
"Pok pok pok pok" kembali Fhadlan bertepuk tangan.
"Kalau kak Fhadlan siulannya tentang apa kak?" tanya Timah.
"yang tadi ya" ucap Fhadlan.
"ya sepertinya dari kemaren irama siulan kak Fhadlan sama" timpal Timah.
"Itu berkisah tentang seseorang yang terpisah dari kekasihnya, badannya kurus walau makannya banyak, tapi gak gemuk gemuk" jelas Fhadlan.
"Itu cacingan kali kali kak" kelakar Timah.
"Haa haa haa, bisa aja kamu" Fhadlan tertawa lepas.
"Ha ha ha ha" timah ikutan tertawa senang.
Timah dan Fhadlan seperti di komando nrmgghentikan senda guraunya, saat sebuah kapal pesiar merapat ke dermaga, satu persatu turun berkelompok kelompok. setiap kelompok terdiri dari 20 orang dengan seragam militer dengan warna berbeda, semua datang dengan senjata lengkap dengan sikap siap tempur.
Kelompok pertama menggunakan kostum hijau kekuningan sama persis dengan seragam Ramzan pengawal pribadi Timah dan pengawal pribadi Pangeran Andrik, mereka langsung menyebar ke segala pejuru pulau, kelompok kedua masih dengan seragam yang sama, di pecah jadi dua kelompok 10 orang dengan posisi siaga di dermaga, dan sepuluh lainnya dengan langkah tegap menuju sebuah bangunan di tengah pulau.
Kelompok yang lain susul menyusul dengan seragam ala militer dengan warna cukup asing bagi Timah. Tiap Klompok di dahului tiga orang berpakayan sipil lengkap dengan jas dan dasi, dengan kostum menyerupai kostum pejabat penting suatu Negara atau seperti CEO sebuah perusahaan. Mereka semua menuju ke sebuah gedung yang megah di pusat pulau.
"Sepertinya akan ada perang memperebutkan Permaisuri atau barang pusaka yang langka" komentar Fhadlan seperti tak terpengaruh keadaan.
"Bukan kak, Timah degar pihak Andrik group akan melelang beberapa barang berharga, belakangan negara konflik sudah pada bangkrut, mereka tidak lagi metekrut tentara berbayar" jelas Timah
"Apa hubungannya dengan Andrik group?" tanya Fhadlan.
"Itu sangat berpengaruh, Negara Kami sekarang merekrut tentara dengan konsep perang suci, negara lainnya sama dengan konsep jihad tanpa berbayar, Sehingga tentara bayaran di bawah Andrik group banyak menganggur, sekalipun nganggur tetap saja mereka perlu biaya besar" jelas Timah.
Bayak sekali orang berdatangan dari berbagai pejuru, untuk ikut serta dalam lelang penting ini, datang sebagai pengawalan bos yang akan ikut bertarung atau cuma sebagai penonton.
Di pejuru pulau sudah terlihat kesibukan mereka menuju tempat pelelangan atau sekedar bergerombol di depan layar lebar yang akan menyiarkan acara lelang secara langsung. Di villa Ratu juga terlihat kesibukan mpersiapkan segala sesuatu untuk Permaisuri menghadiri acara lelang.
Ramzan bersama seseorang bersenjata lengkap berjalan mendekat menuju dimana Timah dan Fhadlan sedang bersenda gurau.
__ADS_1
"Ampun Bunda Ratu.... Bunda sudah di tunggu Pangeran Andrik" ucap Ramzan mengingatkan Timah.
"Pergilah Mah, jangan buat Pangeran marah" ucap Fhadlan.
Untuk menjaga keselamatan Fhadlan dan Ramzan dari murka Pangeran, dengan langkah berat Timah kembali ke villa Ratu.
****
Timah duduk di pentas kehormatan bersama Pangeran Andrik, Mona dan petiggi petinggi Andrik group lainnya, di panggung kehormatan di situ juga duduk tamu kehormatan dan peserta lelang yang akan ikut bertarung memperebutkan barang lelang.
Fhadlan tidak ketinggalan juga hadir di acara pelelangan dengan memakai pakaian yang di belikan Timah sorenya, dengan tapilan rapi dan necis penjaga gedung tidak banyak pertanyaan mempersilahkan Fhadlan masuk dengan tiket penonton biasa.
