Ibuku Bukan Ibu Kandungku

Ibuku Bukan Ibu Kandungku
Bab 10


__ADS_3

Sementara itu ditempat Niken berada Dia tak tenang malah terkesan gelisah, bagaimana pun juga Niken sangat menghawatirkan sahabatnya.


" Aaarrggt... Dewi Dewi sebenarnya Kamu sekarang ada dimana sih?? " sambil mondar mandir Niken menggerutu sendiri.


" Oke fix selamat Dewi ... Kamu udah bikin Aku khawatir dan gak bisa tidur semaleman.


Dasar .... Awas yah kalau dah nyampek Gue getok pala Lo Dew..." kembali Niken menggerutu


Tanpa terasa waktu berputar dengan cepat dan jam sudah menunjukkan pukul empat sore, dan Niken pun tadi sempat ketiduran di sofa ruang tengah.


Drruummmm..... Drruummmm...


Suara deru mobil membuat Niken gelagap terbangun, karena saking kerasnya suara mobil itu,.


Yah deru mobil sport milik Toni yang tak lain adalah sahabat Nicolas Manafe.


Sambil mengerjap ngerjapkan matanya Niken pun berlari kearah jendela depan ruang tamunya,. Dan betapa senangnya Dia, yang ditunggu akhirnya datang juga.


Dengan cepat Niken pun membuka pintu lalu Dia menghamburkan dirinya kepelukan sahabatnya Dewi.


" Ya Allah Dew... Tau gak sih kamu,,,, Aku tuh dari kemarin gelisah nungguin Kamu Beb... Takut Kamunya kenapa-kenapa apalagi hp Kamu gak aktif" ucap Niken tanpa jeda tapi ada rasa bahagia yang nampak diwajah ayunya bahagia.


" Maaf yah Ken... Jadi ngerepotin Kamu, ternyata semua tak segampang yang kita kira Ken... panjang ceritanya, tapi ngomong-ngomong Aku gak disuruh masuk nie.." ucap Dewi sambil mencubit lengan Niken


" Aduuhh... Iyah maaf Dew... Aku lupa,. Oh yah... Hemm... Cowok yang sama Kamu itu siapa Dew bening amat ?? bule lagi" ucap Niken lirih tapi mampu didengar oleh Nico.


" Hemm... Oh yah Ken... Kenalin Dia temen Aku alias temen dadakan Aku... Hehe..." sambil meringis Dewi melanjutkan ceritanya


" Dia Nicolas Manafe Ken... Dia yang nolongin Aku pas diburu beberapa orang bayaran." jawab Dewi dengan raut yang tak bisa diartikan


" Whatt... kamu diburu orang bayaran..?? trus Kamu gak papa kan Dew??? Serius nanya, tapi orang suruhan siapa Dew..??" Niken membelalakkan matanya kaget sambil memeriksa Dewi untuk memastikan bahwa sahabat nya ini baik baik saja.


" Masuk yukk nanti Aku ceritakan lengkap..." ajak Dewi pada Niken dan Nico. kemudian Niken mencebik, dengan cepat Niken mengalihkan pembicaraan, ' Ah nanti saja ku tanyakan secara pribadi pada Dewi.

__ADS_1


" Nih Dew rumahnya gak gede sih tapi lumayan nih buatmu selain suasananya yang asri plus bikin kamu betah nantinya" Ucap Niken pas saat mereka duduk diruang tamu.


" Ken... Eehhmm soal bulanannya gimana??" tanya Dewi pelan


" Iisshh... Kamu jangan khawatir Dew... Gak Kamu bayar juga gak apa-apa, soalnya ini rumah sudah dari dulu kosong Aku cuma bisa bayar orang buat bersih bersih setiap hari. Nah... daripada kosong dan tidak terawat kan mending Kamu tempati Dew...!!" cerocos Niken panjang lebar.


" Bentar yah Aku ambilkan sesuatu" Niken pun berlalu kedalam hendak mengambil sesuatu dikulkas, tak lama kemudian dia pun kembali sambil membawa minuman instan dan buah segar.


" Ken... Aku jadi gak enak sama Kamu" ujar Dewi pada Niken sahabatnya.


Sementara Nicolas yang sedari tadi duduk sambil memainkan gawainya hanya diam saja kelihatan sekali kalau Dia sedang berbalas pesan dengan entah siapa.


" Dewi... Mom mau call Kamu bolehkah, tapi ini Vcall,,??" tanya Nico


" Loh... Emangnya kamu kenal sama Momy nya Nico Dew... ?? kok kayaknya kalian udah kenal lama aja..!!??" Niken penasaran katanya mereka baru kenal tapi kok kayaknya udah kenal lama. Niken menautkan dua alisnya kearah Dewi sambil menatapnya karena penasaran dan Niken butuh jawaban cepat.


