IBU SUSU Ameera

IBU SUSU Ameera
Bab 32


__ADS_3

"eh mas"


"apa sayang?"


"kok mas bisa tau kalau mas Herman teriak-teriak di rumah. apa mas Edgar masang cctv di rumah?"


"tidak, kan satpam yang berjaga disana masih bekerja dan dia menjadi cctv aktif ku" ucap Edgar dengan bangga


"serius mas?"


"iya serius sayang, nih kalau tidak percaya" ucap Edgar dengan membuka kan handphone milik nya yang terhubung dengan nomer satpam di rumah nya.


Dibuka nya pesan satu persatu dan video yang selalu satpam itu kirimkan.


"Wah, mas Edgar benar-benar hebat"


"Calon suami nya siapa dulu?" goda edgar kembali


"Calon suami nya siapa ya?"


"Serius sayang" - Edgar


"hehe, calon suami ku Lah. masa calon suami nya simbok" kekeh Fichia


"Kalau simbok mau, aku juga nggak papa sih"


"masss. serius? aku bilangin nih ke simbok?"


***


1 Minggu kemudian..


Sabrina, Fichia dan Edgar berjalan beriringan menuju lantai dimana apartemen Edgar berada.


"Kak, apa Amran benar hanya datang sendiri?"


"iya dek, katanya begitu. Kaka juga tidak tau"


"Oh. semoga benar dia hanya datang sendiri"


Edgar hanya diam tidak menanggapi apapun disaat lift tersebut masih berjalan.


Setelah keluar dari lift, mereka bertiga melihat jika ada Amran dan Herman disana.


'****. bedebah memang' batin edgar


"mas" lirih Fichia


"tenang, tidak papa. ayo kak"


Seketika raut wajah Sabrina dan Fichia berubah. mereka ketakutan ketika melihat Herman yang tidak jauh dari tempat Amran berdiri.


"Sabrina kemana aja kamu?!" teriak Herman.


"Ck. nggak punya etika pak?" tanya Edgar


"Bisa berbicara sedikit lebih sopan? ini bukan tempat anda bukan?"


"Siapa kamu?! siapa kamu yang berani melarang Ku?!"

__ADS_1


"eoh, kamu lupa jika aku pemilik apartemen ini? jika kamu lupa, kamu bisa tanyakan ke penjaga depan. tanyakan siapa itu Edgar Andi Pratama"


"Kurang ajar!! aku akan melaporkan kamu ke pihak berwajib, karna kamu membawa istri orang!!"


"Istri orang yang mana? kak Sabrina? apa kamu lupa, jika kak Sabrina adalah calon kakak ipar ku?"


"laporkan saja ,jika mau. dengan senang hati aku akan melayani laporan mu tuan Herman yang terhormat"


"Sayang, ajak kakak mu masuk" ucap Edgar dengan mengelus Surai rambut Fichia


"iya mas"


"Sabrina, kamu tidak bisa meninggalkan ku!! kamu harus ikut aku pulang kerumah!!" teriak Herman disaat Sabrina masuk ke dalam Apartemen tersebut.


"Ssstttt. bukan kah aku sudah bilang, jangan teriak. berbicaralah seperti manusia normal Herman, jangan seperti orang gila yang hanya bisa teriak-teriak saja"


"Dan kamu Amran?"


"Iya, saya Amran"


"Senang bertemu dengan mu , tapi first impresion ku terhadap mu sedikit buruk"


Setelah Edgar mengucapkan kata itu, tidak lama ada beberapa orang berdiri di belakang Edgar.


"kalian, tahan orang itu untuk tidak menganggu ku dan kamu Amran, silahkan ikut aku masuk" ucap tegas Edgar


"Hei!! kembalikan istri ku b****** , berani sekali kamu membawa istri orang. apa kamu mau menjadi pebinor, ha?!" teriak Herman lagi setelah Edgar dan Amran sudah tertelan di pintu tersebut.