Jam sepuluh malam di awali dengan pembukaan dari pihak Andrik group pelelangan pun di buka. Panitia pelelangan yang terdiri dari berbagai pihak, notaris dan ahli hukum international sudah berada di tempat mereka.
Ini adalah acara lelang paling bergengsi saat ini, banyak barang yang di tawarkan pihak Andrik group. Pelelangan di awali dengan menawarkan perhiasan dan karya seni unik, memorabilia abadi, dan harta langka lainnya yang tidak ditemukan di tempat lain.
Satu persatu barang lelang telah terjual, semua dengan harga tak masuk akal ada yang terjual seharga 10 juta USD, 25 juta USD Bahkan ada yang terjual ratusan juta USD.
"Ini saatnya kita menawarkan barang Antik yang belakangan di buru pencinta barang Antik" pihak Andrik group membuka season terakhir.
suitan penonton, bisikan penonton dan komentar penonton terdengar di mana mana.
"Ini dia kalung periuk Api" ucap pembawa acara, bersamaan dengan munculnya fhoto Timah di layar lebar, terlihat Timah memakai kalung periuk api di lehernya.
Lalu empat orang berseragam militer membawa kotak kaca berisi kalung Periuk Api ke tengah pentas. Harga kalung di buka dengan tawaran harga 100 juta USD.
"Sebelum kami tawar kami ingin, dengar penjelasan Permaisuri sebagai pemilik kalung" usul salah satu peserta.
"Setuju" timpal yang lain.
Pihak Andrik group awalnya keberatan tapi setelah di minta peserta lelang, akhirnya Timah di bolehkan naik ke pentas.
"Kalung ini tidak ada istinewanya tapi bagi keluarga kami kalung adalah warisan dari nenek moyang kami, yang akan kami wariskan turun temurun" ucap Timah.
"Memang sih ada dogeng dari kakek kakek Timah kalau kalung ini merupakan penjinak meriam pada zamannya, mungkin sejenis senjata Nuklir saat ini" lanjut Timah.
__ADS_1
"pok pok pok" Kembali peserta dan penonton bertepuk tangan.
"Saya beli seharga 1 miliar USD" penawar dari Asia buka penawaran.
"ini lebih dari cukup untuk membayar hutang keluarganya" pikir Timah.
"Pak Notaris, ahli hukum dan panitia lelang, Kalung ini hanya akan saya lelang jika pihak Andrik group membatalkan kontrak saya sebagai permaisuri" pernyataan Timah tidak hanya nengagetkan pihak Andrik group tapi juga mengangagetkan seluruh dunia yang nonton secara live.
"Bagaimana, pendapat pihak Andrik group?" tanya notaris.
Pangeran Andrik minta pendapat petinggi Andrik group, dan setelah berkesimpulan Kontrak secara tertulis boleh di batalkan tapi, status Timah tak berubah masih sebagai Permaisuri Pangeran Andrik. Jika hutang keluarga Timah mereka hapus, sebaliknya pihak Andrik group menerima hasil lelang melebihi 10 x lipat hutang keluarga Timah.
"Setuju" ucap pihak Andrik group.
Setelah nota kesepakatan dengan pihak Andrik group di sepakati di depan notaris, acara lelang kembali di lanjutkan.
"Ok kita lanjutkan, tawaran pertama 1 milyar USD"
"saya hitung sampai sepuluh jika tidak ada penawar lain maka kalung di jual seharga 1 milyar USD" ucap panitia menghitung.
" USD 1,2 milyar" seorang bangsawan Arab menawar.
"USD 1,5 milyar" kali ini suara dari Afrika.
Kembali sorak-sorai, tepuk tangan, dan hembusan napas yang riuh, saat pertarungan harga tawaran makin sengit.
"Naik harga USD 1,79 milyar" utusan Balkis kingdom mulai buka tawaran.
"USD 2,67 milyar" tawaran dari Hamdani group.
Kembali tepuk tangan riuh, saat tidak ada lagi yang mencoba menawar.
"USD 4,50 milyar" hanya Balkis kingdom yang masih berani naikan tawaran.
"USD 5.00 milyar" seorang pemuda dari barisan penonton ikut menawar.
__ADS_1
"Kak Fhadlan" guman timah tak percaya dengan apa yang dia lihat.