Ibuku Bukan Ibu Kandungku

Ibuku Bukan Ibu Kandungku
Bab 19


__ADS_3

Dengan perlahan Sri pun menuju ke meja nomor sepuluh tersebut.


" Maaf Tuan ini pesanan anda dan mohon maaf atas ketidak nyamanannya." sambil tersenyum Sri pun dengan cepat menyajikan hidangan diatas meja itu.


Nampak Sudrajat sedikit menyunggingkan senyum samar lalu setelah itu diapun tersenyum smirk...


" Setelah selesai menghidangkan makanan ini kamu duduk disitu" Titah Sudrajat sambil menunjuk kursi yang kosong yang berada didepannya.


Sri pun kaget dan nampak matanya pun membola dia masih terpaku ditempatnya.masih tidak percaya dengan pendengarannya.


" Kamu jangan takut asisten saya yang akan berbicara pada atasan mu bahwa kamu saya boking untuk melayani fan menemani saya makan disini,." Sudrajat pun lanjut berbicara pelan tanpa mempedulikan kekagetan Sri.


Nampak wajah Sri berubah pias masih tidak percaya dengan pendengarannya.


" Duduk...!! apa kamu budeg tidak mendengarkan apa yang saya katakan tadi..!!" Tiba-tiba suara Sudrajat naik satu oktaf dan itu berhasil membuat Sri terlonjak kaget.


" Ba baik Tuan..." ucap Sri sambil mengangguk lalu dengan cepat diapun segera duduk dikursi yang diperintahkan tamunya tadi.


" Kamu santai saja aku tidak akan memakan mu dan juga kamu makanlah" ucap Sudrajat pelan dan agak sedikit lembut dipendengaran Sri.


" Ba baik Tuan..." ucap Sri sambil memegang sendok ditangannya.


Nampak sekali bahwa dia sedikit gemetar,diapun segera menyelesaikan ritual makannya dengan cepat agar dia segera berlalu dari hadapan orang yang ada didepannya ini.


" Jangan terburu buru makannya apa kamu begitu kelaparan hingga makan pun kamu hatus dengan cepat??" kata kata Sudrajat tadi membuat wajah Sri menjadi pias dan merona bagaimana dia lupa bahwa tamu yang didepannya tadi itu bukanlah orang sembarangan.


Padahal tadi niatnya hanya ingin segera menyelesaikan makannya dan segera berlalu dari hadapan orang ini, Tapi siapa sangka jika cara makannya dianggap kelaparan oleh orang itu.


Jelas sekali Sri sangat malu dan jika saja dia bisa dia ingin sekali menenggelamkan wajahnya didasar bumi yang paling dalam agar dia bisa bersembunyi dari orang ini.


" Makanlah dengan pelan dan tidak akan ada yang berebut makanan denganmu jika kamu merasa ini kurang aku bisa memesannya lagi jika mau" ucap Sudrajat berhasil membuat Sri makin tambah membuat wajahnya merona memerah karena malu.


" Ti tidak pak... saya hanya ingin segera menyelesaikan makannya dan ingin sekali segera berlalu karena saya merasa tidak pantas disini dan saya rasa ini bukan tempat saya." ucap gadis itu polos Dimata Sudrajat.


Nampak sekali ada rasa kecewa dihati Sudrajat saat ini dengan jawaban dari gadis yang ada didepannya.


Pasalnya banyak sekali para wanita yang begitu antusias mengejar dia agar untuk dijadikan kekasih bahkan sebagai istri sahnya bukan hanya itu tak sedikit pula ada beberapa wanita yang rela ditiduri walaupun tanpa adanya ikatan pernikahan jika itu perlu.


Tapi itu tidak berlaku bagi gadis ini. Dia dengan terang terangan menolaknya meskipun dengan cara yang berbeda. Pemandangan itupun tak lepas dari pengamatan sang asisten pribadinya.


