IDAMAN HATI

IDAMAN HATI
Permaisuri Kaisar Misterius


__ADS_3

"5.00 milyar satu kali" ucap panitia lelang.


Sunyi senyap penuh ketegangan, tidak ada gerakan apapun di layar kaca juga tidak di ruang pelelangan.


"5.00 milyar dua kali" sekali lagi panitia lelang memberi kesempatan pada peserta lelang.


"Tiga kali 5.00 milyar" panita mengulang untuk terakhir kalinya.


Masih hening tak ada suara sedikit pun, bahkan binatang malampun seperti menghentikan Aktivitas nya. setelah menunggu beberapa saat dan meyakini kalau tidak ada lagi yang berani menawar panitia memutuskan kalung periuk api terjual seharga tawaran terakhir, dengan pembeli adalah Fhadlan pria terakhir dengan tawaran tertinggi.


Belum sempat Timah turun dari panggung tiba tiba dua sosok pria berpakaian hitam meloncat ke atas panggung. Timah kaget saat mengenal kedua pria ini, adalah dua pria yang menyelamatkannya dari usaha pembunuhan pengawal pribadi Mona. Dia tidak mungkin lupa saat itu mereka begitu dekat dengannya di balik jendela kamarnya.


"Ampun permaisuri.. kami adalah utusan yang mulya kaisar, untuk membawa Permaisuri ke istana kerajaan" ucap mereka dengan sangat hormat.


Sekalipun Timah tak mengenalnya, tapi karena sikapnya penuh hormat dan mengingat mereka pernah menyelamatkannya, maka Timah harus menghornatinya jaga.


"Maaf tuan tuan" Saya tidak kenal Kaisar kalian.


"Ampun Permaisuri, perintah kaisar adalah tugas yang harus kami laksanakan, kenal atau tidak Permaisuri harus kami bawa" ucap mereka mulai memaksa.


Diam diam Timah berpikir keras mengingat ingat kalau pernah berurusan dengan orang penting, pastilah mereka bukan kelompok sembarangan berani bikin masalah dengan Pangeran Andrik.


"Kalian tentu salah orang aku bukan Permaisuri Kaisar kalian" Timah kembali mengelak.


"Ampun Permaisuri" dengan sikap yang sangat hormat terus memaksakan kehendaknya.


"Tidak ada kekeliruan, kami di perintah menjemput Fatimah Ibrahimova, calon permaisuri Kaisar yang mulya" ucap nya lagi.


"Kalau aku tidak mau, kalian mau apa?" tanya Timah.

__ADS_1


"Ampun Permaisuri, kami harus membawa Permaisuri sekalipun secara paksa" ucap mereka.


"Beraninya kalian buat masalah dengan Pangeran Andrik" bentak Timah mulai kesal.


"Ampun permaisuri, antara pangeran dan kaisar ada hutang piutang yang belum terselesaikan, sekarang kaisar mau nagih utangnya, lagian takut apa seluruh keamanan pulau sudah kami lumpuhkan" tak mau menyerah.


Belum sempat semua orang menyadari apa yang terjadi salah satu pria yang memakai kostum serba hitam mengibaskan sesuatu ke muka Timah. harum semerbak mewangi terhirup semua orang di atas pentas.


"Kak Fhadlan" jerit Timah saat merasa kepalanya pusing, lalu terkulai lemas.


"Maaf Permaisuri kami harus melakukan ini" pria berseragam hitam menerima tubuh timah yang tejerambab lemas lalu memanggulnya di bahunya.


"Pangeran Andrik.... Kaisar Zuhrik yang mulya menagih hutangnya, kalau Pangeran tidak puas, kita akan buat perhitungan di masa depan" ucap mereka menantang lalu bagai kilat mereka lari meninggalkan ruangan.


"Racun perusak saraf" Fhadlan dan beberapa orang yang yang berada agak jauh dari Timah sempoyongan jatuh terduduk setelah menghirup bau wangi dari kibasan pria berseragam hitam.


"ciss ciiis..." dua kali tembakan tepat mengenai kedua pria berseragam serba hitam, tapi seperti tidak terpengaruh pria tersebut terus menyelinap di antara kerumunan.


"Tahan mereka" teriak Pangeran memberi intruksi pada bawahannya.