Belum menjawab Dewi dikagetkan suara dering ponselnya Nico dan ia yakin pasti itu Momy nya,. ' Waduh Bagaimana ini, ada apa yah kira-kira' Batin Dewi bergemuruh.


itu anak orang loh Nak hati hati,


Nico... Saat sudah sampai jangan lupa call Mommy dan masih banyak lagi.


Sementara Dewi jadi gak enak hati sama Nico apalagi Niken yang begitu penasaran tentang itu. Dia memperhatikan Nico tampaknya Nico sama Mommy nya itu sangat dekat hubungan Ibu dan Anak yang membuat Dia iri, pasalnya semenjak Dia dari kecil Dia tak pernah dekat dengan Ibunya.


Justru kesan membenci yang ditunjukkan Ibunya, dan pertengkaran ayah dan Ibunya yang sudah membongkar faktanya bahwa dirinya bukanlah anak kandung Ayah dan Ibunya.


" Dew... Dewi... Woii ngelamun aja nih Mommy mu ngomong." sambil melambaikan satu tangan nya didepan wajah Dewi Nico menyadarkan Dewi dari lamunannya.


" Assalamualaikum Tante... " ucap salam Dewi kepada Momy nya Nico dengan halus.


" Waalaikumsalam Nak... Gimana Nak Kamu sudah sampai rumah, , Nico tadi ngebut gak Nak?? Kalau ngebut bilang sama Tante nanti tak jewer kupinge"


Dewi terkikik geli lucu amat sih Mommy nya Nico batinnya, " enggak Tante Nico gak ngebut dan Dewi selamat sampai tujuan, oh yah Tan... Mau bicara sama Nico??" tanya Dewi pada Arini Mommy nya Nico.

__ADS_1


" Tunggu sebentar Nak,.. Kalau boleh tau siapa nama Ibumu Nak?? ".Tanya Arini pada Dewi


" Nama Ibu saya Safitri Tan dan nama Ayah Saya Aditama !! kenapa Tan ... Tante mengenal Ayah dan Ibu Saya...??" tanya Dewi kemudian


" Eh anu kirain Tante kenal aja soalnya wajah Kamu sangat mirip dengan wajah saudara sepupu Saya yang saat ini entah dimana keberadaannya" lirih Arini bercerita.


" owh... Maaf Tan... Saya gak tahu kalau itu akan membuat Tante teringat akan saudara Tante...!!" ucap Dewi.


" Tolong Nak handphone nya kasihkan ke Nico Tante perlu bicara padanya" pinta Arini


" I iya Tan... Nic !! Mommy Kamu pingin ngomong" lalu Dia serahkan handphone nya kepada Nico.


" Ok thanks..." setelah mengucapkan terimakasih Nico pun berlalu Dia ingin privasi untuk ngobrol dengan Mommy nya.


Sementara itu Dewi dibantu Niken buat beberes semua yang diperlukan menata pakaian dan lain sebagainya.


" Ken Aku mau masak makan malam dulu yah.." ucap Dewi pada Niken.


" Sip deh kebetulan Aku lapar banget soalnya... Hehe " sambil nyengir kuda Niken pun lanjut dengan pekerjaannya.


Akhirnya setelah selesai memasak untuk makan malamnya Dewi pun menatanya dimeja makan yang terletak tidak jauh dari dapur.


Dewi pun kemudian memanggil Niken dan Nico,. Tak lama kemudian mereka makan dalam keheningan, hanya terdengar dentingan sendok yang beradu dengan piring dan garpu.


" Dew... Masakan Kamu emang dari dulu paling Joss deh... " Niken membuka suara ditengah keheningan itu.


Dewi cuma mengacungkan jempolnya sambil tersenyum, setelah semuanya selesai makan dengan dibantu Niken Dewi membereskan meja makan dan piring bekas mereka makan tadi,.


Sementara Nico baru saja selesai bicara dengan seseorang yang dia tugaskan untuk mencari tahu siapa Dewi sebenarnya, kata hatinya mengatakan bahwa Dewi bukan orang biasa hanya saja Dewi masih tidak tahu jati dirinya.


Setelah malam agak larut Nico pun pamit pulang pada Dewi dan Niken, Dia berjanji besok atau lusa Dia akan kesini.


Setelah kepergian Nico Dewi dan Niken bercengkrama dikamar Dewi menceritakan semuanya tanpa ada yang terlewat kan. Niken terkesiap Dia bahkan tidak menyangka bahwa hidup Dewi serumit itu.

__ADS_1


__ADS_2