
POV
Jam alarm digawai Dewi berbunyi, sudah jadi kebiasaan Dewi pada jam digawai menunjukkan pukul Tiga dini hari sebagai pengingat bahwa sudah waktunya Dia mendekatkan diri dan mencurahkan isi hatinya pada Sang Pencipta.
Lekas Dewi mandi setelah itu berwudhu dan bersiap untuk menunaikan sholat malamnya seperti biasa.
Dalam sujud panjangnya Dewi menangis ter gugu,hatinya begitu pilu sakit dan gelisah.
' Tuhan begitu hinakah Aku dihadapan Ibuku? sedari dulu Aku tak pernah mendapatkan kasih sayang dari Beliau??,.
jika memang dia bukan Ibu kandungku maka pertemukan lah Aku dengan Ibuku ya Tuhan pertemukan Aku dengan keluarga Ku yang sesungguhnya ya Allah...
Sesungguhnya hanya Engkau Sang maha pembolak balikkan hati, sejatinya hanya Engkau yang Maha Segala-galanya diatas Segala-galanya.
Allahummagh Firli dzunubi waliwaalidaiyah warhamhuma kama robbayani shoghiro
Robbana atina fiddun yah Hasanah Wafil aakhiroti Hasanah waqinaa adzaabannar...
Begitu selesai dalam munajat nya Dewi tak langsung beranjak dari sajadahnya Dia lanjutkan dengan berdzikir sampai waktu subuh tiba.
*********
POV
Sementara itu diRumah keluarga Aditama.
Sang Ayah yang tadinya gelisah nampaknya sudah mulai terlelap.
Sedangkan Devan yang tadinya ketiduran karena kecapekan kini dijam yang sama pukul tiga dini hari Diapun terbangun, ntahlah mungkin karena sudah terbiasa ataukah karena kegelisahannya akan dimana keberadaan sang Adik.
Bergegas Dia menuju kamar mandi, setelah ritual mandinya selesai dilanjutkan dengan berwudhu.
Dalam sujud panjangnya Devan pun berdoa pada Tuhannya Diapun berdoa agar segera dipertemukan dengan sang Adik.
Bagaimanapun Dia juga sangat menghawatirkan Dewi, dia juga tak menampik bahwa dia juga sangat merindukan sosok Dewi
__ADS_1
**
POV Devan
Aku bingung hatiku kacau bagaimana Dewi bisa dengan berani keluar rumah tanpa bicara dulu padaku kek ataukah pada Ayah.
Apa dia tidak tahu betapa Ayah sangat menghawatirkan Dia, Dewi dimana Kamu?
Habis sholat subuh pun Aku masih tak bisa pejamkan mata, ingin sekali Aku istirahat sebentar bahwa betapa lelahnya body.
Aku tak menampik bahwa Dewi tumbuh jadi Gadis yang cantik dan menawan, lelaki mana yang tak jatuh hati akan kecantikan Dewi...??
Dia begitu sempurna sebagai seorang wanita, karena itulah Ibuku juga cemburu akan kecantikan Dewi, bahwa Anak gadisnya tak secantik Dewi.
Yah aku tau siapa Dewi sebenarnya Dia bukan adik kandung ku Aku tahu Dia anak siapa,. latar belakang Dewi seperti apa Aku juga tahu.
Diam diam aku menyelidikinya, aku penasaran kenapa Ibuku sangat membencinya hingga suatu hari aku mendengar Ayah dan Ibuku bertengkar karena perlakuan Ibuku yang tak wajar pada Dewi.
Ibuku memperlakukannya dengan seenak hati tapi justru Ayah yang tak terima, dari situlah aku berfikir siapa sebenarnya Dewi??,. Kenapa Ibuku sangat membencinya sedangkan Ayahku begitu menyayangi Dewi.
Tadinya Aku juga berfikir apakah Ayahku selingkuh dari Ibu,.
Akses informasi tentang Ibunya pun terbatas,
Anak buah Ku bahkan sampai saat ini belum tahu dimana keberadaan Ayahnya Dewi.
Ah... Dewi dimana Kamu baby..
Apakah Aku benar-benar sudah jatuh cinta pada Adikku sendiri ya Allah??.
Ku ambil gawai ku segera ku hubungi anak buah ku
" Rio bagaimana sudah Kau temukan Dewi..." tanyaku pada anak buah ku
" Maaf pak Saya Benar-benar kehilangan jejak tapi ada kemungkinan Adik anda sudah diluar kota, dari sekian banyak hotel dan penginapan kecil seperti losmen Saya datangi tak ada yang atas nama Dewi Adik Anda"
__ADS_1
" Aku tidak mau tau segera temukan Dia bagaimana pun caranya tapi ingat,,, pastikan Dia Baik baik saja mengerti...!!!"
" Siap pak..." jawab Rio singkat
Aaarrrggghh.... Sial....
Shitt.
Dewi kau begitu pintar baby hingga Anak buah ku pun tak bisa melacak mu.
Setelah Kau kutemukan tak akan kubiarkan kau lepas begitu saja, Kamu milikku hanya milikku,
**
Pagi ini disaat sarapan kulihat Ayah dan Ibu saling diam sedangkan kedua Adikku cuek cuek saja dan bahkan terkesan tak peduli.
"Devan bagaimana apa Kau sudah ada titik terang dimana Adikmu " tanya Ayah seketika
Belum ku jawab Ibu sudah menimpali
" Sudah gak usah dicari orang perginya atas kemauannya sendiri Yoh bukan Kita yang mengusir,, Lagian Dia juga sudah Dewasa..." kata Ibuku tenang Seolah-olah Dewi orang pesakitan yang tak perlu dipedulikan.
" Cukup... Kalau Kau tak ada empati soal Dewi sebaiknya tutup mulutmu..." ucap Ayahku dalam emosi.
" Kalian ini para Orang tua gak bisa kasih contoh yang baik apa Kami ini lelah liat dan dengar kalian ribut soal Dewi Dewi Dewi lagi gak bosan apa" seloroh Ronald
" Ronald yang sopan pada orang Tuamu atau kau ingin aku hajar hah... " emosiku memuncak saat itu juga,
Bagaimana bisa si bungsu bicara dengan tidak sopannya pada Ayah dan Ibu
" Apaan sih Kakak yah kalau udah bahas Dewi suka lupa kalau Adeknya bukan hanya Dewi saja tapi ada Aku Kak Alexa Adek perempuan Kakak yang nomor tiga" ucap Alexa cemberut kulihat matanya tajam menatap kearah ku dan disaat kutatap dengan sorotan tajam pula lekas Dia menunduk takut.
" Lagian yah..." ucap Alexa sendu sambil menunduk
" Cukup... kalian kalau sudah selesai makan lekas berangkat kuliah sana dan Kamu Ronald jaga sikapmu..." perintah Ayah penuh penekanan
__ADS_1
" Aku berangkat,.. Ayah jangan khawatir Aku pasti menemukan Dewi secepatnya"
Bergegas Aku berangkat ku lajukan mobilku dengan kecepatan sedang sambil tengok kanan dan kiri siapa tahu Aku lihat Dewi.