
sebelum kedua tangan tersebut lepas, Melisa membisikkan kata.
"jangan buka penutup mata nya sebelum waktu nya tiba"
Fichia hanya diam, dengan merapalkan doa.
"Nona fichia, bisa anda buka penutup mata anda?" tanya seorang laki-laki yang berbicar, tetapi suara tersebut seperti sedang menggunakan mic.
"Bisa"
"Lepaskan penutup mata itu secara perlahan"
Fichia membuka penutup mata dengan hati-hati kemudian dia melihat di tempat tersebut, di tempat yang sama ia melihat seluruh keluarga nya ,Edgar dan Ameera bayi mungil yang ia titipkan ke kakak nya juga ada disana.
'ada acara apa ini? kenapa aku seperti tokoh dalam acara ini' batin Fichia
"Nona fichia? bisa anda berjalan ke arah tuan yang memakai baju berwarna abu" ucap pria memakai mic tersebut
Dan yah, tuan yang di maksud pria tersebut adalah Edgar. karna Fichia tidak melihat laki-laki lain memakai pakaian berwarna abu.
Fichia berjalan secara perlahan dan tidak lupa ia mengamati sekitar yang hanya mendapatkan senyuman.
'apa mereka merencanakan pem****** masal untuk ku?' batin nya kembali
Grreepp.
Edgar menarik Fichia dalam pelukan nya.
"Hallo sayang, apa kabar?" ucap lembut Edgar
"Baik, ada acara ini mas?"
Bukan nya menjawab pertanyaan Fichia. Edgar seketika berjongkok dengan dengan menyangga tubuh nya menggunakan kaki nya dan mengeluarkan kotak berwarna merah yang fichia tau itu adalah cincin.
"Fichia Pradikta, mau kah kamu menjadi kekasih ku? istri ku dan ibu dari anak-anak ku? Mau kah kamu menjadi wanita satu-satu nya yang mendampingi ku dalam keadaan apapun? baik suka maupun duka?" ucap Edgar dengan tatapan lembut namun menusuk
Fichia meneteskan air mata.
"Iya, aku mau mas" ucap nya dengan lantang dan mendapatkan tepukan tangan dan sorakan dari semua orang Yang ada disana.
Edgar berdiri lalu menyematkan cincin manis tersebut ke jari mungil Fichia.
"terimakasih sudah menerima ku, kedepan nya jangan takut mengingat kan aku untuk selalu menepati ucapan yang pernah aku ucapkan saat meminta mu menjadi istri ku"
"Iya mas, ingatkan aku juga jika ke depan nya aku melakukan kesalahan dan tolong maklumi aku jika kedepan nya aku mengalami kesulitan"
"Kita sama-sama belajar sayang" ucap Edgar
Setelah menyematkan cincin, Edgar menggandeng tangan Fichia dan melangkah ke tempat MC tadi berdiri. Edgar mengambil mic yang MC itu pakai.
tukk..tuk..tukk (anggap suara mic di ketuk,)
"Selamat siang menjelang sore semua"
"Saya Edgar Andi Pratama laki-laki yang baru saja meminta seorang wanita bernama fichia Pradikta untuk menjadi istri saya. Disini Saya akan mengucapkan satu hal kepada seluruh hadirin yang datang di tempat ini"
"Saya ingin ke depan nya jika saya melakukan kesalahan dan menyakiti hati maupun fisik istri saya. Saya Edgar Andi pratama meminta untuk hadirin sekalian mengingat kan saya jika saya melakukan hal tersebut"
__ADS_1
"Ingatkan saya atas perjuangan saya menunggu jawaban wanita cantik yang saat ini tengah saya perjuangkan"
Fichia mendengar satu persatu kalimat yang keluar dari mulut Edgar, seketika perasaan nya menghangat.
Dia sangat bersyukur atas semua hal yang terjadi di masa lalu nya hingga sekarang dia bisa menemukan sosok laki-laki yang mungkin bisa mengimani dia dengan akhlak yang baik.
'Semoga kamu selalu bahagia nak, maafkan ayah dan ibu' batin pak Dikta memandangi anak perempuan nya yang tengah berdiri di depan bersama seorang laki-laki yang akan menjadi suami nya.
.
.
Setelah Edgar mengucapkan banyak kata, dari diri nya meminta agar kedepan nya selalu di ingatkan , dari yang meminta untuk mendoakan hubungan mereka dan meminta restu kepada kedua orangtua dan seluruh keluarga besar mereka.
