
Sementara itu diRumah Keluarga besar Aditama suasana yang tadinya tenang kini heboh oleh Ayahnya yang khawatir akan keadaan Dewi karena belum pulang dari kuliahnya.
"Alexa sudah Kau hubungi Teman teman Kakakmu Dewi" tanya Ayahnya pada Alexa.
" Sudah Yah gak ada yang tahu katanya bahkan tadi pagi Kak Dewi gak masuk kelas" jawab Alexa dengan santainya
" Issshhh kemana Anak itu gak biasanya dia kayak gini,.." Kata Ayahnya sambil Mondar mandir gak jelas.
Tampak gurat kekhawatiran yang luar biasa diwajah Tuanya
' Dewi kemana kamu Nak?? Apakah Kamu sudah mendengar apa yang Ayah dan Ibumu perdebatkan tadi pagi hingga Kamu gak pulang Nak' batin Aditama bermonolog dalam hati.
Iya tadi Dia melihat Dewi keluar dengan terburu-buru bahkan kesannya seperti marah dan kecewa dengan membawa tas ranselnya.
Buru buru Ia buang fikiran negatifnya, sambil duduk Dia memijit pelipisnya hatinya begitu tak tenang, Dia rindu Putrinya itu iya Dia Benar benar merindukan Putri kesayangannya itu meskipun Dia terlahir dari perempuan yang bukan Istrinya melainkan dari rahim sahabatnya.
Sekian tahun dia sembunyikan fakta bahwa Dewi adalah Anak sahabat nya yang dimana saat itu Dia dengan suka rela mengandung benih dari darah seorang konglomerat ternama di ibukota ini.
Yah ibunya Dewi adalah istri dari seorang konglomerat yang bernama Sudrajat Adijaya hanya karena Istrinya mengandung Anak perempuan Dia disuruh Keluarga besarnya untuk menggugurkan kandungannya walaupun mereka tau usia kandungannya sudah 6 bulan.
Bagaimana mungkin seorang Ibu tega membunuh Anak yang ada dalam kandungannya. Bahkan Dokter pun tidak berani karena bagaimanapun Anak yang ada dalam kandungan Sri Rahayu itu yah namanya Sri Rahayu itu nama Ibu kandung Dewi
Kandungan yang sudah besar dan tidak bisa digugurkan bahkan sebagian Dokter angkat tangan tidak berani bertindak karena bagaimanapun juga ini menyangkut nyawa.
Tapi yah tapi Uang adalah Segala-galanya hanya karena Uang ada salah satu Dokter yang berani dan mau melakukan aborsi, beruntung Sri bertemu dengan Perawat baik yang mau membantunya melarikan diri dari klinik itu.
Dengan sekuat tenaga Sri berlari dan pergi sejauh mungkin tapi disaat ditengah jalan Dia hampir pingsan disitulah Dia bertemu dengan sahabat kuliahnya yaitu Aditama. Dulu Aditama jatuh hati padanya tapi karena Sri sudah punya tambatan hati Aditama pun mundur.
Dengan pertolongan Aditama Sri Rahayu pun dibawah kerumah Neneknya yang sudah lama tidak ditempati karena daerahnya yang jauh dari keramaian disana juga suasananya lebih sejuk dan indah. Karena jauh dari keramaian Ibu Kota itulah yang membuat tak satupun salah satu diantara keluarga besarnya yang mau tinggal disana.
Pagi harinya Sri bercerita perihal apa yang menimpanya sambil menangis terisak Sri sangat tertekan dan ketakutan yang amat sangat. Takut akan kehilangan Bayinya.
Tanpa disadari kedua tangan Aditama mengepal kuat.
Aditama pun meminta pada Sri agar Dia tenang dan tidak usah khawatir karena disini jauh dari keramaian. Disini juga ada pembantu yang siap membantu Sri dalam mengurus sesuatu keperluan dia selama disini.
Sudah beberapa bulan Sri tinggal ditempat Neneknya Aditama,
disitulah Istri Aditama menemukan kejanggalan pada Suaminya yang mana setiap satu bulan sekali selalu bilang keluar kota katanya ngadem dari keramaian Ibu Kota.
Tapi firasat Sulastri sangat peka Dia tau ada yang disembunyikan dari Dirinya dan Dia harus tahu itu.
__ADS_1
Diam diam dia pun mengikuti Suaminya dan alangkah terkejutnya dirinya yang melihat suaminya bertemu dengan Perempuan dirumah Neneknya.
Dan Dia tahu siapa perempuan itu Dia adalah Mantan sahabatnya dan yang pernah dicintai Suaminya tapi rasa cinta itu bertepuk sebelah tangan.
Seketika jantung nya berpacu dengan cepat emosi rasa cemburunya yang menguasai hingga membuat Dia kalap dan Bar bar
Tak bisa ditolerir lagi ucapnya dalam hati sambil berlalu menghampiri keduanya.
