
Wajah Giza terlihat kehilangan kegembiraannya yang tadi timbul saat bertemu Fhadlan, namun ketika mengenang kematian Rahadian kakaknya hatinya kembali seperti di sayat sembilu.
Giza terus bercerita kalau setelah kepergian Fhadlan dan keluarganya. Tika di bantu Rahadian berhasil membokar kejahatan Balqis Kingdom.
"Bersama polisi kami menyerbu markas Balqis Kingdom, dan berhasil merebut kalung Fhadlan dari pangeran Linggo, banyak pembesar dan orang sakti pihak Balkis Kingdom tewas di tangan mbak Tika dan abang Rahadian, kompolotan mereka di amankan polisi , sisanya melarikan diri ke Yaman dan tewas di Yaman kecuali Ratu Balqis Kingdom ibu Pangeran Linggo Bramantio" Cerita Giza.
Fhadlan ikut sedih mendengar tewasnya Bang Rahadian tapi senang saat mendengar kalau Mbak Tika Selamat. Kabar di tumpasnya Balqis Kingdom juga melegakan Fhadlan tapi mendengar Ratu Balqis Kingdom masih selamat mau tak mau Fhadlan masih was was.
"Giza.. bagaimana masih sakitkah?" tanya Fhadlan saat melihat penderitaan Giza yang sudah mereda.
"Sudah mendingan sih, tapi Giza belum kuat untuk melanjutkan perjalanan" ucap Giza memelas.
"Ok ... kalau begitu kamu tunggu di sini Fhadlan mau coba mencari kota terdekat untuk mencari bantuan" ucap Fhadlan lalu melesat pergi kearah cahaya terang di upuk utara.
****
Dalam pekatnya malam sepasang mata terus mengawasi apa yang sedang di lakukan Fhadlan dan Giza. Gerakannya ringan sekali berkelebat mengikuti kemanapun Fhadlan dan Giza pergi. Dari gerakannya sudah di pastikan kalau dia memiliki ilmu yang sangat tinggi.
Tak lama setelah Fhadlan pergi bayangan tersebutpun melesat bagai anak panah menuju di mana Giza berada.
"Giza... akhirnya kau ditemukan juga" ucapnya lirih.
"Ahh... ? Ratu Balkis Kingdom" desis Giza.
"Giza ... Engkau tentu masih ingat dan mengerti betapa ibu tidak suka kamu selalu ikut campur dalam urusan Pusaka Balqis Kibgdom. Khususnya Jimat yang di miliki Fhadlan itu adalah satu-satunya petunjuk yang membuat ibu bisa menguasai semua pusaka Nusantara." ucap Ratu Balqis Kingdom.
__ADS_1
"Ibu Ratu ... Giza tidak pernah ikut campur urusan pusaka apapun" jawab Giza.
"Hi-hi-hik, Giza.... aku tidak tahu apakah engkau membohong atau tidak. Akan tetapi aku dapat membuktikan bohong tidaknya omonganmu ini."
Mendengar perubahan pada nada suara Ratu Balqis, Giza cepat melangkah mundur, memandang tajam dan berkata dengan suara dingin.
"Ratu Balqis, apa yang kau maksudkan?" tanya Giza.
Akan tetapi alangkah heran hati Giza ketika melihat Ratu Balqis Kingdom tertawa mengejek dan berkata,
"Aku akan menyerangmu sehingga engkau terpaksa mengeluarkan Jimat Fhadlan.... Atau selamatkan dirimu dari serangan ku" bentak Ratu Balqis.
Giza mengerutkan kening. "Hemmm, jangan berbuat yang tidak-tidak, Ratu. Ajimat Fhadlan tidak ada pada ku, dan andai kata aku memilikinya pun, akupun tak akan menyerahkan pada mu"
"Aihhhh..!"
Ghiza terpaksa mengangkat tangannya mengerahkan sinkang-nya untuk menangkis. Giza langsung mengerahkan sinkang secara penuh untuk membuat tubuh Ratu Balqis terlempar ke belakang.
Namun Giza yang merasa betapa tubuhnya terdorong oleh tenaga mukjijat dan lengannya seperti lumpuh, bergulingan dan terus meloncat bangun, memandang Ratu Balqis yang kini berdiri tertawa-tawa memandangnya.
"Hi-hi-hik, Giza, apakah engkau masih tidak mau cepat-cepat mengeluarkan jimat Fhadlan lalu menyerahkan padaku?"
