Ibuku Bukan Ibu Kandungku

Ibuku Bukan Ibu Kandungku
Hampir ketahuan


__ADS_3

POV Dewi


Tanpa Kusadari Aku tertidur diatas sajadahku, rencana hari ini Aku mau beli kartu baru, dan Aku harus mencari pekerjaan agar Aku bisa bertahan hidup.


Selesai dengan Ritual mandi Aku pun gegas ganti pakaian dan sedikit berias agar gak Pucat pucat amat.


Kuambil tas selempang lalu gegas aku beli kartu SIM card baru agar aku bisa lekas menghubungi Niken sahabatku.


Setelah dari counter terdekat gegas Aku ganti SIM card nya setelah itu ku hubungi Niken


" Halo Ken ini Aku Dewi sorry Ken Aku gak jadi indekost yang masih area dalam kota Aku ingin diluar daerah aja untuk kuliah sudah Kamu urus kan surat kepindahan ku" cerocosku tanpa henti


" Woy... Pelan pelan dong ngomongnya sebenarnya ada sih tempat indekost yang sesuai yang Kamu mau... Untung belum Aku DP orang nya" kata Dewi menjelaskan


" Hhmm gitu yah tapi makasih yah..."


" By the way Kamu rencana mau indekost dimana" potong Niken cepat


" ini Aku lagi cari didaerah bo*** jawabku singkat."


" Oooohhh rencana kamu indekost daerah situ" tampak dari kata Niken seperti sedang berfikir keras


" Dew Aku punya rumah kecil didaerah situ kalau Kamu mau Kamu bisa menempati rumah itu soalnya sudah lama gak ada yang menempati karena itu dulu rumah Nenek, setelah Nenek tiada jadi kosong deh kan Mamaku Anak tunggal" ucap Niken penuh semangat kemudian berharap agar Dewi mau menerima tawarannya.


" Tapi Ken ... Aku jadi gak enak sama Kamu"


" Udahlah Dewi.. Jangan gak enak hati gitu daripada rumahnya nanti tak terurus.


Gini aja Kamu anggap itu ngontrak dan bayarnya Tiap satu atau dua Minggu sekali Kamu masakin Aku masakan Kamu yang paling enak gimana??? yah yah yah


Pliiisss mau yah Dew ???" pinta Niken diseberang sana


Aku diam sejenak lalu kemudian " Oke deh Aku mau tapi jangan bilang Siapa siapa yah ??


aku gak mau siapapun tau Aku ada disitu nanti" ucapku memohon


" Asshiaap boozz"


" But Aku jemput Kamu sekarang yah mumpung masih free nih, oh yah... Aku juga mau ngasih tahu sesuatu ke Kamu" ucapnya kemudian


" Hemm apa itu Ken... Pentingkah?" tanyaku kemudian


" Yap bisa dibilang gitu..."


Kuhembuskan nafas kasar rasanya ini jadi semakin berat buatku.


" Dew... Kamu masih disitu kan...??" tanya Niken khawatir padaku

__ADS_1


" I am okay baby... Okay hari ini Aku tunggu di jalan Pattimura nomor 45 okay?? pintaku dengan penuh semangat.


" Okay see you baby tunggu Aku tiga puluh menit lagi... " kemudian hp dimatikan sepihak


Hhmm masih ada waktu buatku berkemas, astaga itu kan Kak Devan ngapain Dia ke daerah sini lebih baik Aku tutup wajahku.


Kupakai masker yang selalu kubawa dalam tas kecilku lalu aku gunakan kresek hitam buat nutupin tas selempang ku aku takut kak Devan mengenaliku karena tas ini juga hadiah darinya pas ultahku tahun lalu, tas ini cuma ada dua dan salah satunya yah jadi milikku ini.


Gawat kak Devan semakin mendekat bagaimana ini, tak dapat ku pungkiri jantungku saat ini berpacu dengan cepat tanpa bisa ku hentikan lagi,


Tubuhku juga bergetar hebat lututku lemas seolah-olah tulang ku lepas semua dari tubuhku.


Aku tahu siapa Kak Devan dia akan melakukan segala cara agar apa yang dikehendaki bisa tercapai


Allah jantungku .... Yah jantungku semakin cepat terpacu seolah-olah mau lompat keluar.


Ya Allah lindungilah hambamu jangan biarkan Kak Devan tahu keberadaan ku saat ini karena Aku masih belum menemukan jati diriku sesungguhnya.


Disaat Kak Devan melihatku gegas Aku balik arah Seolah-olah mencari barang yang hilang aku berakting agar tak ketahuan Kak Devan.


Disaat Aku sedang berjalan kearah kanan tiba tiba Kak Devan memanggil ku


" Mbak maaf apakah Mbak tahu Gadis ini, Dia Adikku belum pulang sedari kemarin" tanya Kak Devan sambil memperhatikan setiap gerak gerik ku


" A a a aku ti ti tidak ta ta tahu Tu tu tuan" jawabku pura pura gagap


Tapi dari sorot matanya Kak Devan tak lepas memandang ku


Kutatap Kak Devan Diam diam tampak dari gurat wajahnya bahwa Dia sangat khawatir akan diriku


"Wah cantik juga yah Mas Adeknya... Tapi sayang sekali kami tidak melihat nya." jawab Pria itu, dan Kak Devan pun Manggut-manggut.