" Oohhh... Disini yah tempat Kau ngadem Yah..." ucap Sulastri masih dalam amarah dan emosi
" Su Sulastri..." Ucap Aditama terbata
" Kenapa kaget... Kenapa Aku bisa tahu gitu" Ucap Sulastri sarkas
masih emosi yang menggelayuti dadanya yang membuat sesak nafas dan tak beraturan
" Aku bisa jelasin ini gak seperti yang Kamu pikirkan..." Ucap Aditama dengan nada memohon
" Tak perlu dijelaskan semua sudah jelas Yah... Aku kecewa " Dengan dada naik turun masih emosi yang menggelayut di jiwa
" Hei Kau Pelakor... Dimana rasa malumu hah" Kata Sulastri dengan nada mengejek dan menghina
beruntung disitu jauh dari rumah tetangga hingga keributan itupun tak jadi tontonan warga sekitar.
" Tak perlu yang jelas aku jijik Padamu, Cuih.." Sambil meludahi Sri dadanya masih naik turun.
Tiba tiba saja Sulastri bertindak anarkis dia menjambak rambut Sri lalu membenturkannya ke tembok.
Tak ayal membuat Aditama kelabakan dan berusaha melerai dan menarik Sulastri agar Dia berhenti bertindak anarkis terhadap Sri.
Dengan sekuat tenaga Aditama memisahkan sampai kewalahan." Lastri cukup...!!!"
Plakk.... Plakk... Dua tamparan mendarat di pipi kanan kiri Sulastri
Tiba tiba perut Sri mulas Dia merasakan rasa sakit luar biasa pada perutnya. Dan Tiba tiba ada cairan bening jatuh diarea Sela sela pahanya yang turun kebawah.
Seketika mereka panik kecuali Sulastri dia tersenyum sinis ' itu karma buat Pelakorr'
Ucapnya dalam hati.
"Mbookk.. Mbok Dah ... Bantu Aku Mbok cepat" Pinta Aditama pada pembantunya.
__ADS_1
" Lastri jangan diam saja cepat bantu Aku ini semua juga Gara gara Kamu..." Kata Aditama penuh amarah pada Sulastri.dan dengan terpaksa Sulastri pun menurut
" Awas jika terjadi sesuatu pada sahabatku" Ancam Aditama pada Sulastri bersiap siap lah Ku ceraikan"
Sulastri diam saja tak ayal lagi Dia pun takut jika ancaman suaminya itu benar-benar dilakukan karena sejatinya Dia pun Sangat mencintainya.
Dengan susah payah akhirnya Aditama berhasil membawa kerumah Bidan terdekat karena daerah situ jauh dari rumah sakit.
Setelah Satu jam lamanya menunggu akhirnya Anak Sri lahir juga tapi ada yang janggal disana.
" Maaf dengan keluarga pasien ..." Kata bidan itu
" I iya Bu Saya... "
" Pasien ingin berbicara dengan Anda dan Istri Anda Pak..."
" Baik Bu..." Dengan serempak mereka pun langsung masuk dan tampak gurat kelelahan diwajah Sri
" Lastri maafkan Aku... Antara Aku dan Suamimu tak ada hubungan apapun diantara Kami hanya sebatas sahabat saja Lastri.
Kami bertemu dijalan dan Suamimu menemukan Ku yang sedang kelelahan yang berlari akibat dikejar preman suamiku mengira kalau aku sudah mati" Begitu terkejutnya Aditama.
'Kenapa Sri berbohong pada Lastri dengan mengarang cerita seperti itu' tanyanya dalam hati
" Lastri aku merasa sudah sangat lelah dan gak kuat lagi Aku mohon rawatlah Bayiku dengan penuh kasih sayang selayaknya Dia Anak Kandungmu..." Sri diam sejenak
" Aku mohon sayangi Dia Aditama sayangilah Dia seperti Kau menyayangi Putri kandung mu" Pinta Sri penuh permohonan dan rasa iba
Aditama dan Sulastri hanya mengangguk.
Lastri sangat menyesal kenapa ini terjadi Dia hampir saja membunuh dua nyawa.
Tapi Dia masih kecewa dengan suaminya kenapa Dia menyembunyikan keberadaan Sri dari Dia kalau saja Suaminya lebih jujur Dia pasti menerimanya.
Lagi lagi emosi dan cemburu menggerogoti jiwa yang bisa menghilangkan akal sehat manusia Dia dendam karena Suaminya Diam diam masih menyimpan rasa pada Sahabat nya itu.
Setelah membisikkan sesuatu detik itu juga Sri menghembuskan nafas terakhirnya.
Betapa terpukulnya Adi saat itu iya Cinta pertamanya telah pergi untuk selamanya tapi ada yang ditinggal kan yaitu seorang Bayi yang sangat cantik dan imut.
Sejak saat itu dia bersumpah akan selalu menjaga dan merawatnya dengan penuh kasih sayang.
__ADS_1
Tapi apa faktanya Dia gak mampu buktinya sekarang keberadaan Putri kesayangannya itu pun Dia gak tahu keberadaan nya. Aditama pun menangis tergugu Sri maafkan Aku yang tak mampu menjaga Amanah Mu dengan baik.
* Wuaaaahhh makin seru yah Teman teman sekarang kita tahu yah Siapa Dewi itu sebenarnya latar belakangnya juga dan ternyata dia Anak dari seorang konglomerat guyss...*