
"Kak Fhadlan, coba pillihkan mana cincin yang kakak suka" pinta Timah saat mampir di toko perhiasan.
"Untuk siapa, Mah?" tanya Fhadlan mencari model yang paling dia sukai, lalu mengambil sebentuk cincin.
"Untuk Tunangan Timah" ucap Timah acuh tak acuh.
"Tepat sekali tuan, ini sangat cocok untuk di berikan pada pasangan, didesain dengan model yang sederhana atau minimalis, bisa di pakai setiap saat tanpa takut terjadi kerusakan" puji penjual cincin, menawarkan dagangannya
Setelah ada kesepakatan harga dengan penjual, Timah minta di ukir namanya di cincin tersebut. Entah kapan adanya kesepakatan kalau cincin merupakan lambang pengikat Cinta. Entah siapa yang punya ide kalau cincin juga di gunakan untuk deklarasi pertunangan, pernikahan, bahkan di gunakan sebagai Mahar sebuah pernikahan.
Terlepas dari kenyataan kalau hubungan cinta kasih mereka akan berlanjut ke pernikahan dan langgeng hingga akhir hayat atau tidak. tetap saja cincin pemberian kekasih dianggap ujud Cintanya.
"Tolong terima ya kak..." ucap Timah memasangkan cincin yang baru saja selesai ke jari manis Fhadlan.
"Timah ingin menghabiskan sisa waktu selamanya bersama kakak, walau pun Timah tak bisa bersama kakak, cincin ini adalah jiwa dan raga Timah yang selalu menyertai kak Fhadlan" lanjut Timah.
"Ya tuhan ... Ini mimpi yang sangat indah Fhadlan harap akan menjadi kenyataan. Fhadlan berharap bisa mendampingi mu walaupun cuma sehari". ucap Fhadlan bahagia.
Dengan tetap menggengam tangan Fhadlan, Timah berjalan bergandengan tangan menelusuri pusat perbelanjaan. Kemana mana berdua, berbagai alasan di buat Timah supaya mereka punya kesempatan berduaan, Seperti tak ingin berpisah lagi kecuali oleh waktu.
Hingga Azan magrib berkumandang di masjid, mengingatkan Fhadlan, kalau mereka terlalu jauh melangkah, mengingatkan Fhadlan kalau apa yang mereka lakukan akan mendapat sangsi jika ketahuan oleh Pangeran Andrik.
"Ayo pulang Mah" ajak Fhadlan.
"Baiklah kak, terima kasih telah bersedia nemenin Timah" ucap Timah masih menggandeng tangan Fhadlan.
Timah seperti sengaja memperlambat jalanya menelusuri lorong lorong hingga sampai di villa Ratu.
"Stop... kamu tidak boleh masuk";Satpam menghadang Fhadlan, lalu di giring ke pos keamanan.
Saat sampai di pos keamanan, satpam menahan Fhadlan di pos nengintogasi dan, mengingatkan Fhadlan atas perbuatannya yang akan membangkitkan murka Pangeran Andrik.
"Beraninya kau main api dengan Permaisuri, apa kamu punya seratus kepala yang kesemuanya anti peluru" ancam satpam lagi.
__ADS_1
"Hai.. Orang asing pergilah dan jangan datang lagi" ucap satpam mengusir Fhadlan.
"Ingat ya... tak ada pria yang di izinkan menyentuh Permaisuri selain Pangeran Andrik, kecuali harus menyerahkan kepalanya untuk umpan peluru"
****
Jam 8.00 Malam, seperti tak sabar Timah menghabiskan makanan yang di siapkan dayang dayang untuknya. Ibarat kata petuah tak ada yang bisa menghentikan orang yang lagi kasmaran, sekalipun oleh akal sehatnya sendiri.
Timah melihat bayangannya di cermin seperti tak puas dengan apa yang dia lihat selalu ada kurangnya, benar kata pepatah Arab :
"Kalau orang sedang jatuh cinta, dia selalu ingin terlihat lebih cantik, sekalipun di depan cermin, sedangkan orang yang mencintainya tidak pernah peduli apa dia bau pesing atau bau ikan asin, dia akan tetap berusaha nempel di sisinya".
