
Sementara itu ditoilet wanita nampak Dewi dan Niken sedikit berbincang.
" Dew... elo sadar gak seh kalau Nico ruh tertarik sama elu?" Tanya Niken pada Dewi.
" ah kamu tuh jangan banyak halu deh Ken... " jawab Dewi memutar bola mata malas.
" Hhhhhhhh... kamu tuh dikasih tau malah ngeyel, aku tuh liat dengan jelas kalau Nico tadi pas mencuri dengar obrolan kamu dengan kakakmu, gue liat dia tuh kesal pas kamu manja manja gitu ngomong nya." ucap Niken sambil mencuci kedua tangannya.
" Oohh... kayaknya enggak deh Ken... soalnya aku yakin Nico itu kayaknya udah punya cewek" sahut Dewi kemudian.
"Ya elah dibilangin kagak percaya,lagian yah Dew... dari sikapnya kekamu aja udah beda beb.." ucap Niken
"udah ah... yuk kita harus segera kembali kasian Nico sendirian disana." ucap Dewi sambil mengajak Niken segera pergi dari tempat.
"serah Lo deh... yang penting gua udah ngasih tahu, daann.... pada saat elu tahu pasti elu minta pendapat kegue" ucap Niken dengan percaya diri.
" Hheemm... iya iya bawel, yukk" tanpa menunggu Jawaban dari Niken Dewi menyeret tangan Niken dengan paksa.
Sementara itu ditempat Nico berada nampak Nico disibukkan dengan ponsel dan laptopnya. Dan disaat dia benar-benar fokus tiba tiba saja ada suara bariton dari sebelah kanan mejanya.
" Assalamualaikum.... selamat sore!!" ucap salam seseorang. dan Betapa kagetnya Nico karena dia tahu siapa yang datang saat ini. Dengan cepat Nico bisa menguasai keadaan dengan rasa terkejutnya.
" Waalaikumsalam... Mari silahkan duduk" Jawab Nico santai.
" Hhmm ,... " Devan agak ragu dan seperti nya dia mengenal siapa laki-laki ini tapi siapa dan dimana dia pernah bertemu.
" Anda Devan kan??" tanya Nico santai.
" Iya... tahu darimana kamu kalau .. tunggu sepertinya aku pernah melihat mu" ucap Devan kemudian,karena dia sedikit mengingat siapa laki-laki yang ada didepannya saat ini.
Sementara itu Ayahnya masih diam saja terpaku melihat putranya yang entah sejak kapan menjadi begitu tegas dan berwibawa.
" Perkenalkan nama saya Nicolas Manafe , dan saya temannya Dewi." ucap Nico pada Devan sambil mengulurkan tangannya mengajak Devan bersalaman.
Seketika itu juga Devan pun mengingat siapa laki-laki didepannya ini, yah dia adalah orang yang sama pas dia berada dikota xx pada saat itu dia bertanya pada seorang gadis gagap tapi Nico ini mengaku sebagai kakak dari gadis itu.Dia pun yakin kalau gadis gagap itu adalah Dewi adiknya yang menyamar.
__ADS_1
" Kakak.... papa..." panggil seorang gadis dari arah agak jauh dari tempatnya berada.
Seketika itu juga Devan dan Aditama menoleh seketika itu juga ada binar bahagia yang menyelimuti hatinya, dan senyum pun nampak mengembang di bibirnya.
"Dewi... "Dengan setengah berlari dan binar bahagia Devan pun menghampiri Dewi begitu juga dengan Dewi dia pun melakukan hal yang sama.
"Kakak... Dewi kangen " Hanya itu yang mampu terucap dari bibir tipis Dewi.
Lalu Dewi dan Devan pun tidak enggan dan langsung saling memeluk untuk melepaskan rindu dihati mereka berdua. nampak sekali mereka pun seperti enggan melepaskan pelukan. hingga tanpa sadar mereka sudah jadi tontonan para pengunjung Restoran itu.
Sementara itu nampak Nico mengepalkan kedua tangannya.
' Ya Allah kenapa hatiku begitu sesak dan sakit sekali' batin Nico berucap galau.
Ada gemuruh didadanya yang tidak bisa dia jabarkan dengan kata-kata. Rasa cemburu rasa amarah tidak rela akan kehilangan sosok Dewi yang mana hanya dewilah yang mampu meluluh lantakkan hatinya.
Tak pernah ada seorang wanita pun yang berhasil menembus jantung hatinya, yah ,.. meskipun Nico punya banyak teman wanita tapi tidak ada satupun wanita yang berusaha untuk mendekati dia yang mampu menembus pertahanan hati Nico.
