
"Jadi begini dek, sebenarnya mas Herman itu sahabat kakak semasa sekolah. kita memang dekat, tapi saat itu hubungan kita hanya sebatas teman. ternyata, mas Herman selama dekat dengan kakak tidak menganggap demikian. mas Herman menganggap jika kita memiliki hubungan lebih dari teman dan sahabat" Ucap Sabrina dengan menghela nafas.
"Padahal saat itu, Kakak sedang menjalin hubungan dengan Amran. mantan suami kamu dek, maaf"
Fichia mengangguk dan tersenyum.
"Saat mas Herman mengetahui jika kakak sudah mempunyai kekasih, mas Herman melakukan berbagai cara untuk merebut kakak dari Amran"
"Sehingga malam itu, Amran dan kakak memutuskan untuk melakukan hubungan layak nya suami istri. Yang awal nya Kakak pikir akan langkah itu bisa menyatukan cinta kita"
"tapi, ternyata salah. mas Herman dan kedua orangtuanya datang kerumah untuk melamar kakak. ayah dan ibu tidak bisa menolak lantaran mertua kakak adalah kerabat dekat ayah"
"Kakak dengan sangat terpaksa menerima mas Herman, tetapi disisi lain kakak tetap menjalin hubungan dengan Amran"
"Mas Herman mengetahui itu semua, bahkan mas Herman juga mau membuat hubungan kamu dan kakak buruk karna fakta ini dek"
"setelah kami menikah, kakak tidak terlalu dianggap istri oleh mas Herman. bahkan disentuh pun kakak tidak pernah, maka dari itu hubungan Kaka dengan Amran berlanjut sampai kalian menikah"
"maaf dek"
"iya tidak papa kak, lanjutkan"
"Sebelum kalian menikah, kakak dinyatakan positif hamil dan kakak sudah tau siapa ayah dari bayi yang kakak kandung. tapi, kakak menutupi kebohongan itu sendiri. tidak ingin kamu atau ayah ibu tau"
"Mas Herman sangat tau, Jika Ken bukan anak kandung nya. maka dari itu sekarang Ken di jadikan alat untuk mengancam kakak dan ayah ibu"
Sabrina mengeluarkan keluh kesah nya dengan buliran air mata yang tanpa bisa dibendung.
Fichia berusaha memenangkan kakak nya, meskipun hati kecil nya kecewa dengan apa yang kakak nya pernah perbuat.
"Apa mas Amran tau, jika Ken adalah anak nya?"
"Tidak dek, Amran tidak tau sama sekali. karna kakak tidak ingin menganggu pernikahan kalian"
"Trus, apa tadi yang kakak lakukan di halaman belakang? kenapa merangkak begitu?"
__ADS_1
"Kaka di hukum oleh mas Herman karna tidak sengaja menabrak nya saat membuka pintu kamar dek"
"Astaga, hanya karna itu kak?"
"iya dek"
"Hahhh"
"Trus kenapa ayah dan ibu di taruh di tempat yang sangat terpencil itu kak?"
"Mas Herman juga ingin menguasai harta kita dek , dia benar-benar ingin membuat kita semua hancur tanpa sisa"
"Emang gila itu orang" celetuk Fichia
"Husssh.. nggak baik bicara seperti itu" tegur Sabrina pelan
"Maaf kak"
"Oh ya, kenapa waktu kakak bertemu dengan ku waktu di pesta mama Ajeng ,kakak tidak bercerita dengan ku?"
"Kakak hanya takut semua nya berantakan dek, hanya itu"
"Sebentar kak"
"Mas" panggil Fichia dengan menghampiri Edgar yang masih di soffa
"hmmm? ada apa sayang?"
"Tadi kak Sabrina sudah cerita soal...."
"Iya mas udah tau, tenangkan kakak mu dan minta dia untuk istirahat. besok kita semua pulang ke Jakarta"
"tapi Ken mas? kasian dia jika tidak kita bawa"
"Ken, besok juga sudah ada di Jakarta, ini Sam sudah mengurus semua nya dan bilang sama kakak mu untuk tidak memikirkan mengenai harta apapun, karna harta kalian akan tetap menjadi milik kalian"
__ADS_1
"Benarkah mas?"
"iya Fichia ku sayang"
"terimakasih mas, aku tidak bisa membalas kebaikan mu"
"Balas saja dengan menerima ku" goda edgar kembali
"Aku jawab besok ya ganteng"
"ck.sudah berani menggoda ya ternyata"
Sabrina melihat interaksi antara Fichia dan Edgar hanya tersenyum.
'semoga kamu selalu bahagia dek' batin nya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Haii.. jangan lupa kunjungi cerita author lain nya ya..
• RAHIM SEWAAN TUAN MUDA (end)
• IDOL TERKENAL ITU PACARKU (on going)
• IBU SAMBUNG PUTRI CEO (on going)
Berikan juga dukungan kalian, berupa.
Like..
Comment...
Vote...
Follow...
__ADS_1
dan tambahkan ke daftar favorit bacaan kalian.
terimakasih ❤️