
Pov Dewi
Pagi ini seperti biasa setelah selesai sholat subuh Aku berkutat di dapur, yah... Kalau Aku tak melakukan rutinitas ku setiap hari alamaaakkk.... Bisa ngomel tuh Mak Lampir, heran juga Aku sebenarnya Aku ini Anak kandungnya apa bukan sih.... Kenapa segitu gak sukanya jika Ibu melihatku nganggur dikit aja. Padahal ada pembantu juga disini, Hhhhh.....
Setelah semuanya selesai Ku tata sarapan dimeja makan habis itu Ku panggil semua untuk sarapan pagi.
Setelah semuanya berkumpul acara sarapan pagi pun mulai hanya denting sendok dan garpu yang saling bersentuhan hingga menimbulkan suara khasnya.
" Dewi... Hari ini Kamu gojek saja yah ?? Ayah ada meeting pagi ini takut telat"
" Iya yah.... "
" Nih uang saku, dan ingat pulang tepat waktu kalau mau kesuatu tempat atau ada tambahan kelas minta izin dulu sama Ayah atau Ibu" ucap Ayah
"Iya yah... " jawabku
" Oh iya Yah... nanti Dewi mampir ke toko buku yah setelah pulang kuliah nanti??" Kataku penuh harap
" Iya Hati hati..." jawab Ayah padaku
" Jangan kasih izin Yah... Paling paling juga nongkrong gak jelas bareng Temen-temen nya yang sok alay itu" cibir Leonard
" Enak aja nuduh orang sembarangan apa Gak situ tuh udah Playboy cap kacang, Wekk... Suka bikin baper anak orang" Ucapku pada Leonard, enak aja main tuduh sembarangan.
"Sudah sudah ini waktunya sarapan gak usah banyak debat habiskan makan kalian, dan Kamu Leo pulang sekolah langsung pulang gak usah keliling jalan gak jelas, ngerti..." Ucap Ayah penuh penekanan
Sedangkan sejak dari tadi kulihat Alexa nampak sibuk dengan gawainya. Sambil Senyum senyum gak jelas,
" Tuh yah lihat Kak Alexa bukannya makan malah mainin Hp.." Kata Leo iri pada Alexa
" Enak saja orang gue makannya udah habis kok wekk..." Ucap Alexa tak mau kalah
Sedangkan dari tadi kulihat Kak Devandra asyik menikmati makan sambil sesekali Dia melirikku,.
__ADS_1
Entah kenapa akhir-akhir ini Kak Devan cuma diam dan kesannya cuek, ada apa dengan kak Devan
" Dewi hari ini aku yang akan mengantarmu jangan khawatir,." Sambil tersenyum Kak Devan berlalu ke kamarnya
" Ayo Dew... ntar keburu siang jadi telat lagi" kata Kak Devan
"Kak..... Masak cuma Kak Dewi yang dikasih tumpangan lah Aku juga mau daripada naik gojek juga" ucap Alexa sambil mengerucutkan bibirnya.
" Iya ayo... " Jawab Kak Devan dingin
" Yess... " Ucap Alexa kegirangan
" Kalian ini gak sarapan gak lagi apa bisanya ribut saja, Dewi Kamu gojek saja bukankah Kamu tadi sudah dapat uang saku dari Ayah,.
Gunakan uang itu buat gojek Kakakmu Devan lagi ada meeting pagi.
Bukankah semalam kamu bilang ada meeting pagi Devan,...??" sambil melotot kearah Devan, dan Ibu pun berlalu.
" Dewi bawa semua piring kotor kebelakang gak usah manja,,," perintah Ibu padaku
Isshh... Nyesek seh tapi justru karena terbiasa yah sudahlah.
Kulihat Kak Devan memperhatikan Aku dengan tatapan entah...
Ada gelenyar aneh tatkala Kak Devan menatap ku dengan tatapan yang entahlah sulit buat dijabarkan.
Tapi sebisa mungkin lah aku tepis rasa yang ada sebab Kak Devan adalah Kakakku coba kalau bukan...
Hhhhhh....
Satu persatu semua piring kotor Ku taruh di wastafel, tapi rasa nyesekk plus kecewa Ku tahan dan Ku bawa sambil bernyanyi nyanyi biar gk terasa sakit hati...
Ah... Ibu kenapa denganmu??
__ADS_1
Setelah selesai Aku beranjak ke kamar kuambil tas ranselku dan disaat Aku melewati kamar Ayah dan Ibu Kudengar Ayah dan Ibu berdebat,.. Diam diam Ku curi dengar
" Bu... Tidak seharusnya Kamu bicara seperti itu kepada Dewi, Dia Anak yang baik kurang apa Dia padamu Bu...
Kulihat Dia selalu mengalah bahkan selalu menuruti semua perkataan Mu dan tak pernah membantah,
sudahlah Bu... Yang lalu biarlah berlalu Dewi gak tau apa-apa,,,,"
" Sudahlah Yah.... Ibu gak mau berdebat bagaimanapun Dewi bukan Putri kandungku, Dia cuma Anak pungut dan Anak Pelakor. camkan itu PELAKOR!!! " ucap Ibu emosi
Dhegt... Ya Allah benarkah apa yang Kudengar barusan "Astaghfirullah. Astaghfirullah. Astaghfirullah." Ucapku dalam hati.
Fakta bahwa Aku bukan anak kandung Ayah dan Ibu Kudengar langsung dari mulut Ibuku sendiri, apa salahku Ya Allah seperti inikah rasanya jadi diriku yang notabenenya bahwa Aku cuma Anak pungut.
Dengan lutut gemetar dan rasa yang sulit Ku ungkapkan hatiku hancur berkeping-keping dan terjawab sudah kenapa Ibu memperlakukan Aku seperti itu jadi ini jawabannya,..
Kembali Aku masuk ke kamar Kuambil pakaianku secukupnya Kubawa semua uang tabunganKu yang selama ini Ku kumpulkan dari uang saku yang dikasih Ayah dan Kak Devan.
Yah... Hari ini Aku berencana pergi dari rumah buat apa Aku tetap disini kalau hanya dijadikan pemuas amarahnya Ibu, dan itu yang kurasakan tak pernah sedikitpun aku mendapatkan kasih sayangnya.
Ibu.... Apa salahku Ibu kenapa Kau begitu membenciku tidakkah ada rasa iba di hatimu Ibu... Sayangilah Aku Ibu seperti Aku yang sangat menyayangi mu Ibu... hiks hiks.
Ku usap mata kasar lalu berlalu dan tak tahu kemana tujuan Ku nanti,. Kuliah? Ah.... Aku sudah tak bersemangat untuk kuliah hari ini.
Kuambil gawai ku dan berniat menghubungi Niken sahabatku,.
" Ken ... Bolos yukk, gabut nih..." tulisku dan send.. terkirim dan centang biru
" Oke ... Eh... Tumben nih ? Tapi.. Coz Aku seneng nih diajak bolos" balas Niken dibumbuhi emot love ..
Yak yak yak... ini tulisan pertamaku semoga menghibur teman temanku semuanya...
jangan lupa like dan coment boleh mengkritik tapi jgn menghina kasih masukan... 🙂😊😍🤩🤩🙏🙏🙏
__ADS_1