IDAMAN HATI

IDAMAN HATI
Korban Apologis Mona.


__ADS_3

Hari ini jam 7.00 tujuh pagi Timah dan Evelin beres beres, sambil menunggu kedatangan pangeran di beranda belakang yang menghadap ke laut lepas, sebuah tempat favorit Pangeran Andrik saat minum Gahwa di villa Ratu.


"Kamu makin cantik aja bun" komentar Eveline, saat melihat wajah Timah makin berseri.


"Perewatan dong, Va" sahut Timah asal.


"Gak mungkin deh, masa sih pake krime baru sekali langsung kinclong"


"Bisa jadi ini faktor kejiwaan, setelah resmi menyandang gelar Permaisuri" ucap Eveline menggoda Timah.


"Bisa aja kamu va" cubitan kecil Timah langsung mendarat di lengan Eveline.


"Aduhhh.. sakit tau" Eveline spontan menepis tangan Timah.


"Awas kamu Bun, nanti dapat karma lho tiap malam di cubit Pangeran" ancam Eveline.


"Biar ..... jika pangeran yang cubit bagian mana aja Timah berikan, he he" Timah tertawa kecil.


Eveline tidak salah semenjak peristiwa pasar malam, wajah Timah terlihat sangat berseri dan penuh gairah. Sudah tentu bukan hanya Pangeran Andrik yang di buat gemes, semua orang pasti akan tergoda untuk mencubit Timah.


Sekalipun belum resmi berstatus Permaisuri, tapi semenjak seminggu yang lalu Timah sudah di beri tugas menjalani fungsi sebagai Permaisuri dalam menyokong kesuksesan Pangeran Andrik.


Ketika pertama kali Timah mengemban amanah sebagai Permaisuri, sama sekali tidak ada bayangan dalam benak dan pikiran Timah tentang tugas serta apa yang harus, Timah kerjakan guna menyukseskan tugas Pangeran, yang mendapat kepercayaan juga amanah yang begitu besar dari di Andrik group.


Sempat Timah bertanya kepada petinggi Andrik group tentang tugas dan tanggung jawab Permaisuri tapi belum menemukan jawabannya.


"Bik Ijah, kalau di Indonesia tugas permaisuri itu apa aja ya?" akhirnya Timah bertanya pada Bik Ijah.


"Urus pangeran doang kali Bun" jawab Bik Ijah asal.


"What is spesial sample?" kembali Timah bertanya.


"Hmmm apa ya... siapkan kopi dan sarapan pagi untuk Pangeran, siapkan pakaian saat pangeran mau berangkat kerja" Bik Ijah memberi contoh.


"Buda juga harus belajar berpidato lho, apalagi Permaisuri juga berhubungan kemasyarakatan, pokoknya lakukan saja apa yang dianggap positif dan inspiratif di dunia kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup dan budaya" celetuk Eveline.


Benar juga yang di katakan Bik Ijah, semenjak seminggu yang lalu pihak Andrik group memberi tugas pada Villa Ratu untuk mempersiapkan segala sesuatu untuk acara minum Gahwa dan sarapan pangeran Andrik, yang di jadwalkan pagi dan malam hari.


Timah tidak perlu lagi kuatir dengan tugas kuliahnya, dengan pengaruh Andrik group, Timah cukup urus Pangeran maka kuliah akan selesai tepat waktu.


"Bunda Ratu .. pangeran sudah datang" Ramzan mengingatkan Timah.

__ADS_1


"Kamu jangan ikutan pergi, Va" pinta Timah saat Evelin ikut berdiri.


"Yah ngapain Eva di sini Bun, yang pacaran tu kan Bunda Ratu sama Pangeran, masa Eva di suruh melototi" protes Evalin.


"Kamu kan ajudan, kalau kamu di sini pangeran kan gak brani nyubitin Timah" Timah berargumen.


"Ogah ah" kelit Eveline.


"Lantas Timah harus ngapain" ucap timah bingung.


"Bunda Permaisuri, duduk aja yang manis hingga pangeran datang" Eveline meninggal kan Timah sendirian tanpa memberi kesempatan Timah bicara lagi.


Saat pangeran menuju serambi belakang, Eveline duduk di ruang keluarga, bergabung dengan rombongan dayang dayang dan pengawal pribadi Pangeran Andrik.


Pelayan yang bertugas di villa Ratu di buat sangat sibuk dengan tingkah para tamu dari villa Pangeran Andrik.


