
" Bagaimana sudah ada perkembangan?? " Tanya Devan pada anak buahnya.
" Masih belum Pak, Tadi ada mobil keluar tampaknya cuma pria yang kemarin dengan temannya" kata anak buahnya diseberang sana.
" Teman nya itu laki laki atau perempuan??" kembali Devan bertanya
" Laki laki Pak ... " jawab anak buahnya.
" Ya sudah lanjutkan jangan sampai ada yang terlewati" titah Devan pada anak buahnya.
" Hhhhhhhhh.... Dimana kamu Dew,... Tidak tahukah kamu dek kakak sangat khawatir padamu" batin Devan cemas
Ceklekk
Dibalik pintu tiba-tiba Ayahnya masuk tanpa permisi pasalnya Dia ingin bertanya tentang perkembangannya dalam pencarian adeknya Dewi.
" Bagaimana Nak apakah kau sudah dapat petunjuk tentang Dewi,,,? " tanya Ayahnya gelisah, tampak sekali gurat kekhawatiran yang tidak bisa di sembunyikan dari wajahnya.
" Belum Ayah Dewi terlalu cerdik dan pintar, ternyata Dia benar-benar mengenal seorang Devan. Dia berhasil mengecoh ku Yah...." jawab Devan tak bersemangat.
" Tapi Ayah jangan khawatir Devan pasti akan menemukannya walau Devan musti berkorban segalanya, Dewi segalanya bagi Devan Yah... Devan mencintainya" tanpa sengaja Devan membuat pernyataan tentang perasaannya.
" Apa maksudmu Nak... " Tanya Aditama sambil melotot tak percaya akan peryataan cintanya terhadap Dewi kepadanya.
Devan mengusap wajahnya kasar ingin rasanya Dia berteriak, kalau saja ini bukan dirumah kalau saja ini ditempat lain dan tak ada seorang pun, Dia pasti akan meluapkan apa yang jadi beban pikirannya dengan berteriak sekencang kencangnya.
" Devan tahu Yah... Dewi bukan adik kandung Devan Dia anak dari ibu Sri sahabat Ayah, dan Aku juga sudah menyelidiki semua tentang jati diri Dewi Yah..." tutur Devan menjelaskan kepada Ayahnya siapa Dewi sebenarnya.
"Dewi bukan anak orang biasa Dewi anak dari konglomerat terkaya kedua di Indonesia, bahkan saat ini Dewi sedang dalam bahaya, dulu Dewi tak dikehendaki oleh keluarga besarnya karena pas didalam kandungan Dia bukan anak laki-laki tapi melainkan anak perempuan.
Karena itulah kakeknya berusaha melenyapkan Dewi yang saat itu masih ada dalam kandungan.
Ayah tahu sekarang Dewi benar benar dalam bahaya, pihak keluarga besar mereka ada yang mengincar Dewi Yah,,, ingin melenyapkan Dewi Karena Dewi dianggap penghalang mereka. karena hanya Dewi satu satunya cucu mereka,." kembali Devan menjelaskan tentang latar belakang Dewi, dengan sedikit bergetar Devan mengatakan kepada Ayahnya bahwa Dewi dalam bahaya.
"Saat ini Devan benar benar khawatir Yah... Sangat khawatir, Dia cinta pertama Devan." nampak gurat kekhawatiran Devan diwajah tampannya.
Tatapan nya menerawang bahkan pikiran nya pun bercabang, jika sesuatu terjadi pada Dewi apa yang harus dilakukannya, bahkan Devan tak berani berspekulasi terlalu tinggi.
Devan tak bisa membayangkan kalau harus kehilangan Dewi secepat ini, Devan ingin selalu bersama Dewi apapun yang terjadi bahkan sampai umur mereka tak lagi muda.
__ADS_1
Dengan menggebu Devan menceritakan semuanya pada Ayahnya, Aditama hanya diam terpaku mendengar cerita Devan ..
Ternyata putra sulungnya lebih tahu dari dirinya, dia hanya tahu bahwa Sri dipaksa menggugurkan kandungannya dikarenakan suaminya tak menginginkan anak perempuan.
Sementara itu di balik pintu tanpa diduga Safitri Ibunya mendengarkan perbincangan antara Ayah dan Anak itu, Dia pun kaget lantaran yang Dia tahu bahwa suaminya ada hubungan dengan wanita lain yang tak lain adalah sahabat nya dan juga sahabat suaminya dimasa mereka kuliah dulu.
Ternyata Dia benar-benar salah paham akan Dewi, hanya karena dibutakan oleh rasa cemburu dan amarah yang menimbulkan dendam yang tak berkesudahan.
Tanpa disadari bulir bening telah jatuh di pipinya Dia sangat menyesal bagaimana mungkin dia membenci anak yang selama ini Dia rawat dengan tidak ikhlas hanya karena ancaman dari suaminya.
" Jika kau tak bersedia merawat putrinya Sri maka Aku dengan senang hati menceraikan mu saat ini juga" begitulah ancaman dari suaminya waktu itu.
" Maafkan Ibu Nak..." batin Safitri.
" Ibu... Ngapain Ibu ada disini ??.. kayak lagi nguping aja" tiba tiba Alexa muncul dan menegurnya tanpa jeda
" Eh... Eng enggak nguping kok Nak ,. Ibu tadi hanya tak sengaja mendengar Ayahmu bicara dengan Kakakmu jadi Ibu penasaran aja,. Oh yah bagaimana kuliah Kamu hari ini sayang.." Safitri mencoba mengalihkan perhatian dari pertanyaan putrinya.
