
Sesampai nya dirumah, Edgar mempersilahkan ibu ayu, pak dikta dan pak Budi untuk istirahat barang sebentar sebelum kembali ke desa kembali.
"Mari pak, Bu masuk. ibu dan bapak bisa beristirahat di kamar ini ya dan perlengkapan nya sudah tersedia di almari" ucap Edgar dengan sangat ramah.
Fichia yang melihat itu dibuat kagum, tapi ah ya sudahlah.
Fichia mengajak pak Budi untuk duduk di ruang tamu rumah tersebut dan segera membuatkan minuman hangat untuk kedua orang tuannya dan pak Budi.
"ini pak di minum, mumpung masih hangat" ucap Fichia
"iya Fichia, terimakasih. ngomong-ngomong ini rumah siapa Fichia?"
"eoh,ini rumah mas Edgar pak"
"oh iya ya"
'bukan itu yang aku maksud Fichia, maksud ku ada hubungan apa kamu dengan pria kaya ini' batin nya
Setelah Edgar mengantar bapak dan ibu ke kamar yang akan mereka tempati, kini Edgar bergabung dengan pak Budi dan Fichia yang berada di ruang tamu. sedangkan Bu ayu dan pak dikta sedang membersihkan diri di kamar.
"Ayah dan ibu dimana mas?"
"Mau mandi dulu"
"pak Budi silahkan di minum dan makan yang kami sediakan, sebelum kita kembali ke desa makan besar dulu ya pak" ucap Edgar kemudian
"oh iya nak Edgar"
Sam saat ini berada di atap tempat helikopter itu berada.
rumah Edgar memang mempunyai ruang jika heli akan lepas landas di sini. apalagi rumah ini tidak terlalu berada di kawasan padat penduduk. jadi, masih aman-aman saja.
***
"Ini Bu, tadi simbok masak dendeng balado. pasti ibu suka" ucap Fichia dengan mata berkaca-kaca
"Iya nak, pasti ibu suka"
"Ini buat ayah juga"
"Terimakasih putri cantik ayah"
"Sama-sama ayah"
mereka menghabiskan makan dengan diiringi obrolan ringan dan itu membuat Edgar mempunyai kesempatan untuk lebih dekat dengan calon mertua nya ini.
"Setelah ini, apa kalian akan berangkat ke desa lagi nak?" tanya pak dikta dengan menatap Edgar dan Fichia secara bergantian
"iya yah, Fichia akan membantu kak Sabrina untuk keluar dari rumah itu dengan membawa Ken juga" ucap Fichia yakin
"hati-hati ya nak, Herman ternyata laki-laki licik" ucap pak dikta dengan sorot mata kecewa
"iya ayah,"
"tenang ayah, Edgar akan selalu berada di sisi Fichia selama disana dan Edgar akan menjaga Fichia dari segala macam bahaya yang akan terjadi"
"terimakasih nak Edgar, semoga kebaikan selalu menyertai mu"
"aamiin"
__ADS_1
Setelah selesai makan, Edgar masuk ke dalam ruang kerja nya bersama Sam.
"Apa anda membutuhkan bantuan tuan?"
"iya Sam, tolong selidiki Herman Setyawan, kakak ipar Fichia dan cari keberadaan Keanu anak mereka" ucap Edgar
"baik tuan, saya akan segera melaporkan hasilnya secepat mungkin"
"hmmm, kalau bisa malam ini aku terima hasil nya"
"akan saya usahakan tuan"
"ya sudah , ayo kita segera kembali ke desa dan kamu selalu standby jika aku membutuhkan bantuan mu Sam"
"baik tuan" ucap Sam dengan berjalan mengikuti langkah Edgar menuju tempat keluarga
"Fichia, pak budi. kita bisa berangkat ke desa sekarang?"
"Bisa mas"
"pak Budi ?"
"bisa nak Edgar,"
"mari kita ke atas dan ayah ibu kalian bisa segera istirahat dan doakan kami semoga baik-baik saja"
"iya nak, ayah dan ibu akan selalu mendoakan kalian"
"hati-hati ya nak, jangan gegabah mengambil keputusan.hmm?" ucap ibu ayu dengan memeluk putri nya
"iya Bu, ibu jangan khawatir ya. doakan Fichia"
***
Pukul 18.30 mereka sampai kembali ke desa tempat Fichia bertumbuh kembang.
"Pak Budi, saya harap anda bisa menjaga rahasia ini ya pak" ucap Edgar
"pasti nak, bapak juga berharap semoga masalah kalian segera selesai"
"terimakasih pak dan ini ada sedikit buat beli gula pak" ucap Edgar dengan memberikan beberapa lembar uang seratusan ke pak Budi
"tidak perlu repot-repot nak"
"tidak papa pak, bapak terima saja ya"
"terimakasih Fichia ,nak Edgar"
"kalau gitu saya permisi mau pulang kerumah dulu pak"
" ya hati-hati"
Edgar dan Fichia kembali kerumah dengan mengendarai mobil yang tadi mereka titipkan ke salah satu tetangga disana.
"sayang, nanti kalau Herman bertanya kita dari mana. bilang saja kita habis liburan dan jangan mengucapkan sepatah katapun,paham?"
"iya mas, kalau kak Herman bertanya. aku pergi kemana, aku harus jawab apa?"
"bilang saja ,kita hanya jalan-jalan"
__ADS_1
"oke mas"
"kita mau sampai di rumah mu dan persiapkan dirimu dan rubah raut wajah mu"
"iya mas"
Tok..tok..tok
"Assalamualaikum kak Sabrina"
Tidak lama ada yang membuka pintu, tapi bukan Sabrina atau bibik .melainkan Herman, sang Kakak ipar
"waalaikumsalam, Fichia? aku kira kamu sudah pulang"
"Belum kak, tadi habis jalan-jalan aja dan cari jajanan"
"eoh, ya sudah masuk"
"apa kalian mau menginap disini?" tanya Herman ketika mereka sampai di dalam rumah
"iya kak"
"tapi kamar dirumah ini yang kosong hanya kamar mu"
"iya tidak papa kak, nanti mas Edgar biar tidur di soffa kamar Fichia"
"oh ya sudah kalau begitu. masuklah dan istirahat lah"
"terimakasih kak, aku masuk dulu ya"
"hmmm"
Edgar memang tidak ingin mengobrol banyak dengan Herman, dia hanya akan lebih banyak diam dan mengamati setiap gerak-gerik lawan nya ini.
Karna lawan nya ini sangat licik, di banding mafia. mungkin kelakuan dia ini lebih parah, karna dia sudah berani menyakiti wanita yang ia cintai dan kedua mertua nya dalam keadaan sadar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Haii.. jangan lupa kunjungi cerita author lain nya ya..
• RAHIM SEWAAN TUAN MUDA (end)
• IDOL TERKENAL ITU PACARKU (on going)
• IBU SAMBUNG PUTRI CEO (on going)
Berikan juga dukungan kalian, berupa.
Like..
Comment...
Vote...
Follow...
dan tambahkan ke daftar favorit bacaan kalian.
terimakasih ❤️
__ADS_1