Pengawal pangeran Andrik berlarian berusaha mengejar, pria berkostum hitam hingga ke luar ruangan. Muka Pangeran Andrik merah padam menahan marah di permalukan di dunia internasional.


"Aku bersumpah akan mencari kalian sekalipun ke ujung dunia. Aku bersumpah akan memuaskan kalian hingga menjadi debu yang tak bisa lagi di kenali bentuknya" teriak Pangeran Andrik penuh dendam dan nafsu membunuh.


"Timah...." Fhadlan berusaha mengontrol kesadarannya, berusaha bangkit dengan masih sempoyongan berlari ke mana arah dua pria berseragam hitam membawa Fatimah pergi.


Di luar ruangan Fhadlan tidak bisa menemukan petunjuk kemana timah di larikan, bahkan dia di suguhi pemandangan mengerikan sepuluh pengawal Pangeran Andrik yang bertugas mengamankan gedung acara lelang tergeletak sudah tak bernyawa.


***

__ADS_1


Apa sebenarnya Kalung Periuk api dan Siapa Fhadlan yang berani mempertaruhkan semua hartanya, hanya untuk kslung kuno yang secara materi hanyalah barang rongsokan yang lebih pantas di buang ke tong sampah.


Kita tinggalkan Andrik dan kemana Timah akan di bawa kita mundur sejenak ke masa lalu saat Fhadlan diburu seseorang yang menginginkan kalung pusaka Fhadlan.


Dengan hati hati Fhadlan memasuki ruangan di bagian belakang bangunan, semua terlihat berantakan Fhadlan mendekati sosok tubuh yang terbaring bersimbah darah, seluruh tubuhnya penuh luka hingga tak bisa di kenali lagi.


Tubuh atasnya tidak lagi berbaju, telanjang memperlihatkan kulit yang kemerahan, dada yang bidang dan terhias bulu-bulu yang lembut. Kedua lengannya berotot dan di lehernya masih terbelit kain leher, tubuh bawahnya memakai celana dengan sabuk kulit. Rambutnya yang ikal itu masih rapi, matanya penuh semangat, mata yang warnanya hitam itu memandang tajam dan dengan sikap gagah melirik ke arah Fhadlan.


"Panglima Fhadlan...! Ahh, betapa gembira hatiku melihat pamglima dalam keadaan selamat dan tidak terluka dalam ledakan yang dahsyat tadi" ucap laki laki tersebut.


Wajah Fhadlan menjadi merah menahan amarah setelah mengenal laki yang terbaring tersebut adalah Abu Ghafur. Alangkah anehnya paman ini, dalam keadaan terluka, tertawan dan disiksa musuh akan tetapi masih menyatakan kegembiraannya bahwa dirinya selamat! bukannya minta pertolongan pada nya pikir Fhadlan.


"Paman... Paman terluka...!" Fhadlan melirik ke arah dada dan muka abu Ghafur yang penuh luka luka, akan tetapi segera mengalihkan pandangan. Tidak kuat dia terlalu lama memandang luka luka yang di alami abu Ghafur.


"Aku...? Ahh, paman hanya terluka luar saja Lan. Kau hebat sekali. Baru saja paman di culik di bawa kemarkas mereka yang penuh penjagaan dengan persenjataan canggih, tapi hanya selisih menit kau sudah bisa menyusul, paman benar-benar kagum!" Sepasang mata Abu Ghafur benar-benar memandang Fhadlan penuh kagum.


"Jangan pikirkan itu lan... jika kau tau siapa melakukan ini pada paman Fhadlan mau apa?" tanya abu Ghafur.


Fhadlan menjawab, "Demi Allah wahai paman, akan saya tebas mereka dengan pedangku!"


"Panglima Fhadlan.... maukah kau kalau paman tunjukkan jalan yang lebih baik dari itu? Bersabarlah hingga kita bertemu di akhirat!" Nasehat paman Abu Ghafur.


"Ya baiklah paman" Fhadlan menyanggupi.


"Dia pria yang membawa kalung Fhadlan mengaku sebagai Kaisar Balqis Kingdom" ucap paman Ghafur.


Lalu setelah mengucapkan kalimat tauhid abu Ghafur terkulai lemah, tak bernafas lagi dengan bibir tersenyum dan bau tubuh yang harum. di bantu beberapa pejuang resimen Hamdani abu Ghafur di makamkan tidak jauh dari gedung tempat dia meninggal.


***

__ADS_1


__ADS_2