
"Fichia, apa kamu yakin menerima pinangan anak saya?" tanya mama Ajeng dengan mendekat ke arah tempat duduk Fichia
"iya ma. saya menerima pinangan mas Edgar dan semoga seluruh keluarga merestui kami"
"Pasti sayang, pasti mama restui hubungan kalian, terimakasih sudah menerima Edgar ya nak ya" ucap mama Ajeng dengan memeluk hangat Fichia
"Sama-sama ma, terimakasih juga sudah menerima ku"
Fichia memeluk kedua orangtua nya satu persatu, tidak lupa kakak nya Sabrina juga ia peluk dan memohon maaf,jika selama menjadi adik Sabrina mungkin Fichia pernah melukai perasaan kakak nya.
Malam indah itu kini sudah kembali ke persunyian malam.
Mereka semua sudah masuk ke dalam kamar yang sudah di sediakan oleh tuan rumah.
Sabrina tidak dengan Ken, sang anak laki-laki nya.
Bu ayu dan pak dikta tidur di kamar yang sama.
Bibik tidur di kamar tamu bawah lantai satu.
Bibik memang ditempatkan di kamar tamu, mengingat dirinya belum sepenuhnya ditawarkan untuk bekerja dirumah milik Edgar ini.
Edgar dan Fichia? mereka tidur di kamar Ameera. sedangkan, kamar Edgar pribadi, hanya angin yang menempati kamar utama tersebut.
"Sayang" bisik Edgar
"Ssstttt, apa mas? jangan berisik, Ameera sudah tidur"
"Bisa tidak ,kamu tidur di dekat aku sini. biarkan Ameera tidur di dekat tembok"
"tidak bisa, segera lah tidur mas. aku sudah mengantuk"
****
Matahari sudah menjulang tinggi dan sudah mengeluarkan cahaya indah nya.
__ADS_1
Kini Fichia sedang berada di halaman depan bersama Sabrina, Ameera dan Ken. Mereka kelelahan setelah berjalan-jalan di komplek setempat.
Bibik sedang membantu pelayan yang ada dirumah Edgar.
Kedua orang tua Fichia sedang berkunjung kerumah mama Ajeng. mungkin mereka ingin lebih dekat dengan calon besan nya.
Tak lupa, Edgar kini masih berkutat dengan tumpukan kertas yang ada di meja kerja nya sedari pukul 5 pagi tadi.
"Dek, menurut kamu. apa kakak harus bilang ke Amran jika Ken adalah anak kandung nya?"
"Emmm, menurut ku bilang saja kak. biar bagaimanapun Ken tidak boleh merasakan kehilangan sosok ayah kandung nya, apalagi mas Amran sama sekali tidak tau tentang status Ken"
"apa kamu baik-baik saja, jika aku mempertemukan Ken dengan Amran?"
"memang nya aku kenapa kak? tidak papa lagi"
"kamu tau sendiri,kakak pernah...."
"Aku tidak mau menjadi manusia egois kak yang hanya mementingkan perasaan dan menyakiti perasaan orang lain, apalagi itu Ken. keponakanku ku sendiri" terang Fichia
"iya kak" Fichia mengangguk dan tersenyum manis
"Apa kamu mau menemani kakak bertemu dengan Amran?"
"Emmm"
"Akan aku temani kalian jika bertemu dengan Amran" ucap Edgar keluar dari rumah nya
"Mas, kenapa suka sekali nguping pembicaraan orang lain" sungut Fichia
"aku tidak nguping sayang, hanya saja suara kalian berdua terdengar dari cctv yang aku pasang" tunjuk Edgar
"Astaga"
"Jika kak Sabrina mau menemui Amran, temui saja. ajak Fichia tidak papa kak, aku akan menemani kalian. khawatir jika nanti kalian akan bertemu dengan orang-orang nya Herman" ucap Edgar dengan mendudukkan pantat nya di kursi kosong .
__ADS_1
Fichia hanya diam, tanpa mengucapkan kata apapun.
Disisi lain, Edgar juga ingin melihat apakah sang istri sudah bisa melupakan masa lalu nya atau bahkan belum sama sekali.
"apa kamu mau dek?"
"aku mau kak, jika mas Edgar menemani kita" ucap Fichia tulus
"terimakasih dek, nanti kakak atur pertemuan dengan Amran ya"
"iya kak"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Haii.. jangan lupa kunjungi cerita author lain nya ya..
• RAHIM SEWAAN TUAN MUDA (end)
• IDOL TERKENAL ITU PACARKU (on going)
• IBU SAMBUNG PUTRI CEO (on going)
Berikan juga dukungan kalian, berupa.
Like..
Comment...
Vote...
Follow...
dan tambahkan ke daftar favorit bacaan kalian.
terimakasih ❤️
__ADS_1