
" Kamu bisa menginap disini jika mau" kata Nicolas Manafe Pria keturunan bule itu.
" Tapi..." ucap Dewi menggantung
" Jangan khawatir ada Mama disini beliau masih belanja kebutuhan rumah di supermarket terdekat, ada banyak maid juga disini jangan khawatir, Saya juga menjunjung tinggi wanita jadi Saya tidak akan macam macam sama Kamu" katanya meyakinkan Dewi.
" Hhhhhmmm.
Tapi Aku gak punya baju ganti semua bajuku masih ada dikamar losmen yang ku sewa kemarin, dan hari ini rencananya Aku akan mencari rumah kontrakan bersama Niken," jawab Dewi sambil menundukkan kepalanya.
" Oke nanti Aku akan mengantarmu tapi hubungi dulu temanmu suruh Dia menunggu dan kita sama-sama ketempat losmen yang Kamu sewa kemarin, kita ambil semua bajumu lalu Saya akan mengantarkan mu sampai tujuan" ucapnya menjelaskan
" Kalau Saya sudah ada niatan membantu maka akan Saya bantu sampai tuntas jangan khawatir,." ucap Nicolas tersenyum manis, seolah-olah tau akan kekhawatiran Dewi.
" Maaf tuan muda ini minumannya" kata maid menyuguhkan minuman
" Baik Kamu taruh dimeja dan lekas kembali ketempat mu" jawab Nicolas memerintah maid itu
Setelah itu sambil menundukkan kepala maid itu segera kembali kebelakang.
" Minumlah setelah itu akan ku tunjukkan kamar buatmu ganti baju dan setelah itu ku antar Kau ketempat temanmu berada" sambung Nicolas
" Aku kedalam dulu.... oh yah jangan lupa minta temanmu Sherlock tempatnya okay" kata Nicolas sambil berlalu.
" Sudah minumnya...??" tanya Nicolas mengagetkan Dewi yang sedang melamun
" Oh... I iya sudah " jawab Dewi gugup
" Mari Saya tunjukkan kamarnya" ajak Nicolas
" Oke..." Dewi mengikuti Nicolas dari belakang Dia berjalan sambil menunduk dan pada saat Nicolas berhenti Dia pun tak tahu hingga Dia menabrak tubuh Nicolas
Bugh
"Auh"... cuma itu yang keluar dari mulut Dewi sambil memegang kepalanya karena tanpa sengaja kepalanya membentur dagu Nicolas
* Ah. Maaf Nico Aku tak sengaja " ucap Dewi kemudian lagi lagi Dia menunduk kan kepalanya.
" Okay gak papa lain kali kalau jalan jangan sambil menunduk ntar nabrak lagi iya kalau yang ditabrak orang ganteng kayak Aku lah kalau yang ditabrak orang gila gimana" kata Nicolas panjang kali lebar sambil nyengir...
Dewi mendongakkan kepala sambil melongo tidak disangka Nicolas pandai juga menggoda.
" Maaf.." kata Dewi singkat sambil masuk kamar, dibalik pintu tanpa Dia sadari Diapun tersenyum senyum sendiri.
Ternyata baju ganti yang dimaksud Nicolas adalah sepasang jeans dan kaos lengan panjang juga jilbab pashmina sudah disiapkan disana.
Dewi segera mandi dan kemudian mengganti bajunya dengan baju yang sudah disiapkan Nicolas tadi.
Tanpa memakai bedak dan alat make up lainnya, Dewi langsung keluar dan mencari dimana keberadaan Nicolas.
Dan pada saat Dewi menuruni Anak tangga.
" Siapa Kamu Nak..." tanya seorang perempuan setengah baya dibawah tangga sambil memperhatikan Dewi dengan tatapan penasaran dan entah.
__ADS_1
Iyah wanita itu adalah Mamanya Nicolas wanita asli Indonesia keturunan Jawa tulen itu menikah dengan seorang Pria keturunan Jerman,
Meskipun tak lagi muda wanita paruh baya ini masih tampak ayu dan elegan Dimata Dewi .
Dewi melonjak kaget
" Astaghfirullah... Ma maaf Bu. Eh.... Nyonya Sa..." Belum selesai Dewi menyelesaikan ucapannya
" Dia teman Nico Ma... Kebetulan tadi Nico ketemu gak sengaja dijalan Dia baru saja sampai dikota ini tapi Dia kesasar gak tau jalan maksudnya" jawab Nico
" Temanmu yang mana Nak?? " kembali sang Mama bertanya, bagaimana dia tidak bertanya selama ini dia tahu siapa saja teman teman Anaknya.
" Hemm... Mama ih kepo aja" titik Nico
" Ma... Bentar lagi Nico mau keluar antar Dewi, teman Nico pulang yah " kata Nicolas meminta ijin sang mama.
" Jadi nama kamu Dewi Nak?? nama yang cantik" Kata Arini mamanya Nico
" I iya Tante... " jawab Dewi gugup sambil menunduk.
" Jangan takut Tante gak gigit kok" kata Arini
" Hemm kalau gitu Nico berangkat dulu Mom" kata Nico pamit tak lupa untuk mencium tangan Mamanya, Dewi pun juga pamit Dia juga mencium tangan Arini dengan takjim.
