IDAMAN HATI

IDAMAN HATI
Perjuangan Suci


__ADS_3

Fhadlan akan selalu mengingat nasehat terakhir dari abu Ghafur untuknya, Ia tidak akan menggunakan ketajaman pedang atau kekerasan terhadap para pelaku kejahatan. Namun ia juga tidak akan bungkam atau berdiam diri jika mengetahui kejahatan di depannya.


Abu Ghafur bukan cuma sebagai paman tapi lebih dari itu dia adalah penasehat spiritualnya dalam semua hal. Masih terngiang di teliga Fhadlan nasehat nasehat abu Ghafur untuknya selama berjuang bersama:


"Lan... tetaplah dalam konsep perjuangan suci, karena Tuhan yang Maha Esa akan terlibat langsung dalam setiap perjuangan nya"


"Lan... tetaplah sabar dalam perjuangan, karena Tuhan yang Maha Esa akan selalu bersama orang yang sabar"


"Lan... jangan gentar dengan banyaknya musuh karena, Tuhan yang Maha Esa memiliki bala tentara di bumi dan di langit".


"Lan.... jangan gentar dengan canggih nya peralatan musuh, karena pesawat tempur canggih yang mereka punya hanya bisa terbang jika Tuhan yang Maha Esa mengizinkannya terbang".


"Lan.... jangan gentar dengan canggihnya senjata musuh, karena Nuklir yang mereka punya hanya akan meletus jika Tuhan yang Maha Esa mengizinkannya meletus.


"Lan... jangan sombong saat kamu mendapat kemenangan, karena kamu bisa mengalahkan musuh yang banyak, merontokkan pesawat tempur musuh atau menahan Nuklir mereka tidak meletus itu juga jika tuhan yang Maha Esa mengizinkannya".


Fhadlan keluar dari parit perlindungan tujuannya hanya satu mencari Linggo untuk menghentikan perang dan minta Linggo secara sukarela mengembalikan kalung pemberian ibu angkatnya Cicilia.


Kalung pemberian Cicila sangat berarti bagi Fhadlan, karena sudah di amanahi untuk menjaga dan membuka isi kalung tersebut pada waktunya, di samping itu Fhadlan juga sangat penasaran dengan isi kalung yang merupakan kapsul waktu.


Dentuman meriam, Arteleri Berat, senapan serbu terdengar sahut sahutan, pertempuran makin sengit. Fhadlan sudah tak peduli apapun yang terjadi dia harus bertemu Kisar Balqis Kingdom. Pelan tapi pasti Fhadlan terus maju dalam desingan hujan peluru.


Resimen Hamdani mulai merangsak memasuki kota dari tiga pejuru. Pertempuran kota pun terjadi makin lebih sengit. setengah hari pertempuran lebih dari separo kota sudah di kuasai resimen Hamdani.


Pertemputan bukannya kian merrda saat Imperum Balqis bertahan di utara kota dengan kekuatan penuh, di dukung Thank dan Arteleri berat.

__ADS_1


"Ini perang habis habisan yang pernah Fhadlan ikuti tak sedikit fasilitas yang rusak terkena tembakan" pikir Fhadlan.


Mayat mayat dari kedua belah pihak telah berserakan di sepanjang jalan dan lorong. Fhadlan berjalan seorang diri memasuki lorong demi lorong kota dengan mengendap endap. Berkali-kali dia menghela napas panjang bila dia mengenangkan semua pengalamannya.


"Kenapa sampai terjadi demikian jeleknya?" tanya Fhadlan pada dirinya sendiri.


Fhadlan sempat bertekat akan mengundurkan diri dari anggota resimen Hamdani, tapi Fhadlan juga masih merasa bertanggung jawab untuk melaksanakan amanah ibu angkatnya menjaga kalung pusaka dan membukanya saat waktu yang di tetapkan.


"Semoga kalung ibu cicilia bisa Fhadlan temukan di kota ini" guman Fhadlan berharap.


Fhadlan terus berjalan dengan gontai di lorong tersembunyi di pusat kota yang sepi. Fhadlan terus maju kearah utara kota dia yakin Bramantio yang telah di nobatkan sebagai Kaisar Imperium Balqis ada di sini dan Fhadlan yakin kalung pemberian ibu Cicila yang asli ada bersamanya.


