
Pov author
Setelah saling chat dengan Niken Dewi bergegas berangkat. kebetulan Abang Gojeknya sudah datang.
Entah bagaimana perasaan Dewi sekarang sulit diungkapkan dengan kata-kata, mengingat semuanya tanpa terasa bulir bulir bening sudah singgah dipipi mulusnya.
"Bang stop Bang..." pinta Dewi pada Abang gojek,
" Berapa Bang....??" Tanya Dewi pada Abang Gojek itu
"Dua puluh ribu Neng.." jawab Abang Gojek nya
" Nih Bang makasih yah..." ucap Dewi sambil tersenyum.
" Sama sama Neng..." Jawab Bang Gojek sambil berlalu
'Hhhhhh'
Dewi menghembuskan nafas kasar 'Allah gini amat yah nasibku' ucap Dewi dalam hati,
'Sakit ya Allah sakit sekali... Ujian seperti apalagi yang KAU berikan padaku ya Allah' buru buru ia hapus bulir bening itu dengan cepat sambil berucap.
" Semangat Dewi semangat...."
Sambil bernyanyi Dewi pun memainkan gawai nya Dia jadi lupa sejenak akan masalahnya.
Yah saat ini Dewi ada disebuah Cafe tempat Ia dan Niken disaat jenuh akan aktifitas sehari-hari mereka.
Tempat itu pula yang menjadi saksi sebuah keakraban sahabat yang melebihi saudara.
"Niken lama amat sih ... Suntuk banget lah Akunya huft....." Sambil menggerutu sambil membuang nafas secara kasar.
" Assalamualaikum Dew... Udah lama yah??
maaf tadi macet Dew. " ucap Niken sedikit sesal, dilihatnya sahabat nya yang mengerucutkan bibirnya lucu.
" Waalaikumsalam Ken... Gapapa gak Telat telat amat kok ,. Soalnya tadi Pak Amat gak jualan sayur tuh !!"Jawab Dewi sambil meringis.
"Oh yah tumben Dew ,... Ada apa nih kok ngajakin bolang hehe!!?" Tanya Niken serius
" Cariin Aku tempat kost dong Ken... Yang Murah murah aja tapi yang bersih tempatnya Kamu tau kan maksud Ku ??" pinta Dewi sambil menatap Niken dengan intens.
" Hah.... Serius Lu mau ngekost ?? Trus apa kabarnya Nyokap Lu... Gak marah tuh nanti Si Nenek Lampir???" dengan membola kedua mata Niken mencari kebenaran dari permintaan Sahabat nya ini masih enggan untuk percaya.
" Gak Aku pergi dari rumah Ken... Udah gak betah Aku dirumah Lama lama juga eneg dihina dicaci dimarahi stock kesabaran Aku udah habis dimakan rayap kayaknya." nampak wajah sendu Dewi memerah menahan amarah terpendam.
__ADS_1
Niken bingung ditatapnya sahabat nya itu dengan tatapan tak percaya dan iba, selama ini Niken tahu tentang gadis yang ada didepannya ini. Yang Dia tahu bahwa Dewi bukan anak kandung Ibunya.
Niken sembunyikan hal ini dari Dewi agar Ia tak terlalu terpuruk dengan keadaannya,tapi...
Apakah Dewi sudah tahu tentang fakta itu bahwa Dia bukanlah Anak dari Ayah dan Ibunya yang sudah merawat Dia dari bayi.
Niken menghembuskan nafas dengan perlahan.
" Ken.... !!!" panggil Dewi
" Hemm.. apa Dew... Lu be...." Belum tuntas ia bertanya Dewi udah menyela.
" Tapi tempat kostnya diluar Kota aja yah Aku pingin kerja sambil kuliah nanti Aku minta tolong sama Kamu buat urus surat kepindahannya,.."
" Jadi Lu beneran serius...?? Tanya Niken menyakinkan dirinya.
" Iya Ken.... " Jawab Dewi dengan tenang sambil tersenyum.
" Oke ... Tapi gak bisa cepet Dew...
Aku usahakan besok deh... Tapi sekarang Lu mu nginep dimana??" tanya Niken.
" Di Losmen dekat sini aja tadi Aku sudah cek in Losmen dua hari... " Jawab Dewi meyakinkan
" Hhhmm Dew yang sabar yah...??" Ucap Niken iba.
