
"Kapan pun aku siap, sekarang pun oke" tantang Fichia
"Serius ?, yakin tidak akan menyesal?"
"tidak, aku serius seratus persen. mau sekarang? ayok"
"Oke lihat saja anak manis.. apa kamu masih bisa menggoda ku' setelah ini" smirk Edgar
***
2 Hari berlalu, setelah kejadian di apartemen Edgar tempo hari.
selama itu juga Edgar tidak menampakkan hidung nya di rumah. Bahkan tidak memberinya kabar sama sekali.
"Mas Edgar Kemana ya kak? apa dia baik-baik saja?" tanya Fichia kepada sang kakak.
"memang nya tidak menghubungi mu dek?"
"Tidak kak"
"Sama sekali?"
"Iya kak ,serius. aku telfon mama Ajeng jawaban nya juga sama. mas Edgar tidak memberinya kabar"
"heuh, ya sudah. ditunggu aja dek dan doakan semoga dia baik-baik saja"
"iya kak, aamiin"
.
.
.
📞 Hallo assalamualaikum nak fichia?
^^^Waalaikumsalam ma📞^^^
📞 nanti akan ada orang yang akan datang kerumah, kamu ikuti apa yang orang itu katakan ya nak. mama minta kamu jangan menolak atau membantah ya
^^^Siapa orang itu ma?📞^^^
📞 Kamu cukup ikuti saja nak
📞 oke, kalau gitu mama tutup dulu ya telfon nya
^^^Oiya ma📞^^^
"Siapa dek?"
"mama Ajeng kak, kata nya nanti akan ada orang dan aku harus menurut apa yang mereka katakan" ucap Fichia
"Memang nya siapa orang itu?"
"aku juga tidak tau kak, semoga dia orang baik"
"iya aamiin"
Tidak lama terdengar suara satpam yang berjaga di depan Jika ada orang yang ingin bertemu dengan Fichia.
"Hallo Fichia, perkenalkan saya Melisa dan ini asisten saya Rubi" ucap wanita yang bernama Melisa tersebut
"Oh iya ,hallo kak. silahkan duduk"
"maaf, ada keperluan apa kak?" tanya Fichia.
"Bisa minta orang lain untuk menjaga anak mu dulu Fichia?"
__ADS_1
"eoh? maksud nya gimana kak?"
"Kamu titipkan anak yang kamu pangku itu ke orang lain dulu. ada hal yang ingin aku lakukan dan ini sangat serius" terang Melisa
"Oh iya, sebentar. aku titipkan dulu ke kakak ku ya kak"
"iya silahkan"
Setelah Fichia menitipkan Ameera ke Sabrina, dia berjalan ke ruang tamu yang masih ada Melisa dan Rubi disana
"oke, apa kamu sudah mandi?" tanya Melisa
"hah?"
"iya ,apa kamu sudah mandi? membasuh tubuh mu dengan air?"
"sudah kak"
'aneh sekali ini orang' batin Fichia
"Kalau begitu, bisa ajak saya dan asisten saya ke salah satu ruangan yang ada di rumah ini?"
"untuk apa ya kak?"
"apa mertua kamu tidak bilang, jika akan ada orang yang kesini dan kamu tidak boleh membantah ucapannya?"
"sudah kak, baiklah. ayo saya antar ke kamar tamu"
Fichia mengantarkan Melisa ke kamar tamu yang letak nya tidak jauh dari ruang tamu tersebut.
Setelah sampai di kamar tamu, Melisa meminta Fichia untuk mengganti pakaian nya dengan kemeja yang sudah ia sediakan.
"Kenapa saya harus mengganti pakaian saya kak?"
"Apa saya perlu menelfon mertua kamu?"
"Tidak kak, saya akan ganti"
Setelah ia kembali dari mengganti pakaian, Fichia sedikit kaget karna disana sudah ada banyak alat make-up dan ada baju yang ada di gantungan.
"Silahkan duduk nona Fichia" ucap Rubi
"terimakasih kak"
Fichia hanya diam menatap Melisa dan Rubi memoles wajah nya. Dia benar-benar tidak tau tujuan dirinya di make-up seperti ini untuk apa.
1 jam tiga puluh menit kemudian, Fichia telah selesai di make-up dengan sangat cantik.
Makeup yang diberikan oleh Melisa adalah make-up dengan polesan modern.
