IDAMAN HATI

IDAMAN HATI
IDAMAN HATI DAN PAHLAWAN HATI


__ADS_3

Dalam sekejap mata, Tubuh Timah sudah berada di pelukan sang pria. Bagai seorang malaikat yang memiliki tenaga ajaib menarik tubuh Timah yang sedang melayang ke laut lepas setinggi 20 meter di bawah dermaga.


Tubuh Timah di pangku menuju sebuah tempat yang biasanya digunakan oleh penumpang kapal pesiar Fhadlan Group, menunggu saat naik atau turun kapal.


"Apa nona baik-baik saja?" tanya sang pria setah meletakkan Timah di bangku ruang tunggu.


Pria tersebut diam menunggu Timah bicara. Timah menyeka air matanya merapikan gaun yang sudah robek di mana mana. Timah belum mampu bicara, sakit di tubuhnya baru sekarang dia rasakan, sekujur tubuhnya terasa remuk oleh cengkraman pangeran, bekas cubitan pangeran terasa ngilu hingga ke daging dagingnya bagai di tusuk beribu ribu jarum. Hati Timah lebih pedih lagi bagaikan di sayat sayat sembilu saat dia terkenang Pangeran Andrik calon suaminya bermesraan dengan Mona.


"Apakah kamu memikirkan  untuk mengakhiri hidup mu?”. kembali pria penyelamat Timah ajukan Pertanyaan.


Timah menyeka Air matanya, mencoba menenangkan diri, pertanyaan terakhir sangat mengena baginya, bagai di sengat listrik kesadarannya pulih kembali, tak ada niat Timah untuk mengakhiri hidupnya, namun pertanyaan pria penyelamatnya seakan mengingatkan dirinya, kalau mengakhiri hidup merupakan solusi menyelesaikan penderitaan.


"Kak kayaknya bunuh diri itu enak ya Kak, kayaknya meninggal itu enak ya Kak" tutur Timah seperti mengalir tanpa pemikiran.


“kamu kenapa bisa berpikir seperti itu? Tidak pantas berpikir demikian loh” Hibur pria penyelamat Timah.


Timah mendongakkan kepalanya mencoba memandang penyelamatnya, dikeremangan lampu dilihatnya sosok pemuda yang sangat tampan berdiri di depannya. Matanya seperti bersinar memantulkan cahaya Rembulan.


Timah merasa mengenal pria yang berdiri di depannya, auranya memancarkan ketenangan pada Timah, aura orang baik yang tidak memiliki niat terselubung saat memberi pertolongan, dalam sekali pandang Timah Timah sudah yakin pria ini tidak memiliki niat jahat padanya.


Tadinya terlintas di pikiran Timah kalau Pangeran Andrik akan menyusulnya ke dermaga, terlintas juga di pikirannya saat pangeran datang dia akan pura pura mau meloncat ke dalam laut, itu hanya akal akalan yang timah lakukan supaya Pangeran Andrik berusaha memeluknya.


Tapi yang terjadi dia hampir saja benar benar jatuh, dan seseorang benar benar memeluknya menyelamatkannya, sayangnya pria itu bukan Pangeran Andrik yang dia harapkan.


'Kemana Pangeran Andrik?' tanya hati Timah.


Kebencian mulai meracuni hati Timah, terbersit di hatinya kalau calon suami yang tadi diharapkan untuk menyusul kepergiannya, menghiburnya, membelainya, ternyata sedang bergumul dengan wanita yang menjadi musuhnya.


"Ya. habibi" guman Timah pada pria di depannya.

__ADS_1


"Apa kita pernah bertemu?" tanya sang pria lalu duduk di sisi Timah, panggilan ya habibi merupakan panggilan untuk kekasih hati tentu saja membuat pria tersebut memperhatikan Timah, meyakinkan dirinya apa mungkin mereka pernah berjumpa.


Timah kembali memperhatikan penolongnya tidak salah lagi, pria berwajah melayu dengan kulit coklat terang merupakan pria idola wanita Rusia. Dulu Timah melihat Zuhrik sebagai sosok yang "Glossy Gentlemen" tapi tidak setelah dia bertemu pria ini, pandangan timah berbalik 180 derajat.


"Panlanov..."


"Ya habibi..." jerit timah menghambur ke pelukan pria tersebut.


"Nona kamu salah.... Saya bukan Panlanov, Disini orang memanggilku Lan atau Fhadlan" ucapnya.