"Tolong... tolong....." sayup terdengar suara seorang wanita minta pertolongan.


Fhadlan mengendap endap dendekat ke arah bangunan di mana suara minta tolong semakin jelas terdengar.


Seorang laki laki muda berpakayan militer tertawa sambil mulai melucuti pakaian si wanita. "Ihhh, pakai malu-malu kucing segala? Aku pun tahu bahwa kau lebih suka kepadaku Kaisar imperium Balqis dari pada pemuda miskin yang tak dapat menghargai kecantikanmu dengan uang...!"


"Braaaak" jendela kamar di dobrak dari luar.


"Bramantio .... Cukup!!" Fhadlan membentak dan saking marahnya ia menusukkan jari-jari tangannya ke arah leher Bramantio.


"Ahhh...." Bramantio yang sedang fokus dengan wanita korbannya tengah lengah dari bahaya yang datang, saat Fhadlan masuk dia tak mampu menghindari totokan Fhadlan jatuh terkulai menindih wanita muda yang jadi korbannya.


"yang mulya... Kaisar Bramantio adakah yang terjadi di dalam" penjaga berteriak memanggil Bramantio.

__ADS_1


Di luar kamar terdengar ke gaduhan para penjaga yang mendengar keributan di dalam kamar, dan teriakan pengawal pengaman Kaisar. Saat Fhadlan ingin memeriksa Bramantio untuk mencari kalung ibu Cicilia yang di curi Bramantio. pintu kamar sudah di dobrak paksa dari luar membuat Fhadlan mengurungkan niatnya dan berbalik menyelamatkan wanita korban Bramantio.


"Ayo pergi dari sini, aku akan menolongmu" ucap Fhadlan saat wanita itu meronta di panggulan Fhadlan.


Fhadlan melesat menggunakan jurus saipi angin meninggalkan gedung tersebut hingga di suatu lorong dia melihat anggota resimen Hamdani yang sedang patroli.


"Panglima Fhadlan" teriak mereka hormat saat Fhadlan berhenti di depannya.


"Selamatkan dia, bawa ke markas" ucap Fhadlan memberi perintah lalu menurunkan seorang wanita muda dari panggulannya.


"Siap panglima" ucap mereka, Fhadlan kembali melesat kearah gedung di mana sang wanita nyaris di perkosa.


Di dalam gedung sedang heboh dengan kematian kasar Bramantio yang cukup janggal. Petingggi tidak percaya kalau Bramantio mati bunuh diri atau terbunuh dengan mudah.


Memanfaatkan kegaduhan dan kepanikan sesisi gedung, Fhadlan menyelinap di antara para prajurit Imperium balqis Kingdom, untungnya mereka tidak perhatian dengan kehadiran Fhadlan, sehingga Fhadlan bisa membaur dengan mereka.


"Aku... Aku sudah membacanya...," seorang berpakaian militer terlihat berdialok dengan seseorang yang juga berpakaian sama dari pangkat yang ada di bahu merka kelihatan mereka sama jendral.


"Engkau baru datang, bagaimana bisa membacanya? Surat ini palsu! Tentu engkau dan kaki tanganmu yang menulisnya dan Kaisar Bramantio tidak mati karena membunuh diri, tidak juga akan mati terbunuh oleh totokan di lehernya secara mudah" ucap salah satu yang berpangkat jendral.


"Kaisar memiliki ilmu beladiri kuno yang langka, hanya yang mulya ratu yang bisa mengalahkannya" jelasnya lagi.


"Tentu engkau... pembesar jahanam berhati khianat, engkau yang mengatur semuanya ini, keparat!" Sambil berkata demikian, tangan sang jendral yang kelihatan nya orang Indonesia bergerak ke depan dan tahu-tahu tangannya telah mencengkeram baju pembesar yang baru saja datang.


"Jangan... ehhh, tolooongg Jendral ...!"

__ADS_1


Laki-laki hidung bengkok yang berdiri di dekat kedua jendral itu cepat-cepat menengahi dan berkata, "Tuan tuan, bersabarlah... dan jangan saling menyalahkan..."


"Engkau tukang mengatur siasat yang menjijikkan!" Tangan kirinya menyambar dan dia sudah menjambak rambut si hidung bengkok, kemudian dengan kemarahan membakar dada dan kepala, jendral ini menggerakkan kedua tangannya.


__ADS_2