
Sore ini Nicolas tampak ceria dan dengan santai Dia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, sore ini Dia berencana kerumah kontrakan Dewi,.. Dengan membawa beberapa makanan dan cemilan Nicolas merasa ini sudah cukup.
Sesampainya Nicolas sampai didepan rumah Dewi Nico nampak tersenyum dengan ceria, sambil mengetuk pintu dan menunggu sang penghuni membukakan pintu dia memperhatikan sekitar rumah yang nampak semakin bersih dan terawat. " Hhhmm lumayan" gumam Nico sambil tersenyum manis.
Ceklek
" Hai Dewi..!!" Sapa Nico dengan semangat
" Waalaikumsalam...!! seharusnya bertamu atau bertegur sapa itu ucapkan salam dulu Nico...." ujar Dewi sambil tersenyum ramah.
" Hehe... Sorry Dew... Saya lupa " ucap Nico sambil nyengir kuda.
" Maaf yah Nico kita duduk didepan aja gak enak sama tetangga." kata Dewi ragu
" Iya santai aja kali Dew...." ucap Nico.
" Eehmm kamu sendirian disini!? lah Niken kemana,. ??" Tanya Nico kemudian
" Niken kuliah katanya sore ini balik kesini, rencananya sih mu pindah kuliah disini. barengan sama Aku." Jawab Dewi
" Jadi Kamu rencana meneruskan kuliah disini" kembali Nico bertanya,sambil mengernyitkan dahi
" Iya Nic.. Kebetulan ada fakultas yang cukup bagus disini." Jawab Dewi dengan santai.
" Astaghfirullah... Maaf Aku lupa Dew,.. Ini ada bingkisan dari Mommy ku, beliau titip salam sambil bikin masakan ini kata beliau semoga Kamu suka, dan yang ini cemilan Aku beli dikota sebelah tadi,." ucap Nico sambil mengeluarkan satu persatu bingkisan tadi,.
" Waduh Nico Aku jadi gak enak sama Mommy Kamu Nic,,," ucap Dewi tak enak hati.
" Sudah terima saja takut Mommy kecewa kalau kamu tak mau menerimanya. Lagian Mommy ku itu tak pernah dekat dengan teman temanku apalagi teman cewek,. Mommy ku itu terlalu pemilih,.. Entah setelah ketemu sama Kamu Mommy ku kok ada filling..?" cerita Nico tentang Mommy nya.
" Yah... namanya juga orang tua Nic,.. sudah pasti ingin yang terbaik buat anak-anaknya" sahut Dewi.
Tiba tiba datang sebuah mobil milik Niken memasuki halaman rumah itu. sambil keluar dan menenteng dua koper besar, sambil melambai kearah kedua temannya.
" Hallo guyss... " sapa Niken ceria.
" Ken... Serius kamu pindah dimari??" Tanya Dewi penasaran.
__ADS_1
" He em... Dua rius malah, kan Mama sudah ada temannya dua Adekku, hehe... Jadi Mama gak begitu khawatir padaku apalagi Aku bilang sama Kamu tinggal disini dew..." jawab Niken
" Sini biar ku bantu.." ucap Nico
" Dasar cewek emang bawa apa an sih kok banyak amat..!?" cebik Nico.
" Eelah kamu mana tahu Nic kebutuhan cewek." sahut Niken sambil tersenyum mengejek.
" Huh... Paling paling juga baju dan alat make up doank" ucap Nico.
" Sudah jangan ribut aja yukk makan.. Semua sudah ku tata dimeja makan loh... Ntar keburu dingin." kata Dewi melerai.
" Waaahhh makan yah.. Cap cus deh kebetulan aku lapar banget..." kata Niken sembari menuju meja makan.
" Dasar.. !! Cewek rakus..!!" Ejek nico.
"Biarin wekk... Syirik amat Lu.... Yang penting Gue seneng kalau hati seneng bikin mood baik dan bisa bikin awet muda,. Gak liat apa mukaku tipe muka baby face..." kata Niken dengan PDnya
" Udaaahhh... Yukk makan.." Ajak Dewi.
Akhirnya mereka pun bersama makan dengan hikmad.
***
Sesampainya dirumah Niken Devan memencet bel pintu.. Dan tak lama kemudian seorang pembantu separuh baya mempersilahkan masuk.
" Monggo duduk Den... Aden mencari siapa ?? Apakah mencari nyonya..." tanya wanita paruh baya tersebut.