Bagi Nico mendapatkan wanita yang benar-benar tulus itu susah begitu dia mendapatkan kandidat yang cocok dengan hati dan tipenya tapi malah wanita itu mencintai orang lain. Dan itu nampak dari sikapnya yang baru saja Nico saksikan.
Niken sangat iba pada Nico lantaran cintanya bertepuk sebelah tangan, diapun segera menghampiri Nico dan menepuk bahunya pelan hingga membuyarkan Nico dari pandangan dan dari lamunannya.
"Eh... Ken... " nampak Niko terkejut begitu Dewi dengan pelan menepuk bahunya.
" Ehhmm... sqbar yah Nico..." ucap Dewi lirih dan Nico pun masih mampu mendengar apa yang dikatakan oleh Niken barusan.
" Apa sih gak jelas banget... kamu pikir aku demen gitu sama sicupu Dewi..." ucap Nico datar berusaha menyembunyikan gemuruh yang ada didadanya.
" Ehhmm gitu yah... " sahut Niken tak percaya dengan apa yang didengarnya barusan.
' Pandai sekali kamu menyembunyikan rasamu Nico' ucap Niken dalam hati.
" Kamu udah pesen makanan belum??" tanya Niken sambil mencebik halus.
" Udah... tapi cukup untuk kita bertiga aku lupa kalau akan kedatangan tamu istimewa nya Dewi." sahut Nico datar tanpa menoleh kearah Niken dia hanya fokus kearah laptopnya.
__ADS_1
Susah payah Nico menyembunyikan rasa gelisah dihatinya, hatinya mencelos ketika kembali dia melihat kearah Dewi dan orang yang dipanggil kakaknya.
' Kakak tapi perasaan yang kamu miliki bukan sebagai adik terhadap kakak dew... melainkan sebagai seorang perempuan terhadap laki-laki' protes Nico dalam hatinya.
" Nic... aku udah pesan menu yang sama untuk mereka juga" ucap Niken membuyarkan lamunan Nico.
" Hhmmm... " Hanya itu yang keluar dari mulut Nico, yang masih fokus kearah laptopnya.
Sementara itu Aditama yang sedari tadi melihat kedua anaknya hanya geleng-geleng kepala, 'begitu bertemu kalian sudah lupa padaku' batin Aditama.
Kemudian Aditama pun menghampiri mereka berdua,
" Apakah kalian lupa kalau ada Ayah disini..?" ucapan ayahnya berhasil membuat Devan dan Dewi terperanjat kaget.
"Astaghfirullah... Ayah maafkan Dewi yah... hiks hiks hiks Dewi banyak salah,. Dewi capek yah ibu tidak sayang sama Dewi ,
kata kata ibu membuat Dewi sudah tidak dibutuhkan lagi Dewi terlalu sakit hati yah pada ibu.ternyata alasan ibu tidak menyukai Dewi karena Dewi bukan anak kandung ayah dan ibu." ucap Dewi masih terisak.
" Hhmm,.. Iyah ayah mengerti kita bicarakan nanti kalau situasi dan kondisi kita sudah kondusif,lihatlah kita jadi tontonan para pengunjung restoran ini. setidaknya jangan bicara disini apalagi sambil berdiri kasian tuh kedua temanmu" ucap ayahnya sambil melihat kearah Nico dan Niken berada.
Dewipun menepuk dahinya,. bagaimana mungkin dia bisa lepas kendali, Begitu juga dengan Devan saking senangnya dia sampai lupa kalau ini ditempat umum, memang cinta bisa membuat orang tak mengingat apapun baik situasi dan kondisi.
Dengan cepat Devan pun bisa mengubah situasi dirinya sementara Dewi dengan wajah merona dan malu malu jadi salah tingkah sendiri. dengan segera dia pun mengubah situasi dirinya menjadi biasa lagi.
Meskipun dalam hati tak dapat disembunyikan bagaimana senangnya bisa bertemu dengan ayah dan kakak yang dia sayangi melebihi apapun.
" Ehhmm... Ken.. Nico.. maaf yah aku lupa diri saking senengnya Karena bisa bertemu dengan ayah dan kakak." ucap Dewi agak canggung dan malu,tak dapat disembunyikan rona wajahnya yang memerah.
" Ehhmm yakin hanya itu kayaknya ada yang lain deh..." sahut Niken mulai jahil pada Dewi.
" isshh... kamu tuh.." belum sempat Dewi melanjutkan kalimatnya
" Maaf juga merepotkan Anda pak Aditama, silahkan nikmati hidangan makan siangnya setelah itu baru kita bisa mengobrol lagi" ucap Niko datar mempersilahkan
## Waahh... ada yang cemburu nih##
__ADS_1