Edgar kembali membawa Fichia ke sebuah meja yang letak nya tidak jauh dari tempat ia berdiri semula.
"Silahkan duduk tuan putri" ucap Edgar
"ada apa lagi mas?"
"Duduk saja" ucap Edgar dengan senyuman khas nya.
Tap..tap..tap
"Selamat siang"
"Siang pak, silahkan duduk" ucap pak dikta
"ini pengantin nya?" tanya laki-laki yang tidak lain adalah penghulu
"iya benar, ini pengantin nya" ucap pak dikta kembali
" Baiklah, saya akan segera memulai. mana wali nikah nya dan mana saksi nya?"
tidak lama Fichia mendengar
"Sahhhhh" dari seluruh keluarga dan kerabat yang hadir di acara ini
"Hallo istri ku" ucap Edgar
"Mas" Fichia menangis dengan buliran air mata yang sangat deras.
Dia benar-benar terkejut atas tindakan Edgar kali ini, seakan-akan dia tidak di beri jeda untuk bernafas.
.
.
Setelah acara akad tersebut selesai, kini seluruh keluarga dan kerabat dekat dari kedua keluarga tersebut menikmati hidangan yang tersaji.
"Sayang, apa kamu ingin pesta pernikahan kita memakai resepsi yang mewah?" tanya Edgar
"Hmm? aku begini saja sudah sangat bersyukur mas. jadi, pesta mewah tidak terlalu perlu"
"tapi, kalau mas Edgar mau mengadakan acara tersebut. aku setuju dan aku akan ikut berpartisipasi" lanjut Fichia
"berpartisipasi dalam hal apa?"
__ADS_1
"menemani mu berdiri di kursi pengantin" goda Fichia
"heeyy..jika bukan kamu yang menemaniku di kursi pengantin lantas siapa? jangan-jangan aku beneran nikah nya sama simbok ni"
"Hahaha nggak gitu juga kalik mas"
"mas Edgar mau mengadakan pesta pernikahan?" -fichia
"Jika kamu tidak mempermasalahkan soal pesta, aku juga tidak mau mengadakan nya. Pasti sangat capek dan ditambah lagi ribet" terang Edgar
"Ada lagi yang kurang kamu sebutkan mas"
"apa?"
"Tambah biaya mahal" kekeh Fichia
"yakkk! kalau pun kamu mau mengadakan pesta 7 hari 7 malam pun aku sanggup. mau di beda negara pun juga tidak akan mengurangi harta yang selama ini aku kumpulkan sayang" ucap Edgar dengan berapi-api
"hahahah. kenapa mas Edgar jadi emosi an gini?"
"Santai sayang, jangan mudah marah" bisik Fichia
"Sudah berani menggoda ya ternyata"
Acara tersebut berlangsung sampai tenggelam nya matahari dan kemudian satu persatu dari keluarga nya pulang meninggalkan acara tersebut.
"ayah ibu" ucap Fichia dengan memeluk kedua orang tua nya.
"selamat atas pernikahan mu sayang, semoga pernikahan dengan laki-laki pilihan mu ini bisa membuat kamu lebih bahagia" ucap Bu ayu
"aamiin terimakasih bu, doakan Fichia trus ya Bu"
"pasti dong"
"ayahhh"
"sudah jadi istri dan ibu kenapa anak ayah masih manja seperti ini Hmm?"
"aku kan tetap anak ayah yang paling bontot" jawab Fichia
"hahaha ya ya betul. selamat ya sayang, semoga Allah senantiasa menjaga rumah tangga kalian dan Edgar saya titipkan putri kecil saya kepada mu, jaga dia, lindungi dia dan selalu bahagia kan dia" ucap pak dikta menatap mata menantu nya dengan mata yang berkaca-kaca.
"tentu pak, terimakasih sudah menerima saya menjadi menantu bapak"
Setelah satu persatu keluarga dekat memberikan ucapan dan meninggalkan tempat tersebut. kini Fichia dan Edgar berada di lift yang menuju lantai 8
"kita nggak pulang mas?" tanya Fichia karna melihat Edgar yang memencet angka 8
"tidak, kita akan menginap disini sayang"
"Di hotel ini? kenapa mas? kan perjalanan kerumah cuma 35 menit" tanya Fichia dengan bingung
Edgar bukan nya menjawab, dia malah tersenyum penuh makna
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa baca karya kak ayya lain nya ya teman-teman 🤗
__ADS_1
Dan nantikan banyak karya yang akan menyusul 🔥
• Tinggalkan jejak kalian setelah membaca cerita ini 💁