Diapun takut jika bosnya marah akan sikap gadis pramusaji yang ada didepannya itu. Hatinya ketar ketir membayangkan apa yang akan dilakukan Bosnya nanti jika sudah marah.


" Oh... hanya itu?? kenapa kamu sangat ingin menjauh dari sini... apakah kamu merasa tidak nyaman atau tidak suka dengan ku' Tanya Sudrajat pada gadis yang ada didepannya itu.

__ADS_1


Tampak wajah asistennya membola matanya diapun kaget akan sikap pada gadis itu. Ini yang pertama kalinya melihat Bosnya bersikap lembut pada seorang wanita.


Disaat dia memperhatikan bosny Sudrajat pun menoleh kearahnya dan menatapnya tajam dan diapun tahu apa arti dari tatapan bosnya.


" Maaf boz saya tinggal sebentar saya ada sedikit keperluan." pamit Gito pada bosnya.


Sesaat setelah dia berlalu Gito pun bisa bernafas dengan lega melihat Bosnya yang menatap dirinya dengan tajam membuat dia begidik ngeri. Apalagi dengan tatapan mengintimidasi dan aura membunuh orang kuat bisa bisa dia mati tanpa disentuhnya.


Sementara Sri semakin tidak enak dan canggung setelah asisten dari pria yang ada dihadapannya itu pergi.


" Kenapa ?? Apakah kamu takut padaku...? " Tanya Sudrajat sambil mengerutkan keningnya.


" Ehhmm... maaf Tuan saya disini hanya pelayan saya rasa saya sangat tidak pantas berada disini." jawab Sri dengan polosnya.


" Heemm... kamu tidak perlu khawatir dengan uangku tidak akan ada yang berani bicara macam macam tentang kamu" jawab pria tersebut dengan pongahnya.


Sri pun mendongakkan kepalanya kearah wajah pria yang ada didepannya ini.


" Bukan saya Tuan tapi anda.. kalau saya dibicarakan jelek juga tak apa karena saya sudah terbiasa. tapi bagaimana dengan anda tuan?? saya justru khawatir pada anda mengingat anda bukanlah orang biasa saja" ucap gadis itu panjang lebar.


Tanpa diduga jawaban gadis itu pun membuat Sudrajat melongo ' Apa katanya mengkhawatirkan aku karena aku bukan orang yang biasa saja katanya... Astaga...!!' batin Sudrajat bertanya tanya, dan senyum smirk pun timbul dibibirnya.


" Kalau begitu kamu harus bertanggung jawab atas semua itu" kata Sudrajat kemudian.


" Iyah kamu harus bertanggung jawab padaku karena kamu sudah membuatku merasa tidak nyaman." jawab Sudrajat santai.


' Apa... dasar pria gak jelas bagaimana mungkin aku disuruh bertanggung jawab atas apa yang tidak menjadi kewajiban ku' racau Sri dalam hatinya.


" Bagaimana bisa begitu kamu sangat tidak masuk akal memang apa yang kulakukan padamu hingga membuatmu merasa tidak nyaman" protes Sri pada Sudrajat dengan mimik wajah kesal.


Sudrajat pun hanya bisa tersenyum gemas. iya baru kali ini hatinya terpaut pada seorang gadis apalagi gadis yang baru saja dikenalnya.


Dia merasa ada kemistri yang tidak biasa dan tidak bisa diucapkan dengan kata-kata,lalu apakah ini yang dinamakan cinta pertama.


Batin Sudrajat pun berkecamuk diapun berusaha bersikap biasa saja. Walaupun gadis itu tidak nyaman akan dirinya tapi dia bersikap biasa saja seolah-olah tidak ada yang ditunjukkan atas sikap gadis yang ada didepannya ini.


" Lalu... saya harus bagaimana harus bertanggung jawab pada anda Tuan,? saya hanya orang miskin yang bekerja disini,. " tanya Sri pada pria didepannya ini.


" Tidak sekarang tapi nanti dan ingat tidak ada penolakan apapun dan dalam bentuk apapun" ucap Sudrajat santai.


