
"Tahan jendral" ucap pria berhidung bengkok.
"Prokkk!" terlambat, dua buah kepala milik Jendral berwajah Arab dan si hidung bengkok bertemu keras sekali, beradu dahi dan ternyata kepala si hidung bengkok lebih keras hingga kepala jendral berwajah timur tengah itu pecah, Sedangkan si hidung bengkok hanya menjadi pening dan matanya menjuling saja. Melihat ini, Jendral berwajah indonesia lalu mengayun tubuh si hidung bengkok, membantingnya ke atas lantai dan terdengar suara keras ketika kepala si hidung bengkok ini pecah berantakan.
"Ini hukuman bagi Kalian yang telah memberi kaisar Linggo Bramantio, obat perangsang hingga overdosis" lanjutnya.
Suara dentuman senjata berat, Thank dan rentetan senjata otomatis masih terdengar seru di pusat kota. Seperti tak akan pernah mereda, di dukung personil yang profesional dan persenjataan berat, makin membuat percaya diri dari pasukan Balqis Kingdom.
Tidak hanya mengandalkan bala tentara yang profesional, tapi mereka juga punya komandan tempur yang menguasai ilmu bela diri kuno yang tinggi. Baca juga FHADLAN GENERASI MILINIUM TRENDI.
Secara logika Imperium Balqis Kingdom tak kan kalah dari Resimen Hamdani, dimana mereka dikelilingi para Jendral berilmu silat tinggi dari berbagai belahan dunia, sedang Resimen Hamdani hanyalah militer dadakan yang hanya menjadi militer dalam semalam.
"Panglima mohon petunjuk ... pasukan kita makin terdesak" seorang prajurit lari dengan tergopoh gopoh melapor.
"Goblok, melawan preman preman kampung saja kalian tidak becus, kembali ke garis depan bertahan hingga ada instuksi dari Ratu Balqis" ucap si jendral yang di panggil panglima.
"Kamu.. pimpin pasukan tambahan ke medan tempur" perintah panglima pada pembantunya.
"Siap .. Panglima" komandan yang di perintah memberi hormat lalu memimpin prajurit tambahan maju ke medan tempur.
"Treet Treet Treet"
Suasana di dalam gedung mulai di selimuti ketegangan dan ketakutan, rentetan tembakan makin jelas terdengar, pertanda pertempuran sengit makin mendekati markas mereka. Entah dari mana datangnya seorang wanita muda tiba tiba sudah muncul di depan markas Imperum Balqis kingdom.
"Bramatio.. Keluar kau ini Saatnya kematian mu" teriaknya.
Sepeninggal pasukan tambahan maju ke medan tempur suasana terlihat agak sepi, pengawalan markas mulai berkurang, ini di manfaat kan oleh wanita muda tersebut menyerang langsung ke markas.
"Tangkap penyusup" seorang prajurit berteriak.
Lima orang prajurit terdekat berusaha menghadang.
__ADS_1
"Hiaaat....." wanita muda berhijab bukannya menghindar, justru menyerbu dengan kecepatan luar biasa, sinar keperakan terlihat mengiringi tebasan pedang nya.
"Crees.... Crees... Crees.... Crees... Crees.." lima kali kibasan pedang di tujukan pada prajurit yang brusaha menangkap nya.
"Bruk.. bruk... bruk.. bruk... bruk" detik berikutnya kelima prajurit tersebut, terkapar bersimbah darah, dengan kepala telah terpisah dari badannya.
"Perempuan keji! Pembunuh! Tangkap...!" terdengar teriakan di luar gedung.
"Tembak" teriak seseorang.
"Treet ...Treet ... Treet " brondongan senjata otomatis dilepaskan seorang prajurit.
"Ting.. ting...ting.." kibasan pedang wanita bercadar merontokkan setiap peluru yang dimuntahkan.
"Aaaah...." prajurit yang membrondongkan senapan mesin jatuh bersimbah darah terkena sabetan pedang wanita bercadar.
Teriakan-teriakan dan langkah langkah kaki terdengar makin ramai dan keadaan yang tak mereka duga membuat seisi gedung menjadi geger. Pelayan-pelayan perempuan menjerit dan melarikan diri tak tau arah, saat perempuan bercadar ngamuk hingga memasuki gedung markas Imperum Balqis Kingdom.