"Lepaskan!! lepaskan aku Ba*****!!"


Anak buah Edgar membawa Herman ke dalam ruangan yang tidak jauh dari pintu apartemen Edgar. Disana adalah letak ruangan yang tidak terpakai.


"Hahh!! kak Sabrina, katakan apa yang ingin kamu katakan"


"Sayang, apa kamu mau disini atau mau masuk ke kamar saja?" tanya Edgar dengan lembut


"Bolehkah aku kamar saja?"


"boleh, ayo aku antar dan kak Sabrina,jika terjadi apa-apa. kamu bisa berteriak" pesan Edgar


"iya gar, terimakasih"


Setelah Edgar dan Fichia masuk ke dalam kamar. Amran bertanya,


"siapa laki-laki itu Brin? kenapa dia sama Fichia masuk ke dalam kamar itu?"


"Dia calon suami adikku Amran"


"Aku ingin mengatakan hal yang sangat penting mran" ucap lirih Sabrina


"apa brin? bukankah kita sudah mengakhiri semua nya?"


"Iya. kita sudah mengakhiri semua nya. tapi, ada hal penting yang ingin aku sampaikan"


"apa brin?"


"Ken, Keanu adalah anak mu mran. Keanu anak kandung mu"


"jangan bercanda Sabrina!"

__ADS_1


"aku sedang tidak bercanda, aku serius. Ken adalah anak kandung mu"


"kenapa kamu baru mengatakannya?"


"karna saat itu situasi nya tidak memungkinkan untuk aku mengatakan nya mran"


",Hahh!! aku akan membiayai Kehidupan Keanu sepenuhnya. kamu jangan khawatir, aku akan bertanggung jawab sampai Keanu besar nanti"


"aku tidak membutuhkan uang mu Amran! aku hanya ingin kamu tau dan kamu menyayangi Keanu"


"Aku akan menyayangi nya Sabrina. jangan khawatir"


Sabrina diam..


"Setelah itu, apa yang ingin kamu inginkan kembali"


"aku tidak menginginkan apapun!"


"Ya sudah kalau begitu, setiap bulan akan aku transfer uang untuk Keanu. jaga dia baik-baik"


"Aku tidak butuh itu!"


"kamu kenapa Sabrina? katanya kamu tidak menginginkan apapun, lantas kenapa respon mu seperti ini?"


"apa kamu sudah tidak memiliki perasaan apapun terhadap ku Amran?" tanya Sabrina


"Maaf brina, aku sudah tidak memiliki perasaan apapun terhadap mu dan yang perlu kamu tau, aku baru menanggung karma yang telah aku lakukan terhadap adik mu dulu"


"aku mencintai nya setelah dia pergi meninggalkan ku brina" lirih Amran


"Heh! oke tidak papa amran. cukup itu yang ingin aku katakan"


"Bisakah aku bertemu dengan Fichia sebentar brina?"


"akan aku tanyakan dulu ke Fichia, mau atau tidak menemui mu"


Sabrina beranjak dari duduk nya dan mengetuk pintu kamar yang tadi Fichia dan edgar masuki.


tok..tok


"Dek"


.


.


"mas, sudah. kak Sabrina memanggilku" ucap Fichia dengan menahan segala rasa yang ingin keluar


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Nih aku kasih double up yaa..


Tapi, tolong bantu vote ,like, follow dan tambahkan ke daftar favorit bacaan kalian untuk diriku ini ya teman-teman online ku 🤗😙


Biar aku makin semangat up cerita nya dan sering-sering kasih double part. hehe


Yang sudah selalu like & ngramein di kolom komentar, terimakasih bangett yaa.. lancar-lancar rejeki kalian dan semoga selalu sukaaa..


Kalau ada salah kata, mohon di ingatkan dengan kata-kata yang baik ya teman-teman.. terimakasih ❤️

__ADS_1


See u next part 🔥


__ADS_2