" Kok gitu sih Tuan... bagaimana bisa ada aturan semacam itu... lah aku tadi ngapain anda... Huh... bikin kesal aja tidak jelas pula..." sungut Sri lama lama bikin membuat dia sangat kesal.


" Karena aku sangat berkuasa disini jangan coba-coba menolak atau kau akan tahu sendiri nanti.' kembali Sudrajat nampak mengintimidasi gadis itu agar ada sedikit rasa takut pada gadis itu.

__ADS_1


Sudrajat pun tersenyum simpul dan penuh kemenangan.apapun yang dia inginkan dia harus mendapatkan meskipun dengan cara yang agak sedikit ekstrim.


" Ini tidak adil bagi saya tuan. Anda sangat tidak masuk akal, oke aku akan tanggung jawab asal tidak meminta yang aneh-aneh saja" ucap gadis tersenyum sinis.


Tak ayal Sudrajat pun kaget atas sikap yang ditunjukkan gadis itu.' Waw... ternyata ada gadis seberani ini padaku' Batinnya.


" Hhmm... menarik!!" ucapnya lirih.


" Lalu apakah sekarang sudah selesai Tuan!? saya sangat tidak enak terhadap teman teman saya," ketus Sri kemudian tanpa ada rasa takut sedikitpun.


" Oke.. kamu sudah selesai, dan sekarang kamu bisa pergi dan nanti aku hubungi,. " jawab Sudrajat kemudian.


" Baik... " lirih Sri dengan mimik wajah kesal tapi masih mampu didengar oleh Sudrajat.


Dengan cepat Sri pun membereskan meja yang membuat dia terlibat dengan orang aneh menurut nya.


" Aku tertarik padamu dan aku ingin kita menjalin hubungan yang serius dengan mu" belum selesai Sri membereskan meja itu tiba-tiba Sudrajat mengatakan keinginannya.


Sri pun terlonjak kaget mendengar pernyataan Sudrajat barusan dan dia masih ingin mendengar sekali lagi apa yang sudah dikatakan pria tersebut.


Dia yakin bahwa pendengarannya tidak dalam masalah, dengan malas dia melanjutkan apa yang tertunda tadi yaitu membereskan meja itu segera dan berlalu dari tempat itu secepatnya.


Tatkala Sri sudah selesai dan hendak beranjak dari tempat itu kembali Sudrajat mengatakan hal yang sama.


" Apa kamu sudah tuli Aku tertarik padamu dan aku ingin kita menjalin hubungan yang serius dengan mu" kali ini Sudrajat berkata agak sedikit keras agar Sri lebih bisa mendengar nya.


Dengan memutar bola matanya dengan malas Sri pun membalikkan badannya dan menghampiri pria itu.


" Maaf Tuan ... Anda memang banyak uang tapi anda tidak bisa melakukan apapun sesuka hati anda dan ingat saya bukan wanita yang bisa anda pungut dan setelah bosan anda pun akan melemparkannya.


Dan ingat meskipun saya tidak sekaya anda dan saya adalah orang yang sangat miskin bukan berarti anda bisa melakukan sesuatu dengan seenak jidat anda" dengan menahan rasa amarah dan sedikit sopan Sri berkata panjang lebar.


" Permisi... dan jika setelah ini jika anda melaporkan saya pada bos saya silahkan saya akan dengan senang hati keluar dari sini karena saya tidak ingin berurusan dengan orang seperti anda" ucap Sri pelan tapi penuh tekanan. dan diapun segera berlalu dari situ.


Bukannya marah tapi Sudrajat hanya tersenyum smirk.


' Semakin kamu menolak ku semakin ingin aku mendapatkan mu.' batin Sudrajat


#####


Mengingat kemasa masa itu Sudrajat pun tersenyum tapi hatinya menangis kini dirinya sudah tidak bisa bertemu dengan istrinya.Diapun menangis tergugu...


# Next lagi nanti #

__ADS_1


__ADS_2