" Kalau gitu saya permisi Mas... " pamit Kak Devan kemudian.


" Baik Mas Hati hati dan semoga lekas bertemu dengan Adeknya " pria itu menyemangati


" Ok..." sambil berlalu Kak Devan sebentar melirikku setelah itu kulihat tatapannya entah sulit kuartikan


Maaf Kak !! batinku


" Ehem... jangan dibuka dulu maskermu Aku tahu dirimulah yang dicari Pria itu,.." kata Pria itu menimpali


" Maaf merepotkan... Tapi Ngomong ngomong Kamu tahu dari mana kalau Aku yang dicari sedangkan.."


" Sedangkan dirimu pake masker dan ... " ucapnya menggantung seolah-olah membuat aku jadi tambah penasaran


" Kalau gak mau ngasih tau yah sudah gak usah dikasih tahu..." ucapku sambil berlalu

__ADS_1


" Hei... Tunggu jangan marah dulu belum juga Aku jawab Kamu udah main serobot aja"


" Gak perlu dan juga gak penting" kataku lagi


" Hei ... Tadi Aku liat Kamu dicounter hp beli SIM card tapi ada yang aneh dengan dirimu lalu Diam diam Aku membuntuti Kamu dan yah yang kulihat kejadian ini tadi, seharusnya Kamu berterimakasih dong padaku karena sudah membantumu"


" Ooohhh gitu yah udah makasih atas bantuannya Mas.... Sudah kan.. Dan sekarang Saya gak bisa Lama lama karena ada keperluan."


" Hei tunggu... Aku kasih tau Kamu jangan lepas masker mu dulu orang itu masih mengawasi mu lewat orang suruhan dan Aku rasa Dia Diam-diam membuntuti Kamu" seketika jantungku berdetak sangat kencang kembali dan Tiba tiba tubuhku pun bergetar hebat.


" Astaga... Kenapa Aku bisa lupa kalau Kak Devan itu cerdik Dia gak akan mungkin percaya gitu aja, apalagi Dia punya banyak anak buah.


Iiissshhh.... Kenapa Aku bisa lupa akan hal ini yah' batinku sambil ku usap wajahku kasar.


" Maaf Mas apakah Kau bisa membantu ku ?? Aku gak mau ketahuan dulu sebelum Aku tahu siapa di.... " hampir saja keceplosan akan tujuanku kabur dari rumah.


" Ja jadi apa yang harus Saya lakukan?!" tanyaku minta pendapat pada pria asing ini.


" Kamu mau kemana Aku antar agar orang suruhannya berhenti membuntuti mu kita kecoh mereka."


" Tapi Aku ada janji dengan sahabat ku dia pasti sedang menunggu ku disana"


" Kamu telfon Dia kita ketemuan ditempat dimana Dia bisa langsung jadi tujuannya agar Orang-orang itu tidak curiga, jangan khawatir Saya bisa dipercaya dan Aku gak jahat kok Aku Baik orang nya" katanya sambil nyengir


Aku diam sejenak kemudian Aku menganggukkan kepala.


kemudian ku telfon Niken dan Ku jelaskan kenapa Aku masih belum bisa datang ketempat ketemuan, lalu ku minta alamat rumah yang dimaksud Niken.


Hhhhhhh


Ku hempaskan bokongku di jok mobil depan Pria itu. Kami menempuh perjalanan dengan diam tanpa ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut Kami.


Meskipun hanya sekedar basa basi saja, Kami seolah-olah hanyut dalam pikiran Kami Masing-masing.


" Namaku Nicolas Manafe " katanya kemudian memperkenalkan diri dan untuk memecah kesunyian diantara Kami.


" Aku Dewi Diandra itulah namaku, dan maaf tadi Aku sempat curiga sama Kamu" jawabku kemudian


" Heemmm"


'senyum nya ya Allah manis banget, iisshh apa an sih' rutukku dalam hati.


" Orang itu tampaknya masih mengikuti sebaiknya Kita keliling dulu" katanya sambil lihat spion mobil yang mengarah kebelakang.


Disaat Aku lihat dari spion juga Aku terkejut bukan hanya satu orang tapi dalam mobil itu ada Dua orang, yah Dua dan salah satunya adalah Kak Devan.


Tampaknya Dia masih curiga padaku dan masih belum menyerah juga.

__ADS_1


" Gini aja kita kerumah Ku gimana untuk meyakinkan mereka agar mereka berhenti membuntuti Kamu, dan jangan khawatir ada Mama kok dirumah," ucap Nicho


Tanpa berfikir panjang lagi dan Aku ingin agar segera lepas dari kejaran Kak Devan Aku pun mengiyakan saja.


__ADS_2