
Pandangan Fhadlan tertuju pada Timah, yang berjalan menuju tempat duduk di samping Fhadlan. Seperti beberapa saat yang lalu Timah berdandan secantik cantiknya, membuat Fhadlan tak mampu menahan perasaannya untuk menyatakan cinta yang terpendam saat pertama kali melihat Timah.
Hanya dalam waktu sekian menit Timah kembali dengan dandan yang berbeda, dengan kostum lebih sar'i memakai gaun model Dubai yang di pakai untuk acara acara penting, Anehnya hal sama yang Fhadlan rasakan ketika memandang timah waktu pertama, dari situ kenyamanan dan rasa sayang, cinta dan keinginan untuk memiliki Timah mulai tak tertahankan pada Fhadlan.
"Bagaimana menurut kak Fhadlan?" Timah ngajukan pertanyaan balik.
Fhadlan tak menjawab justru membuat jiwanya punya harapan baru untuk bersama Timah, semangatnya yang tadi lemas tak berdaya, sekarang jadi sangat bersemangat penuh gairah.
“Kak Fhadlan , dari tadi Timah perhatiin kakak ngelihatin Timah melulu. Kakak gak suka ya kalau Timah memutuskan kontrak dengan pangeran Andrik.” ucap Timah membayarkan lamunan Fhadlan.
“Enggak kok mah, justru kakak suka bangat, itu artinya kakak punya kesempatan mendapingi Timah” ucap Fhadlan.
“Benar ya kak... Kak Fhadlan gak bohong kan" ucap Timah penuh harap balik mandangin Fhadlan dengan tatapan yang sama, tatapan penuh harapan dan cinta.
“Benar kok Mah, kakak serius kalau perlu kita kabur kemana saja asal selalu bersama” ucap Fhadlan Nekad.
"Kakak serius?” Timah minta kepastian.
“Iya kakak serius Mah, tapi Kamu mau gak jadi istri kakak?” tanya Fhadlan.
“hmmmm hmmm" Timah mengangguk setuju.
"Iya kak, Timah mau jadi Istri kakak" jawab Timah.
Seperti di komando mereka berpelukan erat seolah melepas rindu yang selama ini menghimpit perasaan, perasaan bahagia yang tak bisa di ucapkan hanya jiwa mereka yang bicara kalau mereka akan saling mengikat dalam ikatan Cinta yang suci. Perasaan tenang pun mengalir dengan kehangatan dan harapan baru.
"Kak Fhadlan..." bisik Timah
"Iya ... Timah kenapa?" tanya Fhadlan saat merasa air mata Timah tersa hangat membasahi dadanya.
"Timah merasa tidak akan mudah memutuskan hubungan dengan Andrik group, mungkin ini terakhir kali kita bertemu" air mata Timah makin deras mengalir.
"Tenang Timah tidak usah takut, Tuhan tidak tinggal diam terhadap sebuah perjuangan suci, percaya deh, semuanya akan baik-baik aja. Suatu hari, kita akan bersama." hibur Fhadlan.
__ADS_1
"Oughhhkkk ... oughhhkkk... " Ramzan batuk batuk menyadarkan Timah dan Fhadlan yang sedang berpelukan Mesra.
"Bunda Ratu, waktu buda hanya sepuluh menit" ucap Ramzan mengingatkan Timah.
"Doakan Timah ya kak" ucap Timah melepas pelukannya, dengan di kawal Ramzan Timah melangkah menuju bangunan di mana acara lelang di laksanakan.
***
"Paman bisa Fhadlan pinjam uang?" ucap Fhadlan pada Hamdani pimpinan Hamdani group.
"Banyak lan?" tanya paman Hamdani.
"Lumayan paman sekitar satu juta dolar" Fhadlan menyebutkan anggka yang tidak sedikit kalau di Rupiahkan sekitar 15 Triliun.
"Waduhhh sebanyak itu? berapa onta yang harus paman jual, berapa hektar kebun kurma yang harus paman jual. Emang untuk apa lan?" tanya paman Hamdani.
"Fhadlan ingin membeli kalung periuk api yang akan di lelang, lalu menikahi Fatimah Ibrahimova" jawab Fhadlan mantap.
"Apa... ? Kamu mau menikahi calon permaisuri pangeran Andrik?"