" Biasa aja gak ada yang istimewa,. Oh ya Bu.. Emang apa sih yang dibicarakan Ayah dan Kak Devan didalam ?? pasti lagi ngomongin soal Kak Dewi...?? Bosen tiap hari Kak Dewi Mulu sekali kali Aku gitu kek diperhatikan,. emang cuma Kak Dewi aja anaknya?? Huuh...!!" sungut Alexa kesal.
" Ibu... Kata teman teman, Alexa sama Kak Dewi itu wajahnya berbeda emang Kak Dewi itu anak kandung Ayah dan Ibu ataukah Aku yang bukan anak kandung Ayah dan Ibu??" kesal Alexa saat mengingat teman temannya selalu bilang gitu.
" Ngaco kamu... Mana ada begitu kalian semua anak anak Ayah dan Ibu..." ucap Safitri dengan berkaca kaca, tiba tiba Dia mendongakkan kepalanya agar bulir bening itu tak jadi keluar dari tempatnya.
Aditama pun terisak tergugu Dia merasa bahwa dirinya sudah gagal mengemban amanah dari sahabatnya.
" Ayah jangan menyesali diri Devan akan berusaha mencari Dewi dengan gigih yah...!! kita hanya butuh kesabaran ekstra,. "
" Devan siapa yang sudah mencoba mencelakai Dewi Dev... siapa orangnya Ayah benar benar gelisah memikirkan semuanya"
" jangan khawatir Yah... Devan akan berusaha yang terbaik, tak akan kubiarkan Dewi dalam bahaya" tanpa sengaja kedua tangannya mengepal erat.
" Ayah istirahat saja oke nanti Devan akan beritahu perkembangannya" janji Devan pada Ayahnya agar sang Ayah bisa tenang dari kegundahannya akan sang putri kesayangannya.
Tanpa berkata Aditama pun berlalu, tanpa menoleh sedikitpun dan tanpa Dia sadari bahwa Istrinya memperhatikannya.
Sedangkan Safitri hatinya mencelos begitu saja Dia benar benar bersalah pada suaminya, ingin rasanya dirinya memohon ampunan pada sang suami akan kesalahannya yang telah menuduhnya berselingkuh, bahkan mengatakan bahwa Dewi adalah hasil selingkuhan Dia dan sang sahabat.
Kembali ia terisak, betapa bodohnya Dia.
__ADS_1
Tanpa Dia sadari Alexa yang dari tadi duduk disampingnya memperhatikan sang Bunda dengan tatapan aneh, 'Ada apa Antara Ayah dan Ibunya' batin Alexa.
Ah... Alexa pun tak ambil pusing Diapun lanjut bermain dengan gawainya... Dengan berselancar disosmed.
*****
Sementara ditempat lain Nicolas dan Dewi masih berputar putar saja demi mengecoh sang penguntit, Nico pun akhirnya memutuskan berhenti disebuah cafe.
" Kenapa kita berhenti Nico ... ??" Tanya Dewi.
" Kita tak bisa menggunakan cara yang sama seperti yang kita lakukan terhadap suruhan kakakmu, kita cari cara lain" jawab Nico
" Lalu apa yang akan Kamu lakukan Nico...??" tanya Dewi lagi
" Kamu diam saja dan ikuti caraku..." kemudian Nicolas mengambil benda pipih disaku celananya, terlihat Dia mencoba menghubungi seseorang yang entah siapa.
" Hai brow... Kamu bisa tolongin Aku gak...??" pinta Nico pada seseorang diseberang sana.
" Oke ... Aku minta tolong pinjam mobil sportmu lalu kamu belikan Aku satu stel kaos dan celana lengkap aksesoris dan juga pakaian wanita syar'i lengkap untuk ukuranya sama dengan ukuran adekku,. Kamu ingat kan ??" kata Devan
" Aaahh... Udah jangan banyak ba***lah cepetan sini Aku tunggu tiga puluh menit dari sekarang dan tidak ada tapi tapi an... Nanti aku transfer uangnya..." lanjut Devan
" Ok ... Thanks yah,... See u" dengan menghembuskan nafas kasar dan cepat Devan menutup telfon.
" Kamu pesan minuman atau makanan terserah sambil menunggu temanku kesini,.
Oh yah nanti kita akan bertukar mobil dan sebelumnya kita ganti kostum agar tak ketahuan,." ucap Devan lagi
Sedangkan Dewi hanya bisa diam sambil berbalas chat dengan Niken, Dia pasrah dengan apa yang akan terjadi padanya, Dia juga tak menyangka jika keadaan akan semakin serumit ini.
" Ah... Andai Aku tak kabur dari rumah" batinnya
" Kau lihatlah mereka diseberang sana Mereka menunggu kita" dengan tatapan tajam yang dimiliki Nicolas dan lepas dari tatapan kearah yang dituju yaitu seberang jalan dimana sang penguntit berada.
" Dewi... Kamu yakin tidak sedang berurusan dengan siapapun... Aku tak yakin Kamu orang biasa saja!!" sambil mengangkat alisnya sebelah Dia bertanya pada Dewi.
" Itu juga yang ingin kucari tahu Nico... Maaf sudah merepotkan" jawab Dewi sendu.
Hhhhhhhh
__ADS_1
" Ya sudahlah..." kembali Nicolas diam sambil menunggu temannya mereka menyantap makanan yang terhidang.
*****