
"mas, sudah. kak Sabrina memanggilku" ucap Fichia dengan menahan segala rasa yang ingin keluar
"Hah, mengganggu saja!"
Fichia segera membenarkan baju yang sudah berserakan kemana-mana dan segera ia membuka pintu kamar nya.
"iya kak? apa sudah selesai?"
"Amran mau bertemu dengan mu dek, apa boleh?"
"Emm. memang nya apa ada yang mau mas Amran katakan kak?"
"kakak tidak tau dek, ayo"
"Sebentar aku ambil ikat rambut dulu"
"Mau kemana sayang?"
"itu mas, mas Amran mau ketemu aku"
"ha? tidak boleh! kamu tetap disini"
"cuma sebentar mas, mas disini aja nggak papa. aku keluar dulu ya"
Fichia berjalan keluar dengan Sabrina yang menunggu nya di depan kamar mereka.
Edgar tidak mau tinggal diam, dia ikut membuntuti Fichia di belakang nya.
"Amran, ini Fichia. bicaralah" ucap Sabrina
"bisa tinggalkan kami berdua brin?"
"tidak boleh! jika kamu mau berbicara sama calon istri ku harus ada aku!" ucap nya dengan duduk di samping Fichia
"haahh" Amran menghela nafas
",Baiklah. Fichia"
"ya mas Amran"
"apa kabar?"
"Baik mas"
"Fichia, apa kita bisa kembali seperti dulu lagi? kita mulai semua nya dari awal. maafkan aku yang dulu pernah menyakiti mu"
"aku memaafkan mu mas. tapi, maaf aku tidak bisa menerima kamu kembali. aku sudah menemukan sosok laki-laki yang benar-benar aku idamkan" ucap Fichia dengan mantap.
__ADS_1
tanpa Fichia sadari, Edgar yang mendengar kata-kata fichia tersebut menjadi salah tingkah sendiri.
Dia sangat bahagia ketika Fichia mengucapkan kata tersebut.
"Apa benar-benar tidak bisa di perbaiki lagi Sya?"
"Kamu dengan jawaban Fichia tidak? kenapa harus di ulangi lagi!" ketus Edgar
"Mas sudah"
"Mas Amran, aku mohon maaf. aku benar-benar tidak bisa memperbaiki nya kembali. Masa lalu ku sudah benar-benar rusak dan saat ini aku sudah menemukan seseorang yang dapat mengembalikan nya seperti semula"
"Ya sudah jika begitu. Semoga kamu selalu bahagia sya dan brina tolong jaga Keanu. setiap bulan akan aku transfer uang untuk kebutuhan Ken selama bersama mu"
"sudah aku katakan ,aku tidak butuh uang itu!! Temui Ken, ajak dia jalan dan dekatilah dia"
"Aku tidak bisa. tapi, aku akan selalu bertanggung jawab"
"Kenapa tidak bisa?! dia anak kandung mu Amran!!"
"kamu tau sendiri na , aku mencintai Fichia dan aku memutuskan untuk pergi dari kehidupan kalian. aku tidak bisa melihat seseorang yang aku cintai bersama laki-laki lain"
"Egois kamu mran!!"
"Maaf na"
Fichia diam mencerna apa yang Amran katakan tadi.
Sabrina saat ini sedikit terpukul atas perilaku yang Amran berikan kepada nya.
Apalagi Edgar, sekarang dirinya seperti tidak berada di tempat nya. Dia takut jika Fichia akan meninggalkan nya dan kembali bersama Amran.
"Sayang"
"Hmm. iya mas?"
"Are you okey?"
"Hmm , i'am okey" kekeh Fichia
"kenapa mas?"
"tidak papa. aku hanya takut kamu sedikit terbebani oleh perkataan Amran barusan"
"hehe. tidak mas"
"Kak, nanti biar Sam yang jemput Kakak dan antar kakak sampai rumah ya. aku masih ingin menghabiskan waktu bersama Fichia disini" ucap Edgar
__ADS_1
"hmmm baiklah gar. bisakah Sam mengantarkan Ku ke rumah mama Ajeng? aku mau menjemput Ken"
"bisa kak, ajaklah dia kesana. dia pasti mau"jawab Edgar
"terimakasih"
***
Setelah kepulangan Amran dan Sabrina., keadaan apartemen itu sedikit hening. hanya ada suara tv yang menyala.
"Sayang"
"Iya mas"
"ada apa? apa kamu masih memikirkan perkataan Amran tadi? apa kamu masih mencintainya?"
"Hmm? tidak mas. aku hanya kaget mas Amran berkata seperti itu"
"apa kamu ingin merubah keputusan untuk menikah dengan ku?"
"tidak sama sekali mas. aku benar-benar ingin menikah dengan mu"
"Lantas, kapan kamu siap aku menikahi mu?"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Haii.. jangan lupa kunjungi cerita author lain nya ya..
• RAHIM SEWAAN TUAN MUDA (end)
• IDOL TERKENAL ITU PACARKU (on going)
• IBU SAMBUNG PUTRI CEO (on going)
• IBU SUSU AMEERA (on going)
Berikan juga dukungan kalian, berupa.
Like..
Comment...
Vote...
Follow...
dan tambahkan ke daftar favorit bacaan kalian.
__ADS_1
terimakasih ❤️