" Saya pamit Tante..." pamit Dewi
" Iyah Nak hati hati... Lain kali mampir yah Tante pingin ngobrol jarang jarang ada teman cewek Nico yang main kemari.
Dan kamu Nico jaga Dewi sampai dirumah dengan selamat hati hati dijalan" ucap Arini mewanti-wanti Nicolas putranya.
Arini tersenyum melihat tingkah sang Putra,
Arini merasa ada sesuatu yang janggal, melihat Gadis itu Dia seperti mengingat kan akan saudara sepupunya yang tidak tahu dimana rimbanya setelah saudara sepupunya itu menikah dengan orang yang dicintainya.
" Semoga dugaanku benar Dia anak saudaraku, Sri... Dimana Kamu lama kita tak ketemu apa kabarmu Sri apakah Kamu sehat sehat saja atau bahkan sudah meninggal??"
Tanya Arini dalam hati.
*****
" Yess... kita berhasil mengecoh mereka Dew.... Saya tahu tadi orang suruhan kakakmu tadi menyamar sebagai tukang bakso dan sol sepatu." Dengan semangat empat lima Nico berlonjak kegirangan.
" Nico..... " panggil Dewi
" Yah Dew...." jawab Nico
" Hemm... Kenapa kau mau membantu ku padahal kita baru ketemu dan sebelumnya juga tak saling mengenal sama sekali" tanya Dewi
" Karena kita Manusia harus saling membantu bukan ?? simple aja cuma itu alasannya." jawab Nico singkat padat dan jelas.
" Cuma itukah alasannya Nic" kembali Dewi bertanya
" Heemm ada yang lain seh..." jawab Nico menggantung, sedangkan Dewi mengernyitkan dahinya.
__ADS_1
" Tapi... Rahasia" kembali Nico menjawab dengan menggantung,.
Kemudian Dewi diam dan tak bertanya lagi. Selanjutnya hanya keheningan yang tercipta diantara mereka.
Hanya suara alunan musik yang menggema, mereka pun larut dengan pikiran mereka masing-masing.
" Kita sudah sampai cepat kemasi barang barang Kamu dew... dan kita segera cabut dari sini." kata Nico
Dewi hanya mengangguk dan tersenyum dan kemudian berlalu menuju losmen tempat Dia menginap semalaman.
Setelah Dewi lenyap dari pandangan Nico melihat orang yang mencurigakan membuntuti Dewi, lekas Nico pun ikut menyusul Dewi
Dan pada saat Nico masuk area penginapan itu dia baru ingat Dia tidak bertanya pada Dewi nomor berapa kamar yang disewa Dewi.
" Shitt... "
Dengan memukul tembok Nico berlari mengitari seluruh penginapan itu dan pada saat Dia akan berbelok menuju Utara sekilas Nico melihat dua orang pria tadi yang mengikuti Dewi.
Gegas Dia mengikuti pria itu. 'Siapa mereka Aku yakin mereka orang berbeda orang suruhan kakaknya Dewi ' batin Nico bertanya tanya.
Akhirnya Dia Nemu ide tapi tunggu... Disaat Nico mau melancarkan aksi idenya Dia mendengar salah satu pria tadi mengangkat telfon.
" Iya Pak Saya masih membuntuti Nona, Kami sudah bersiap siap akan membawa Nona kehadapan Anda"
" Siap Pak jangan khawatir tanpa ada luka dan lecet sedikitpun Saya akan bawa Nona besar kehadapan Anda" jawab pria itu seperti nya Dia menerima perintah dari seorang yang berbeda dan bukan suruhan kakak Dewi.
Selanjutnya Nico langsung beraksi Dia berpura-pura menerima telfon.
" Iya Boy... Aku masih gak tahu dimana kamarnya Aku lupa kira kira Kamu tahu gak dimana dan nomor berapa??" kata Nico pura pura.
Baru saja selesai dengan aksi pura pura nya
Ceklek...
Dewi keluar dari sebuah kamar
" Nico kamu kok kemari,??" tanya Dewi
" Nih barang Kamu ketinggalan, Aku lupa kalau Kamu juga bakalan balik, kalau gitu ayukk" ajak Nico sambil menarik tangan Dewi dan mengajaknya agar secepatnya menjauh dari tempat itu.
Dewi kaget dengan kata kata Nico barusan 'Barang ?? barang apa yang dimaksud Nico' batin Dewi mengernyitkan dahinya.
" Ayo Dew.... Teman Kamu udah nunggu tuh..." pinta Nico agar Dewi segera berjalan cepat mengikutinya.
" Ah i iya" balas Dewi sambil berjalan cepat agak berlari.
" Masuk cepat..." perintah Nico penuh penekanan.
" Kamu kenapa Nico" Dewi heran melihat perubahan Nico yang berubah drastis yang tadinya besikap santai dan tenang kini Nico berubah jadi datar dan dingin. Dengan cepat Nico melajukan mobilnya tanpa menjawab pertanyaan Dewi.
" Siapa Kamu sebenarnya Dewi??" tanya Nico datar
" Aku... " tanya Dewi terheran karena pertanyaan dari Nico, dan Nico cuma menatap kearah depan dengan wajah datarnya
__ADS_1
" Aku sendiri gak tahu Aku siapa..." seketika Nico menoleh kearah Dewi dan selanjutnya Kembali mereka diam tanpa ada percakapan lagi.
*****