa Ken diperlakukan dengan baik?" tanya Bu ayu
"iya benar Bu, Ken disana diperlakukan baik oleh keluarga Herman. karna mereka menganggap Ken adalah darah daging Herman"
"Siapa yang mempersulit mu saat mengambil Ken mas?" tanya Fichia
"orangtua Herman sayang, tapi setelah pengacara kita menunjukkan fakta-fakta yang ada tentang perlakuan Herman selama ini ,mereka mungkin malu jadi ya setelah itu dipermudah"
"Syukurlah"
****
Pukul 16.00
"Mas, kapan kita menjemput Ameera di rumah mama?" tanya fichia saat mereka tengah menonton tv
"Nanti sore bagaimana? apa kamu tidak lelah? sekalian kita perkenalkan ibu kamu dengan mama"
__ADS_1
"Tidak lelah sama sekali mas, aku bahkan rindu sama bocah mungil itu. ibu sama mama kan sudah saling mengenal mas"
"Mereka mengenal sebagai kerabat sayang ,bukan sebagai orangtua kandung kamu"
"Oiya ya betul juga"
"Sayang"
"ada apa mas?"
"Apa kamu sudah bisa memberiku jawaban?"
"Apa kamu masih ragu atas ketulusan ku ini?" tanya Edgar kembali, karna dia belum mendengar kan jawaban dari fichia.
"Jika aku menerima mas Edgar, apa mas Edgar mau berjanji untuk tidak menyakiti ku secara lahir dan batin?" tanya Fichia dengan menatap dalam mata Edgar
"Tapi, aku akan selalu menjadi laki-laki yang selalu menjaga dan membahagiakan mu" lanjut Edgar
"Iya mas, aku mau. aku mau menjadi istri mu dan ibu untuk Ameera" ucap Fichia dengan menangis tersedu-sedu
"Tidak hanya ibu untuk Ameera sayang, tapi ibu untuk adik-adik Ameera nanti juga" ucap Edgar dengan memeluk tubuh fichia.
****
Malam hari nya, Edgar mengumpulkan semua keluarga untuk memperkenalkan satu dengan yang lain nya.
Sabrina saat ini tengah memangku Ameera dengan ken yang ada di samping nya.
"mama tidak menyangka jika Bu ayu adalah ibu kandung Fichia" ucap mama ajeng dengan mengenggam tangan Bu ayu
__ADS_1
"iya Bu, maafkan saya jika tempo hari saya tidak bisa memeluk bahkan menyapa putri saya di acara ibu"
"tidak ,tidak papa Bu ayu. saya sudah mendengar semua cerita yang terjadi di keluarga Bu ayu dan pak dikta. semoga semua nya kembali dengan keadaan baik ya Bu"
"iya Bu aamiin"
"ekhhm..ma, Bu , pak dan semua nya yang ada disini ,Edgar ingin mengucapkan sepatah dua patah kata yang sangat penting"
"apa nak?"
"Edgar dan Fichia akan menikah ma"
"Serius kamu nak?"
"Fichia sudah menerima kamu?"
"Alhamdulillah sudah ma"
"Syukurlah"
"bagaimana Bu ayu, apa Bu ayu dan pak dikta merestui hubungan mereka?" tanya mama Ajeng
"saya tergantung Fichia Bu Ajeng, saya dan istri saya tidak akan memaksa kehendak kedua putri saya ini" ucap pak dikta
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Happy weekend.. Hari ini update dikit aja ya. hehe
Jangan lupa selalu dukung karya author yang lain nya yaa .. Terimakasih ❤️
__ADS_1