"Tangkap pengacau... atau kelima kepala kalian taruhannya" teriaknya.
"siap jendral" ucap mereka serempak mengejar bayangan wanita yang berkelebat cepat sekali.
Lima orang itu adalah lima orang pengawal luar istana yang yang bertanggung jawab terhadap keselamatan Kaisar Bramantio. Mereka adalah orang yang bertugas menjegal penyusup yang di anggap membahayakan keselamatan kaisar Bramantio. Mereka juga di tugas kan mencegah Fhadlan memasuki gedung di mana Bramantio sedang bersenang senang.
Akan tetapi sungguh di luar persangkaan mereka bahwa Fhadlan itu memiliki kepandaian sedemikian hebat sehingga gerakannya luar biasa cepatnya. Lima orang pengawal Bramantio hanya melihat tubuh Fhadlan berkelebat bagai bayangan.
Detik berikutnya mereka hanya mendengar jendela kamar kaisar di dobrak, tanpa mampu lagi mencegah Fhadlan memasuki kamar kaisar Bramantio hingga terbunuhnya Bramantio di kamarnya.
"Hyaaaat" serempak kelima pengawal Bramantio maju setelah dapat komando. Kini lima orang pengawal itu menjadi marah sekali. Melihat gadis itu dengan ganasnya berkelebatan membunuh anggota mereka lalu melemparkan mayatnya bertumpuk di ruang tengah.
"Hyiaat" salah seorang di antara mereka cepat menerima mayat dengan kedua tangan nya.
__ADS_1
"Perpuan hina beraninya membuat kekscauan di markas Imperium Balqis Kingdom" empat orang pengawal lainnya segera menerjang wanita misterius bercadar dengan pistol siap tembak.
"Fhadlan, aku akan membalaskan perlakuan buruk Imperium Balqis terhadap mu, dan akan mengambil apa yang mereka curi dari mu" Wanita bercadar kembali berseru menyebut nama Fhadlan.
Tidak hanya jendral dan lima pengawal keamanan luar istana yang kaget, Fhadlan sendiri kaget setengah mati saat mendengar namanya di sebut sebut perempuan bercadar yang sedang mengamuk tak kenal takut.
Fhadlan mencoba mengenali siapa wanita bertopeng tersebut, di perhatikannya dari ujung rambut hingga ujung kaki, namun cadar yang menutupi wajahnya menghalangi Fhadlan untuk mengenalinya.
Wanita tersebut mencabut pedang yang menancap di perut salah satu anggota Imperium Balqis, wanita ini kemudian mengamuk mengarah ke tempat di mana Fhadlan dan anggota Imperium Balgis lainnya.
"sing sing..."
"Breet...Breet"
"Ahhhh .... ahhhh" dua orang anggota Imperium tumbang.
"Luar biasa gerakan wanita ini sangat cepat, sepertinya peringan tubuhnya tidaklah di bawah saipi angin milik ku" guman Fhadlan.
Bersamaan dengan saat pedang wanita tersebut di arahkan ke leher Fhadlan, Jendral pengaman luar istana dan kelima anak buahnya menyerbu.
"Trang..." pedang si wanita bertemu dengan belati di tangan jendral pengaman luar istana yang sudah berdiri menghadang di depan Fhadlan.
Mundur kalian teriak sang jendral mendorong anggota Imperium Balqis terdekat, termasuk Fhadlan. Anggota yang masih tersisa mudur dengan senjata siap tembak.
Untungnya belum ada yang menyadari kalau Fhadlan ada di tengah tengah mereka. Semua mereka fokus pada wanita bercadar yang sedang mengamuk.
"Kepung jangan biarkan dia lolos, kecuali kepala telah lepas dari badannya" Jendral pengaman luar istana dan lima pengawal nya menyerbu mengepung sang wanita bercadar.
"Hyiaaat" wanita bercadar mempercepat gerakan pedang nya, menghadapi pengeroyokan sang jendral dan lima orang pengawal berilmu tinggi yang sudah mengurungnya.
Pertempuran berlangsung dengan seru di dalam ruang maut di mana menggeletak mayat mayat anggota anggota Imperium Balqis yang sudah bersimbah darah.
__ADS_1