"Sekarang saya bantu mengganti pakaian anda dengan ini ya nona" ucap Rubi
"Baik"
Menolak juga tidak akan berhasil bukan? jadi langkah satu-satunya yang fichia ambil adalah menuruti apa perkataan dua orang asing yang ada di hadapan nya kini.
"Sekarang duduk lah lagi Fichia, aku akan menata rambut mu sedikit lagi" ucap Melisa
"iya kak"
30 menit Berlalu, Fichia kini benar-benar menjadi putri yang sangat anggun.
Pakaian modern dan tatanan rambut yang sdi urai dan sedikit di beri hiasan membuat sang empu lebih terlihat cantik.
"oke, sekarang ikut saya ya Fichia"
"Apa Anak yang saya gendong tadi dan kakak saya bisa ikut kak?"
__ADS_1
"tidak bisa, hanya kamu saja yang saya bawa. sekarang ayo ikuti aku"
Fichia mengikuti langkah Melisa. sebenarnya dia ingin berteriak meminta tolong ke kakak nya tapi dia tidak memiliki keberanian sama sekali.
Saat berada di samping mobil Melisa, dia melihat penjaga rumah nya turut membuka kan pintu untuk diri nya.
"pak, bisa titip pesan ke kak Sabrina?"
"iya non. pesan apa yang ingin anda katakan? nanti akan saya sampaikan" ucap satpam tersebut.
"tolong katakan jika aku ikut dengan kak Melisa dan kak rubi ya. kedua orang ini adalah orang yang mama Ajeng kenal"
"o-h ya baik non. nanti akan saya sampaikan"
"terimakasih pak"
***
35 menit perjalanan, kini mereka sampai di hotel bintang lima.
"kak, sebenar nya kita mau apa?"
"tidak papa. aku akan mengajak mu bersenang-senang disini Fichia. rileks kan tubuh mu.hmm?"
'apa aku ingin dijual? tapi kenapa?' batin Fichia
Rubi dan Melisa membantu Fichia untuk berjalan memasuki hotel tersebut. setelah sampai di lobby mereka hanya menyapa resepsionis dan satpam yang berjaga.
Setelah menyapa, Melisa dan Rubi membawa Fichia ke lift menuju lantai paling atas.
'apa aku ingin Di lempar dari gedung ini? ya Tuhan, kenapa nasib ku seperti ini. semoga ada yang menolong ku' batik Fichia
",kak,"
"Diam Fichia, aku sedang tidak ingin menjawab pertanyaan mu" ucap Melisa sedikit ketus
'ya tuhan, Jika memang aku ingin di lempar oleh ke dua orang ini. sampaikan rasa sayang ku untuk keluarga ku dan semoga aku mati dalam keadaan baik'
Fichia kalut oleh fikiran nya sendiri ,tanpa ia sadari kini tinggal 5 lantai lagi yang akan mereka lalui.
Bahkan Fichia tidak menyadari jika saat ia di lift, tidak ada satupun orang yang menggunakan lift ini selain mereka bertiga.
Ting...
"Tutup mata mu dulu fichia. pejamkan mata mu supaya tidak merusak make-up mu" ucap Melisa
"kenapa harus di tutup kak?"
"supaya lebih menarik saja Fichia" jawab Melisa kembali
'apa dua wanita ini g***? kenapa dia ingin membunuh ku dengan cara menutup mata ku?'
'ah ya sudah. jika aku terjun ke bawah, anggap saja jika aku terbang' batin nya kembali
langkah demi langkah Fichia lalui dengan di bantu oleh Rubi dan Melisa yang memegang tangan Fichia.
Hingga kedua tangan yang memegang tubuh nya menjauh entah kemana.
sebelum kedua tangan tersebut lepas, Melisa membisikkan kata.
"jangan buka penutup mata nya sebelum waktu nya tiba"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Berikan dukungan untuk author berupa Like, follow dan vote karya-karya author ya teman-teman 🤗
Tambahkan ke dalam favorit bacaan kalian juga, supaya tidak ketinggalan update cerita ini. karna kedepan nya akan semakin seru 🔥
__ADS_1
per karya on going akan update one day/one part ya.. kalau lagi ada something baru nanti author kasih double part.
Baca karya author lain nya yaa.. terimakasih ❤️