IBU SUSU Ameera

IBU SUSU Ameera
Bab 31


__ADS_3

Disisi lain saat di tengah-tengah sarapan di kediaman Edgar.


Sabrina mengatakan jika Amran siap akan bertemu kapan pun dan dimana pun.


"Bisakah aku tidak ikut kak?" ucap fichia tiba-tiba


Fichia mengatakan seperti itu bukan karna ia masih memiliki perasaan dengan Amran. melainkan dia masih terluka atas perlakuan Amran dan keluarga nya.


Apalagi fakta terbaru yang ia ketahui bahwa Amran menjalin hubungan dengan Sabrina sampai menghasilkan Ken.


"kenapa sayang? kalau bukan kamu lantas siapa yang akan menjaga kakak mu?" ucap Edgar dengan nada sedikit tidak suka


"Bisakah mas Edgar yang menemani kak Sabrina"


"tidak bisa, aku mau ikut karena ingin menjaga mu" Edgar berdiri dari tempat duduk nya dengan membawa Ameera yang berada di gendongan nya tanpa menghabiskan makanan yang sudah tersaji.


"kak, nanti aku kabarin ya. aku nyusul mas Edgar dulu"


"Iya dek, jika kalian tidak bisa menemani ku tidak papa. nanti kakak akan berangkat sendiri"


"tidak kak, nanti akan ada yang menemani mu"


Fichia berjalan sedikit cepat untuk menyusul Edgar yang telah masuk kamar.


tok..tok


"mas aku masuk"


Ceklek


"mas" panggil lirih Fichia


"Keluarlah, bawa Ameera keluar. aku sedang tidak ingin di ganggu"


"mas, bisa kita bicara?"


"aku bilang keluar Fichia. bawa Ameera" ucap Edgar penuh penekanan.


"Kenapa? kenapa aku tidak boleh disini. Hmm?" tanya Fichia dengan menghadap ke Edgar dengan tatapan penuh kasih sayang


Hening...


"mas, bolehkah aku bercerita?"


"Mas tidak akan pernah lupa bukan jika aku ini juga hanya manusia biasa. aku juga mempunyai perasaan yang bisa terluka. aku meninggalkan desa ku salah satu nya juga karna perlakuan mantan suami ku dan keluarga nya" ucap Fichia dengan lirih menatap hamparan halaman depan


"mungkin mas fikir aku tidak mau menemani kak Sabrina karna aku masih mempunyai perasaan terhadap mas Amran. tapi, itu salah mas. aku tidak mau menemani kak Sabrina karna luka itu masih ada. apalagi setelah mengetahui fakta bahwa kakak ku pernah melakukan hubungan hingga lahir lah Ken"


"Itu sulit mas. aku tidak ingin luka ini semakin dalam jika melihat nya, aku ingin menyembuhkan luka ini dengan perlahan"


"maafkan aku sayang. aku terlalu cemburu dan terlalu memikirkan perasaan mu terhadap nya" ucap Edgar dengan memeluk Fichia yang berada di samping nya.


"maafkan aku"


"Tidak papa mas, mungkin mas juga perlu pembuktian. tapi untuk kali ini aku tidak bisa membuktikan apapun mas. aku belum sepenuh nya kuat untuk melihat mantan suami ku itu"


"Iya iya, mas tidak akan maksa kamu untuk menemani kak Sabrina. maafkan mas sayang"


"tidak papa mas, aku hanya tidak ingin hubungan yang baru kita bangun runtuh hanya karna kesalahpahaman saja"


"iya sayang, terimakasih sudah mengingatkan ku"


huwwaaaa (anggap Ameera nangis kencang)


"Udah mas, itu Ameera menangis"


"iya, kasih minum dulu sana mama Fichia" goda edgar

__ADS_1


"hisshh. jangan masuk"


Fichia berjalan ke kasur yang ada Ameera disana.


"Sayang, kenapa menangis? kamu kesepian di tinggal disini sendirian? iya?" ucap fichia dengan mengeluarkan jurus andalan nya.


"Haus apa gimana ini? minum nya kuat sekali"


"papa juga mau dong" ucap Edgar dengan berjalan menuju ranjang.


"mas, kan aku sudah bilang jangan kesini"


"Kenapa? aku juga pengin lihat Ameera yang sedang minum"


"mas aku malu ih"


"hanya melihat sayang" ucap Edgar dengan membaringkan tubuh nya di samping Fichia dan melihat anak nya yang sedang minum dari balik tubuh Fichia.