Hampir Giza tak dapat percaya kalau tidak mengalaminya sendiri. Ratu Balqis ternyata lihai bukan main, tidak saja ginkang-nya yang luar biasa cepatnya, juga ilmu silatnya aneh dan tenaga sinkang-nya amat kuat! Mengertilah dia kalau Ratu Balqis telah mempelajari ilmu-ilmu kuno yang amat hebat.
Dengan kemarahan luar biasa Giza segera melolos sabuk suteranya, sabuk sutera putih yang merupakan senjata pamungkasnya. Akan tetapi Ratu Balqis Kingdom sama sekali tidak gentar melihat sabuk itu, malah tertawa mengejek.
__ADS_1
"Seer seer seer" sabuk sutra Giza meliyuk liyuk di ikuti cahaya putih seperti nembungkus tubuh Giza.
"Tar.. tar..tar" sesekali terdengar ledakan nyaring di ikuti kilatan cahaya menyilaukan dari ujung sabuk.
"ha ha ha ha... Sabuk suteramu itu hanya patut untuk dipakai menari, Giza, tiada gunanya kau pakai melawan aku."
"Ratu Balqis, engkau jahat sekali. Percayalah, aku tidak memiliki Ajimat yang kau inginkan dan buang jauh-jauh pikiranmu yang bukan-bukan itu sebelum aku atau Fhadlan turun tangan menghajarmu."
"Hi-hik-hik, engkau hendak menghajarku? Lucu sekali! Apalagi Fhadlan sekali pun tidak mungkin dapat mengganggu selembar rambutku!"
"Penjahat hina!" Giza membentak dan sabuk suteranya sudah berkelebatan menyambar dan menotok ke arah leher Ratu Baqis Kingdom. Namun Ratu Balqis dengan mudahnya menyampok ujung sabuk itu dengan lengannya.
Pada saat Ghiza menggetarkan ujung sabuk untuk menangkap pergelangan tangan Ratu Balqis dengan belitan, dia terkejut sekali karena tiba-tiba ujung sabuknya itu terpental begitu bertemu dengan lengan Ratu Balqis Kingdom. Dia pun maklum bahwa sekali ini dia tidak boleh main-main, apa lagi ketika Ratu Balqis Kungdom membalas dengan pukulan maut pada lambungnya!
Ratu Balqis tidak main-main dan agaknya benar-benar hendak memaksanya memberikan ajimat Fhadlan! Tahulah dia bahwa kini dia harus melawan mati-matian dan bahwa yang bertanding dengan dia bukanlah sekelas Linggo, melainkan seorang musuh yang ganas dan sangat lihai!. Kembali Ghiza memainkan sabuknya dengan cepat, mengeluarkan serangan-serangan yang paling dahsyat.
Pertandingan mati-matian bagi Giza yang makin lama menjadi semakin kaget dan terheran-heran. Sangatlah mengherankan melihat kehebatan yang disaksikannya ini benar-benar sangat mustahil dan tak masuk akal. Kepandaian Ratu balqis kingdom tidak saja jauh melampauinya, bahkan Giza merasa ragu-ragu apakah jika Fhadlan dan dia sendiri akan mampu menandingi kepandaian Ratu Balqis Kingdom.
Dia sudah mengerahkan seluruh kecepatan dan tenaganya, juga sudah mainkan semua jurus-jurus paling hebat dari ilmu sabuknya, namun tetap saja dia tidak mampu mengenai tubuh Ratu Balqis yang bersilat sambil terus tertawa-tawa mengejek, seolah-olah memamerkan kepandaiannya dan menggodanya.
"Lebih baik cepat serang aku bersama Fhadlan selingkuhanmu, mungkin saja berhasil!" ejek Ratu Balqis Kingdom
Segala ilmu silat di dunia ini tidak dia takuti setelah dia mewarisi ilmu-ilmu mukjijat dari pusaka peninggalan Raja raja Nusantara, akan tetapi karena di dalam kitab-kitab itu dia tidak menemukan petunjuk pusaka berupa pedang pusaka dan harta peninggalan raja Nusantara, dia masih merasa berharap pada Kakung pusaka Fhadlan memberinya petunjuk.
Andai kata Giza memang memiliki Ajimat atau pusaka apapun, tanpa diminta sekali pun tentu dia akan menyerahkannya terhadap lawan yang amat tangguh ini. Akan tetapi dia sesungguhnya tidak pernah memegang pusaka atau ajimat.
__ADS_1