Oh yah... Nanti kalau Kak Devan telfon tanya soal Aku bilang aja gak tau pokoknya apapun yang dikatakan Kak Devan atau permintaannya nanti jangan hiraukan oke..." pinta Dewi penuh harap.
" Ok... " jawab Niken pasti sambil mengacungkan jempol.
" Oh yah Ken habis ini tolong Kamu urus surat kepindahan Ku yah ingat ini rahasia bilang aja kalau Aku lagi diluar kota ada urusan mendadak dan jangan tinggalin jejak"
" Karena setelah kupikir pikir kalau aku yang pergi urus takutnya Kak Devan mencegah Kamu tahu kan Kak Devan gimana orang nya??"
" Siip" sambil acungkan jempol Niken hanya nyengir tapi ada rasa iba dihatinya untuk sahabat nya ini.
Yah Dia tahu siapa Devan sangat tahu perasaan Devan juga ke Dewi kek gimana meskipun mustahil dan sulit dicerna otak dan pikiran, Devan itu sangat posesif terhadap Dewi.
Dia juga tau kalau Devan sangat sayang eh... Lebih pantas disebut cinta ke Dewi adeknya...
Hhhhhh.....
Niken menghembuskan nafas gusar.
" Emmm Dew... Aku pulang dulu yah ada janji nih sama pacar Gue..." pamit Niken
__ADS_1
" Okay... makasih yah Ken atas bantuannya..."
Setelah kepergian sahabatnya Dewi kembali melamun..
Sungguh semua diluar kehendaknya jika semua ini terjadi.
" Bang... " Dipanggilnya pelayanan cafe tersebut
" Berapa semuanya bang.." tanya Dewi pada pelayan itu
" Sudah dibayar tadi sama Mbak yang duduk bersama Mbaknya..." jawab pelayan itu dengan senyum manis.
"Oh... Gt yah yaudah Bang Saya pamit dulu makasih yah..." kata Dewi selanjutnya
" Iya mbak sama sama..."
Diambilnya tas selempang nya lalu dia berlalu dengan cepat,. Saking terburu-buru nya tanpa sengaja Dewi menabrak seseorang yang baru masuk cafe itu, hingga membuat Dewi agak sedikit goyah dan terhuyung kebelakang,
" Astaghfirullah... Maaf Pak eh Mas Bang... Aduh" ucap Dewi dengan gagap
" Gak papa " kata pria itu Dingin
" Ada yang terluka Pak eh Mas... Aduh ini mulut gak bisa dikondisikan gimana sih..." sambil membekap mulutnya sendiri setelah itu tepok jidat,..
" Ya Allah maaf ... " sambil menangkupkan kedua tangannya
" Hhhhhmmm... " hanya itu yang keluar dari mulut Sang Pria tadi sambil berlalu pergi
' Issshhh sombong banget seh jadi orang untung cakep kalau enggak... Eh ngomong apa aku ini yah... '
Untuk sejenak Dia lupa akan masalahnya.
Kemudian dia menuju Losmen tempat Dia menginap, baru kali ini Dewi Benar-benar merasakan damai dan tenang.
Yang biasanya rame akan Suruhan suruhan Ibunya yang tiada henti, bentakan Ibunya, bahkan caci makian yang seolah olah Dia melakukan kesalahan paling fatal hingga Dia selalu menjalani hukuman hanya karena masalah sepele.
Itu kalau tidak ada Ayahnya, berbeda jikalau ada Ayahnya Ibunya pasti mencoba mencari cari alasan biar Dia kena tegur sang Ayah atau Ibunya hanya diam saja.
Yah baru kali ini Dia benar-benar tenang tanpa harus menutup telinga karena Omelan sang Ibunya.
'Ah Ibu...' Kata hati Dewi
'Lalu siapa sebenarnya Ibu kandungku??' tanya Dewi dalam hati
' Ah... Hari ini pingin tidur sepuasnya' sambil Senyum-senyum Dia juga mematikan Gawai nya agar tak ada satupun panggilan atau chat masuk ke Gawai nya...
__ADS_1
'Aaahhh.... Akhirnya Aku bisa tidur nyuenyakk tanpa gangguan Mak Lampir lagi' sambil tersenyum cekikikan sendiri Diapun terlelap.
*Waaahhh.... Gimana dengan Dewi kedepannya yah lalu bagaimana dengan keluarganya saat menyadari Dewi gak pulang kerumah...*😊😊