
POV Devan
Hari ini aku berkeliling dikota sebelah entah mengapa hatiku mengatakan kalau Dewi ada dikota ini.
Disaat aku fokus akan pencarian ku Tiba tiba Aku melihat sosok yang kemungkinan itu adalah Dewi.
Yah aku yakin bahwa itu adalah Dewi, hanya saja Dia pake masker,. disaat Aku mencoba untuk mendekat ada yang aneh disaat Aku pura pura bertanya
"Mbak... Apakah Mbak tahu Gadis ini, Dia adikku belum pulang sedari kemarin" tanyaku pada Gadis itu
" A a a Aku ti ti tidak ta ta tahu tu tu tuan" jawabnya tergagap ataukah hanya pura pura gagap agar tidak ketahuan olehku??
Karena Aku tahu siapa Dewi Dia sangat pintar dan cerdik.
Tapi tiba-tiba muncul seorang Pria yang mengaku sebagai kakak Gadis itu tapi Aku tidak yakin bahwa itu adalah kakaknya.
" Maaf Mas ini adek Saya Dia memang gagap dan juga pemalu, ada perlu apa mas boleh Saya lihat foto yang Mas pegang" kata Pria itu Tiba tiba muncul dari arah berlawanan.
Entahlah Aku tak yakin bahwa mereka benar-benar bersaudara,
Hhhmm !!! akan kuselidiki nanti,sambil berkirim pesan dengan anak buahku.
Ku minta pada anak buahku untuk segera menyusul ku.
Kulirik Gadis itu dan tampak gurat ketakukan dan kegelisahan nya yang tidak bisa disembunyikan.
Oke kita lihat nanti sampai kapan kalian akan bersandiwara, kalau memang benar mereka bersaudara berarti filingku yang salah.
" Kalau gitu Saya permisi Mas... " pamitku
" Baik Mas hati hati dan semoga lekas bertemu dengan adeknya " pria itu menyemangati
" Ok..." ucapku sambil berlalu.
Sebelum Aku beranjak dari sini Kulirik sekali lagi gadis itu, kulihat matanya iya itu mata yang sama milik Dewi.
__ADS_1
Ataukah Aku hanya berhalusinasi saking inginnya Aku bertemu dengan Gadis kecilku, sungguh Aku sampai stress memikirkan nya.
Andai Ibuku tidak egois, seharusnya beliau bersikap lebih bijak, Dewi tak tahu apa-apa kenapa dia yang jadi korban disini.
"Awasi mereka dan jangan sampai ketahuan" titah ku pada anak buah ku.
" Baik pak.. " jawabnya
" Pak mereka masuk mobil,.. " kata anak buahku
" Oke ikuti jangan sampai kehilangan mereka, Aku tak yakin mereka bersaudara" ucapku pelan.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang karena menyesuaikan mobil yang kami ikuti,
" Mereka berhenti Pak..."
" Kita lihat dulu situasi nya." kataku memerintah
Sudah hampir 3 jam kami berada dimobil sambil mengawasi, Rumah yang begitu besar tampaknya mereka bukan orang sembarangan.
Dilihat dari banyaknya pengawal, dan cctv tampak disegala penjuru.
Kuhembuskan nafas kasar, apakah Aku benar-benar salah tadi?, tapi aku yakin bahwa itu adalah Dewi.
Aku menyerah untuk kali ini.
" Kita balik tapi...." kataku menjeda
" Kita bayar orang untuk tetap mengawasi Rumah ini sementara ini kita balik"
" Baik Pak... sesuai perintah Anda" jawabnya hormat.
Dewi kenapa sulit sekali menemukan dirimu, kuakui kau benar-benar mengenalku hingga kau gunakan kecerdasan mu untuk mengecoh ku.
Dalam perjalanan pulang pikiran ku menerawang jauh masih kuingat bagaimana Dewi kecil selalu ceria.
__ADS_1
Dia juga bahkan sangat manja, apalagi padaku atau Ayah, Dia gadis kecil yang imut nan lucu.
Tapi masih kuingat wajahnya akan berubah murung jika ada Ibu, ah.... Ibu kenapa kau begitu egois Bu... Dewi tak tahu menahu akan apa yang kau permasalahkan,...
Aku tahu Dewi bukan Gadis biasa Dia adalah putri konglomerat ternama nomor 2 di Indonesia ini, itu baru kuketahui kemarin saat anak buahku berhasil mendapatkan data data tentang Dewi dan keluarganya.
Dan pada saat ini Dewi jadi incaran banyak orang, termasuk musuh internal sang Ayahnya,.
Dewi,,,, !!!
Disaat Aku tahu dirimu dalam bahaya aku semakin ingin melindungimu Dek... dimana Kamu. !!!
Tak tahukah kau seberapa khawatir nya diriku akan dirimu !?
" Apakah Kamu sudah hubungi orang yang akan membantu kita mengawasi rumah besar itu?? " tanyaku pada anak buahku.
" Sudah Pak....!!!" jawabnya pasti.
" Pastikan jangan ada yang terlewati." titahku
" Pasti Pak....!!"
*****
Pov author
Sementara itu diRumah keluarga Aditama tampaklah Sang Ayah yang nampak gelisah, sedangkan Istrinya tampak bersikap biasa dan datar, kekhawatiran suaminya akan Dewi yang notabene bukan Anak kandungnya semakin membuat kecemburuan Istrinya memuncak.
Bagaimana mungkin Dia begitu menyayangi Anak orang daripada Anak anaknya sendiri, apalagi pada Putra bungsunya seolah-olah mereka itu ibarat kucing dan tikus tak pernah akur sama sekali.
Apalagi saat Dia melihat putra sulungnya yang begitu menyayangi Dewi. Semakin memuncak amarahnya,
Iya....
Diam diam dia memperhatikan sang Putra dan ternyata putranya punya perasaan yang beda dengan Dewi si anak pembawa sial itu. Dalam hati Lastri pun merutuki Dewi mengutuk dan masih banyak lagi.
__ADS_1
***
Buat para pembaca mohon saran dan kritikannya yah masih baru nih... 😁😁🤩😍😘😘 * salam satu jiwa.... eak jiwa membaca*