Timah senyum senyum sendiri kadang sedih sendiri, Timah senyum saat kembali mendengar sayup siulan dari arah dermaga. kenangan manis bersama Fhadlan kembali menggugah jiwanya. Sebaliknya Timah meneteskan airmata saat siulan yang terdengar terasa begitu pilu dan menyedihkan.
Siulan yang terdengar bukan sembarang siulan tapi siulan yang melantunkan nyanyian jiwa, siulan yang bercerita tentang asmara, yang harus terpisah oleh takdir yang maha kuasa.
Kata orang pintar jiwa miliki gejala yang akan berpengaruh pada jiwa yang punya keadaan yang sama. Saat pelantun siulan dengan jiwa yang sedih, di nyatakan dalam siulan jika di dengar oleh orang yang sedang dalam kesedihan maka jiwa pendengar ikut bergetar dan bergejolak sebagaimana pelantun siulan.
Seketika wajah Jamilah pucat pasi, "Ampun Bunda Ratu, Jamilah takut lihatlah pipi Jamilah sudah mendapat seratus tamparan gara gara meninggalkan Permaisuri bersama pria Asing di dermaga"
Timah jadi kasian melihat Jamilah yang meraba raba pipinya yang sudah bengkak bengkak. Timah tau kalau jamilah di hukum seratus Tamparan gara gara membiarkan dirinya bersama Fhadlan, tapi akal sehat Timah sudah tak mampu mencegah Timah untuk melepaskan rindunya bersama Fhadlan.
"Ok ... kalau begitu Bunda Ratu akan pergi sendiri" ucap Timah tak bisa di cegah.
Timah menghentikan langkahnya di belakang Fhadlan yang masih melantunkan siulan, sambil menatap laut yang tak berujung siulannya berkumandang menembus ruang menembus tembok, memasuki gendang telinga siapa saha yang bisa mendengar, tak perduli pendengar suka atau tidak.
"Kak Fhadlan lagi punya suasana hati ceria ya" ucap Timah menghentikan siulan Fhadlan.
"Kamu Mah.. sudah lama ya .. di sini?" tanya Fhadlan.
"Baru nyampek kak" jawab Timah lalu duduk di sebelah Fhadlan.
"Kenapa kamu bilang kakak sedang suka ria?" tanya Fhadlan.
__ADS_1
"Yah.. biasanya kalau di Eropa, seseorang bersiul siul itu artinya suasana hatinya lagi riang, entah kalau di sini atau di Negri kak Fhadlan" ucap Timah.
"Emang bule, bisa bersiul Apa?" tanya Fhadlan tak percaya.
"Bisa dong... kakak mau dengar?" tanya Timah.
"Ayo coba kalau bisa" tantang Fhadlan.
Timah pun melantunkan siulan nyamuk Scorpion.
"I follow the Moskva down to Gorky Park Listening to the wind of change An August summer night, soldiers passing by Listening to the wind of change.
The world is closing in And did you ever think That we could be so close like brothers? The future's in the air, I can feel it everywhere I'm blowing with the wind of change.
"Itu siulan orang Moskow, disiulkan Scorpion dalam lagunya Wind of change" ucap Timah.
"Ha Hahaha benar juga ya, Fhadlan suka lagunya" tawa Fhadlan merasa lucu tapi kagum.
"Bagaimana kak... Apa kakak mau dengar lagi?" tanya Timah.
"Iya coba lagi" pinta Fhadlan.
Kembali timah bersiul kali ini siulan Gun and Rosis.
"Shed a tear 'cause I'm missin' you I'm still alright to smile Girl, I think about you every day now Was a time when I wasn't sure But you set my mind at ease There is no doubt you're in my heart now
Said "woman take it slow, and it'll work itself out fine" All we need is just a little patience Said "sugar make it slow and we'll come together fine" All we need is just a little patience Mm, yeah
"kalau yang ini siulan orang Jerman, disiulkan oleh Gun and rosis dalam lagunya Patience" ucap Timah.
"Pok pok pok pok" Fhadlan bertepuk tangan.
"Luar biasa ... ternyata orang Eropah pakarnya siulan" puji Fhadlan.
__ADS_1