
2 hari kemudian, mereka segera pulang ke kediaman edgar.
Dua hari di hotel mereka habiskan dengan melakukan ritual sebagai pengantin baru dan tidak pernah sekalipun mereka keluar kamar.
"Akhirnya aku bisa melihat dunia kembali" ucap Fichia saat di dalam mobil.
"apa 2 hari di kamar, kamu merasa di kekang sayang?"
"ya begitulah mas. aku bosan 2 hari di kamar hotel hanya melakukan itu itu saja" keluh Fichia
"itu itu saja apa?" goda edgar
"Ya itu, yang selalu ingin mas lakukan"
"Tapi kamu suka kan?"
"Capek yang ada" sungut Fichia
"yakin hanya capek? setau mas, kamu sangat menikmati kegiatan itu, apalagi pas mas his s"
"Stop mas!! jangan di teruskan, geli yang denger"
"hahaha. baiklah nyonya pratama"
.
.
.
"Hari ini fichia pulang bu?" tanya sabrina, kakak Fichia
"iya nak, adek mu hari ini pulang. makanya ini ibu bantu bibik dan simbok masak menu kesukaan adek mu"
"mau Sabrina bantuin Bu?"
"nggak usah, kamu jaga Ameera dan Ken aja di atas. biar ibu yang bantu masak disini"
"baiklah Bu, Sabrina ke atas dulu ya"
__ADS_1
"iya nak"
Bu ayu, pak Dikta dan Sabrina beserta Ken anak nya masih tinggal di kediaman Edgar. bukan tanpa sebab, mereka masih tinggal disana lantaran rumah keluarga pak Dikta yang berada di desa masih belum terbilang aman.
Herman, suami Sabrina masih sering berkunjung bahkan mengamuk di kediaman pak Dikta.
Dia sama sekali tidak menemukan informasi mengenai keberadaan sabrina dan Ken. apalagi, Sabrina sudah mengirimkan gugatan perceraian untuk dirinya. seperti di guyur air panas tubuh yang ia rasakan.
Tap..tap..tap
"Assalamualaikum" ucap Fichia
"waalaikumsalam, wah nak fichia sudah sampai. masuk masuk nak, itu simbok dan ibu nak fichia lagi di dapur masak buat nak fichia dan tuan Edgar" ucap bibik
"Waah, terimakasih bik"
". Fichia ke dapur dulu ya mas" ucap nya ke edgar
"iya sayang, mas ke kamar dulu ya" jawab Edgar, tidak lupa ia mendaratkan kecupan ke kening Fichia
.
.
.
"Waalaikumsalam sya, sudah sampai ternyata" ucap Bu ayu
"hehe iya Bu, tadi cekOut nya di percepat, kasian Ameera kalau nunggu aku atau mas Edgar kelamaan"
"Kan ada ibu sama kakak mu sya"
"Iya, Fichia juga tau kalau ada ibu dan kakak yang turut menjaga Ameera. tapi, Ameera masih perlu asi dan ini asi Fichia sudah sampai luber-luber Bu" keluh Fichia
"Kompres air hangat dulu, setelah itu minumkan segera ke anakmu"
"iya Bu, siap. ibu jangan capek-capek"
"enggak, ibu disini malah nggak ngapa-ngapain. dah sana, kamu kompres trus susuin Ameera"
__ADS_1
"iya Bu, Fichia ke kamar dulu ya"
Fichia berjalan meninggalkan dapur dengan membawa baskom yang berisi air hangat untuk mengompres pa**da** nya dan segera ia minumkan ke ameera, anak perempuan nya.
tok..tok
"mas, tolong buka"
"ya ya, sebentar" ucap Edgar dari dalam kamar
Ceklek..
"bawa apa sayang?"
"air hangat mas"
"buat apa?"
"buat ngompres pyd"
"Kenapa harus di kompres?" tanya Edgar dengan muka beo nya
"biar sirkulasi nya lancar dan biar bisa langsung Ameera minum mas" jawab Fichia dengan santai, meskipun ia tidak tahu menahu manfaat nya mengompres pa**da** nya dengan air hangat. dia hanya ingin mendengar nasehat dari sang ibu saja.
"Sini mas bantu kompres kan" Edgar mengulurkan tangan nya untuk mengambil waslap yang akan Fichia pakai menyeka permukaan kulit nya.
"tidak tidak, mas bantu Fichia mengambil Ameera saja. biar Fichia yang melakukan ini sendiri"
"hahh, kamu mah. mas mau bantuin juga dilarang"
"aku tau fikiran mu mas" jawab Fichia santai dan dibalas senyuman oleh Edgar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Haii haii.. jangan lupa selalu dukung karya author dengan cara LIKE, COMMENT, SUBSCRIBE dan VOTE yaaa🔥🔥
NOTE :: Bagi yang belu follow dan belum menambahkan bacaan kedalam favorit bacaan kalian, harap segera follow dan tambahkan ke dalam favorit bacaan kalian ya!!
Ditunggu part selanjutnya dan karya terbaru nya yaa😙 See u ❤️🤗
__ADS_1