“Ya udah kalau paman gak bisa bantu. Fhadlan gak maksa kok.” ucap Fhadlan pasrah.
“Nak Fhadlan minum dulu” basa basi paman Hamdani.
“Ya terima kasih paman.” jawab Fhadlan singkat, beranjak bangun dari tempat duduknya kemudian bergeser mendekat meja di mana kopi untuknya di siapkan.
"Sruuuup...sruuup..." Fhadlan langsung menyerumput kopinya dan makan makanan yang di sediakan dengan lahapnya. Seperti orang kelaparan saja. Gak makan selama 1 bulan.
“Lan... kamu benar cinta sama Timah?” Tanya Hamdani setelah Fhadlan terlihat tenang.
“Emang ... Tapi apa peduli paman” ucap Fhadlan masih sewot.
“Kamu kan suka sama dia, itu wajar paman juga pernah muda kok Lan.” timpal paman Hamdani.
__ADS_1
"Gak begitu juga paman, Fhadlan hanya pengen menyelamatkannya" kilah Fhadlan.
“Gimana pamam mau membantu coba? Orang kamu gak jujur gitu. Mulut kamu emang bilang enggak. Tapi mata kamu gak bisa bohong. Mata kamu itu mengatakan kalau kamu itu benar benar mencintai Timah" Paman Hamdani mencoba mengetahui kesungguhan Fhadlan.
“Suka?, aku kan udah bilang kalau aku itu gak suka bangat sama dia. Gak percayaan banget sih paman" Fhadlan malu untuk mengakuinya.
"Lan.. Ruang di hatimu akan terbuka lebih luas dan lapang lagi untuk menyambut berbagai pengalaman hidup yang baru. Ada banyak warna baru kehidupan yang bisa kamu dapatan setelah kamu bisa merelakan seseorang yang tak bisa diperjuangkan lagi" Hamdani memberi nasehat.
"Maksud paman bagaimana?" tanya Fhadlan.
"Lan Maksud paman kalau kamu sudah ada keinginan untuk berkeluarga, paman sangat mendukung, tapi tak perlu jauh jauh ke Rusia sana, kamu mau istri yang model bagaimana?, Mau yang putih, tinggi, hidung mancung, cantik?" tanya paman Hamdani saat melihat Fhadlan diam.
"Banyak ponaan paman di Dubai sini, kamu tinggal bilang yang mana yang Fhadlan suka, hari ini juga paman lamar" ucap paman Hamdani.
“Iya iya paman benar. Fhadlan emang naksir sama Timah sejak berjumpa pertama kali. Dia itu mirip bangat sama Giza yang berkorban nyawa untuk membantu Fhadlan" Fhadlan mengakui perasaan nya terhadap Timah.
"Nahhh itu Lan.. Paman sudah dapat info kalau Andrik group, sudah mengajukan keberatan, menurut mereka ada karyawan Hamdani group yang sedang menggoda Permaisuri mereka. Tapi ya gitu deh informasi dari sumber lainnya kalau cinta mereka tidak bertepuk sebelah tangan. Karena Permaisuri juga mencintai karyawan kami.” ucap Hamdani.
"Menurut paman bagaimana baiknya" Fhadlan benar benar bingung
“Ya ampun, sabar ya Lan. Kalau emang Timah jodoh kamu gak bakal ke mana kok. Tapi jika bukan, yakinlah kamu pasti akan dapatkan seseorang yang lebih baik dari dia. Percayalah itu.” nasehat Hamdani.
“Iya. Makasih ya Paman" ucap Fhadlan.
"Tapi awas lho itu artinya kamu akan berurusan dengan Andrik group, apa kamu sudah pikir resikonya" Hamdani mengingatkan.
"Paman boleh hapus nama Fhadlan dari Hamdani group. Fhadlan tidak akan milibatkan Hamdani group dalam urusan dengan Andrik group" ucap Fhadlan
“Okay deh. Paman ucapkan selamat datang per4ng Nuklir". timpal Hamdani.
"Lan ... sebentar" paman Hamdani bangkit menuju sebuah brangkas, lalu Mengeluarkan sebuah amplop.
"Terimalah Lan" ucap paman Hamdani.
__ADS_1
"Apa ini paman?" tanya Fhadlan.
"Ini tabungan atas nama kamu hasil pembagian harta rampasan per4ng selama bergabung dengan Resimen Hamdani" ucap paman Hamdani