"enak kah nak?" tanya Edgar


"ummhh"


"oh seenak itu apa? boleh papa minta" goda edgar dengan sedikit-sedikit menarik wadah asi supaya terlepas dari mulut Ameera.


"mas"


Huwaaaaaa


"tuh kan. kamu ni, suka nya godain. nangis kan ni bocah"


"udah sayang ini milik Ameera kok. papa nggak usah dikasi ya nak ya"


"euummm" jawab Ameera dan mendapatkan kekehan dari Fichia Maupun Edgar.


***


Tidak lama Fichia dan Edgar berjalan beriringan dengan Fichia yang menggendong Ameera.


"kak" panggil Fichia


"eoh iya dek, maaf .kakak pinjam kolam renang nya ya, Ken mau berenang"


"iya tidak papa kak"


"kak bisa kita bicara dulu?" ucap fichia karna Edgar sudah berbalik arah menunggu mereka di ruang keluarga.


mengingat Sabrina berenang memakai pakaian sedikit terbuka


"eoh, ayo dek. kakak ganti baju dulu ya"


"iya kak, biarkan Ken dijaga sama pelayan"


"iya ayo"


Sabrina dan Fichia berjalan beriringan untuk masuk ke dalam rumah. Fichia berjalan ke arah ruang keluarga ,berbeda dengan Sabrina yang berjalan ke arah kamar nya untuk sekedar mengganti pakaian nya.


****


"Dek"


"iya kak ,sini"


"ini mas Edgar ada yang mau diomongin sama kakak"


"gimana gar?"


"Begini kak, saat ini Herman sedang mencari keberadaan kalian. terutama kak Sabrina, setelah Herman pulang dari desa tempat ayah dan ibu di sekap ,Herman benar-benar seperti orang g*** yang berteriak-teriak memanggil nama kakak" ucap Edgar dengan serius.

__ADS_1


"Trus aku harus gimana gar?"


"Untuk sementara waktu, kakak tetap disini dan ayah ibu di rumah mama Ajeng. karna disana penjagaan nya juga cukup terjamin, jadi alangkah baik nya jika kalian hidup terpisah untuk sementara waktu"


"Dan jika kakak mau bertemu dengan Amran, selaku ayah Ken. kakak bisa bertemu di apartemen ku, nanti aku dah Fichia akan menemani kakak"


"Apa kamu mau menemani kakak dek?" tanya Sabrina menatap adik nya


"iya kak, aku mau menemani kakak dan Ken untuk bertemu mas Amran"


"Eoh, syukurlah. terimakasih sebelumnya gar"


"tapi, sekarang kondisi Herman bagaimana?"


"Herman saat ini benar-benar sedang mengerahkan orang suruhan nya untuk melacak keberadaan ku. tapi, kakak jangan khawatir. Herman tidak mungkin bisa masuk ke daerah sini, mengingat penjagaan wilayah ini sangat ketat dan kita sudah sedikit mengecoh orang-orang Herman saat keberangkatan kemarin itu"


"maksud nya mas?" tanya fichia


"Kita kan pulang naik heli sayang dan mobil yang kita bawa kemarin itu aku suruh anak buah ku untuk berjalan sejauh yang mereka bisa. semisal Herman mau melacak melalui cctv jalan pun, akan sangat minim dia tau keberadaan kalian"


"Karna di langit kan tidak ada cctv" lanjut Edgar


"Mas serius lah"


"ya serius sayang, saat kita diatas. kita tidak akan terdeteksi oleh cctv . kan sambungan cctv ada di bawah heli. paham tidak?"


"ya ya ya"


"Ya sudah, sekarang tugas kakak menghubungi Amran dengan handphone kakak dan minta untuk dia datang ke alamat apartemen ku, jangan lupa bilang kalau dia tidak boleh membawa orang lain"


"Setelah kakak mengatur jadwal dengan Amran, kakak matikan handphone kakak"


"oke gar, terimakasih. aku masuk ke kamar dulu ya"


"dek kakak masuk dulu ya"


"iya kak silahkan"


"eh mas"


"apa sayang?"


"kok mas bisa tau kalau mas Herman teriak-teriak di rumah. apa mas Edgar masang cctv di rumah?"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Haii.. jangan lupa kunjungi cerita author lain nya ya..


• RAHIM SEWAAN TUAN MUDA (end)


• IDOL TERKENAL ITU PACARKU (on going)


• IBU SAMBUNG PUTRI CEO (on going)


Berikan juga dukungan kalian, berupa.


Like..


Comment...


Vote...


Follow...


dan tambahkan ke daftar favorit bacaan kalian.


terimakasih ❤️

__ADS_1


__ADS_2