Timah menghindar dari pelukan Fhadlan, di perhatikannya sekali lagi wajah menolongnya masih tak percaya dengan yang di ucapkan Fhadlan barusan.


"Lan... jangan bohongi Timah, kamu boleh bilang namamu Fhadlan atau Panlanov, tapi hati ku bilang kamu Adalah Lan yang menyelamatkan ku di bandara vnukovo, adalah Lan yang sama dengan yang menyelamatkan ku di dermaga ini" ucap Timah yakin.


"Terserah kamulah, tapi kamu adalah Fatimah Ibrahimova Permaisuri Pangeran Andrik kan, seharusnya dapat perlakuan istimewa bagaikan ibu Negara?" ucap Fhadlan.


"Saya sedih Lan ketika saya melihat seorang perempuan muda, bercumbu dengan calon suami Timah, saat Timah tegur calon suami Timah bukannya membela atau melindungi Timah, malah Timah di cubit cubitin, di cengkram di banting dan saat timah pergi dalam kesedihan dia juga tidak peduli, tidak peduli Timah mau bunuh diri atau mau apa kek dia justru bercumbu dengan wanita lain hu hu hu.." tangis Timah kembali meledak.


"Pria macam apa yang membiarkan Idaman Hatinya menderita. Pria macam apa yang tidak bisa melihat Idaman Hati membutuhkannya" ucap Fhadlan.


"Bertahanlah Timah, semua orang punya keadaan dan penderitaan yang tak tertanggungkan, berani yang pernah saya lakukan adalah melanjutkan hidup ketika saya ingin mati." ucap Fhadlan.


"Fhadlan mohon hidup lah untuk Fhadlan" bisik Fhadlan.


"Hhhhh hhhhh hhhh" Timah hanya mengangguk di sela tangisnya.


"Fhadlan juga pernah kehilangan kekasih wajahnya mirip Timah, Fhadlan mohon berjanjilah Timah akan bertahan hidup demi Fhadlan" pinta Fhadlan.


"Baiklah timah akan bertahan hidup" Timah merasa simpati dengan keluhan Fhadlan, menyanggupi permintaan Fhadlan.

__ADS_1


"Kamu adakah IDAMAN HATI Fhadlan, hanya kamu yang mampu menggantikan Giza yang telah tiada, Fhadlan akan sangat bahagia jika Timah bahagia sekalipun bersama orang lain, kamu mau kan untuk hidup demi Fhadlan?" tanya Fhadlan lagi.


"Iya Timah akan bertahan hidup demi Fhadlan" tegas Timah.


"Bunda Ratu.. hari sudah malam, tidak bagus kalau sampai Pangeran Andrik menemukan kita berduaan, ayo saya antar pulang" ucap Fhadlan.


"Tidak usah.. saya bisa pulang sendiri" ucap Timah mencoba berdiri.


"Aduh...." Timah tak sanggup berdiri tenaganya seperti habis, Timah merasa lelah, seluruh tubuhnya terasa sakit, kembali dia tergeletak di bangku.


"Kamu sedang tidak baik baik Bunda Ratu, ayo saya pangku" ucap Fhadlan mencoba memangku Timah.


"Tidak usah Lan, biarkan aku berjalan, Timah hanya perlu tompangan untuk berdiri" kembali Timah berusaha berdiri namun tak mampu.


"ayo Fhadlan bantu berdiri" ucap Fhadlan mengulurkan tangannya.


Dengan di bantu Fhadlan akhirnya Timah bisa berdiri, tapi kembali tubuhnya sempoyongan, kakinya tak lagi mampu menopang tubuhnya.


"Ya habibi, maafkan Fhadlan kamu sedang tidak baik baik Timah" bisik Fhadlan di telinga Timah.


Melihat Timah sempoyongan dengan sigap Fhadlan memangku Timah lalu membawanya ke villa Ratu.


"Ya habibi.. terima kasih Lan, kamu benar benar PAHLAWAN HATI Timah" balas Timah berbisik.


Dalam remang cahaya lampu di sepanjang perjalanan Timah tak hentinya memandang wajah Fhadlan yang teduh, Timah menemukan kedamaian saat menatap wajah nya.


Terpikir di benak Timah, kenapa bukan Fhadlan yang menjadi pangeran Andrik. Terlintas di hati Timah kenapa bukan dirinya yang menjadi Giza kekasih Fhadlan yang telah tiada.


Untuk kisah Fhadlan dan Giza bisa di lihat di novel berjudul :

__ADS_1


FHADLAN GENERASI MILINIUM TRENDI.


__ADS_2