" I iyah Bik..." jawab Devan agak ragu, pasalnya yang dicari bukan mamanya tapi Niken. Tapi kemana Niken apa jangan-jangan dia bersama Dewi...?? Devan berfikir bahwa Niken saat ini bersama Dewi Adiknya. Siapa tahu mamanya Niken tahu dimana Dewi.
'Apa salahnya mencoba' batin Devan
" Ada yang bisa Saya bantu Tuan...!??" Tanya Mamanya Niken tiba tiba muncul di depan Devan.
" I iya... Ma maaf Bu apakah Saya mengganggu..." Tanya Devan
" Alhamdulillah tidak Tuan,. memangnya ada perlu apa yah..." kembali Mamanya Niken bertanya.
__ADS_1
" Oh yah Niken kemana yah Bu... Kok Saya tidak melihatnya...??" Tanya Devan sambil matanya menelisik seisi ruangan.
" Ehhmm... Maaf Kamu siapa yah...??" mama Niken balik bertanya.
" Oh maaf saya lupa memperkenalkan diri Bu... Saya Devan Kakaknya Dewi Bu..." Jawab Devan sambil memperkenalkan diri.
" Ooohh... Nak Devan toh... Waduh Niken nya sudah berangkat siang tadi kekota xxx Dia bilang sudah pindah kuliah kesana." Jawab mamanya Niken.
" Owh... Apakah Dia bersama Dewi saat ini Bu...." kembali Devan bertanya.
" Eehmm kayaknya Iyah deh Nak... Soalnya tadi Niken bilang Dia tinggal dirumah Neneknya gak sendiri Dia bersama sahabatnya gitu,,, Dan siapa lagi kalau bukan Dewi soalnya Niken itu susah cari teman yang cocok sama karakternya Nak Devan...." Mamanya Niken menjelaskan perihal Sang Putri yang pindah kuliah.
" Dapat..." Gumam Devan sambil senyum-senyum sendiri.
" Loh nak Devan kok Senyum senyum sendiri gitu,.. Kamu gak papa kan Nak ?!" Tanya mamanya Niken
" Owh gak papa kok Bu... Oh yah makasih Bu atas informasinya ini bingkisan dari Saya untuk Anda .. " Devan memberikan tanda mata berupa makanan ringan yang Dia beli didepan supermarket tadi, sebuah martabak manis dan martabak telur spesial.
" Waduh Nak Devan ini kok repot repot segala,.. Yah udah Saya terima yah..." ucap Mamanya Niken senang, karena martabak manis dan martabak telur itu adalah makanan favoritnya.
" Iyah Bu.. Gak papa sekali kali,. Oh yah kalau gitu Saya permisi dulu Bu... Masih ada urusan." Pamit Devan kepada pemilik rumah.
Setelah keluar dari rumah itu tak henti-hentinya Devan tersenyum manis, sambil bersiul Dia mengeluarkan gawainya yang disimpan disaku celananya.
" Halo Pa... Devan sekarang sudah tahu dimana Dewi berada,.. Besok Devan akan kesana Pa... Soalnya hari ini ada meeting penting,.!!" kata Devan kepada papanya yang berada di seberang sana melalui ponsel pintar miliknya.
" Sabar Pa... Besok kita kesana,.. Devan juga tak sabar ingin bertemu dengan Dewi Pa.. kalau gitu udah dulu pa... assalamualaikum!!" Devan mengakhiri telfonnya.
Dengan tersenyum riang Devan melajukan mobilnya menuju kantor miliknya.
Dewi tunggu Aku sayang Kakak kangen" Gumam Devan dalam hati.
***
Dirumah kediaman Sudrajat Adijaya tampak keheningan tercipta, tak pernah sekalipun Dia tersenyum bahkan senyum kecil itu pun juga hampir tak pernah tersungging dibibir Pria itu.
Baginya separuh dunianya sudah hilang entah kemana semenjak Istrinya kabur dari klinik malam itu, hatinya kosong hidupnya hampa menanti sang pujaan hati tak kunjung enyah dari pikirannya bahkan semakin hari semakin merajai pikirannya.
__ADS_1
Rasa bersalahnya, rasa penyesalannya, rasa rindu, rasa cinta, yang entah sekarang bagaimana bentuk dan cara pengungkapannya. Seandainya dia boleh memilih dia tak ingin semua harta ini yang Dia inginkan adalah keluarga utuh bersama Anak dan Istri nya.
Menikah dengan orang biasa biasa saja membuat keluarganya tak menyukai Istrinya, ternyata bagi mereka kedudukan dan uang adalah segalanya. Diapun mengusap kasar wajahnya " Dimana kamu cinta...??" tanya dia dalam hati.