"Gahwa Arab Bik"


"Kopi Jangkat Bik"


"Teh panas Bik"


"Prankkkkk " cangkir kopi jatuh saat pelayan bersengolan dengan Mona saat sama sama akan melewati pintu serambi belakang.


"Heh pelayan, tarok di mana sih mata kamu" teriak Mona marah.


"Maaf non, saya gak sengaja" ucap pelayan.


Serrrrr....


Darah di dada timah berdeser saat melihat dengan jelas kalau Mona sengaja menyenggol tangan pelayan yang sedang bawa nampan.


"Mona... Kamu jangan Apologis dong" tegur Timah.


"Kamu yang yenggol kok pelayan yang kamu marahin" ucap Timah.


Apologis adalah suatu teori beladiri yang sangat handal, tapi terkadang pelaku Apologis seperti Mona terkesan licik hingga di benci orang.


Prinsipnya "Sebelum orang marah dia marah marah dulu, saat dia salah dia teriakan korban yang salah, kalau dia mencuri orang lain yang dia laporkan kepolisi, pokoknya dia tidak mau di salah kan sekalipun harus mengkambing hitamkan orang dekatnya sendiri"


Jika semua orang sudah berlaku apologis itu alamat kehidupan seperti di neraka, dimana permusuhan akan sengit saling pitnah saling salah kan. Bahkan vokalis Nirvana mengabadikan kehidupan apologis dalam lagunya dalam sair lagu berjudul Apologis:

__ADS_1


"Saat semua Alpologis"


"Menikah dan Cari Nafkah terasa seperti di Matahari"


Pangeran pun sampek melotot melihat ulah Mona, yang tak tau sopan santun, tanpa di perintah berani beraninya Mona masuk ruang di mana dia sedang berduaan dengan Permaisuri. Namun sebelum Pangeran buka suara Mona sudah terlebih dahulu menghardik Timah.


"Oooo Timah, Permaisuri seperti apa kau ini, Pangeran mau minum Gahwa, jangankan di buatin minuman Gahwa, air saja tak kau hanggatkan" teriak Mona sambil melototi Timah.


"Kamu ya... bukannya nyadar malah Timah yang kamu marahi" Timah ikut teriak karena emosi.


"Kamu yang tak tau diri, tugas permaisuri itu menyiapkan Gahwa buat Pangeran tau" balas Mona.


"Aturan dari mana begitu, aturan kamu doang, ini villa Ratu, di sini Timah yang atur bukan kamu Mona" jerit Timah tak mau kalah.


"Ini aturan Terbaru yang Mona buat dan sudah di setujui petinggi Andrik group" jawab Mona melemparkan kertas berisi karekter of job the Permaisuri.


"Sayang .. kalau itu aturan ikuti aja, Pangeran juga ingin Gahwa racikan Bunda Ratu" Pangeran Andrik berusaha menenangkan Timah.


Timah nurut melangkah menuju dapur nyiapin Gahwa untuk Pangeran, tidak butuh waktu lama minuman Gahwa pun siap di suguhkan.


Emosi Timah belum bisa mereda ingin rasanya melabrak Mona, namun Timah harus menahan diri saat Mona sudah duduk di mana posisi Timah tadi. Mereka terlihat serius mendiskusikan sesuatu yang sangat penting.


"Gahwanya pangeran silahkan di minum" basa basi Timah saat meletakkan cangkir berisi minuman Gahwa di depan Pangeran.


Namum pangeran tak menggubris masih asik berdiskusi.


"Apa pentingnya benda kuno seperti ini, sudah dari dulu nenek moyang orang rusia memakainya" ucap Pangeran melihat sebuah fhoto kalung kuno.


"Cuma intelejen kita melaporkan ada beberapa organisasi yang juga bergerak di dunia Intelejen sedang memburu benda ini" ucap Mona.


"Siapa saja mereka" tanya Pangeran.


"Ada Group Balqis kingdom dari Indonesia, Anda juga group Hamdani dari Timur Tengah.


"Siapa orang orang mereka?" tanya Pangeran Andrik lagi.


"Intelejen kita memperoleh informasi ada Aleksei kebangsaan Rusia merupakan intelejen Balqis Kingdom di Rusia, dan Panlanov kewargaan Arab Saudi juga bergerak di Rusia" ucap Mona.


Kembali Timah merasa terusik dengan laporan Mona, karena nama nama yang di sebutkan merupakan orang orang yang ada hubungannya dengan timah di masa lalu.


*Jangan jangan ini akal akalan Mona untuk menjatuhkan Timah* pikir Timah.

__ADS_1


__ADS_2