Identitas Rahasia

Identitas Rahasia
IDR SOSOK MISTERIUS


__ADS_3

Pegunungan Alpen


Di sebuah gunung yang di kelilingi oleh lembah dan hutan, di dalam hutan rindang yang sepi bahkan mungkin tidak ada yang mau tinggal di sana, Ada Sebuah Gubuk sederhana.


Malam yang gelap gulita di dalam Hutan, Sebuah Mobil besar berbentuk Jeep yang khusus di pergunakan untuk menghadapi jalan yang berbatu, lembah ,ataupun yung sungai yang tidak bisa di lalui mobil biasa.


"Cepat malam sudah sangat larut", Baik Tuan.


Seorang laki-laki, dengan simbol Naga Hitam pergelangan tangan nya. kembali memerintahkan anak buahnya yang hanya dua orang saja.


"Tuan, kenapa tiap malam purnama kita harus kembali ke Gunung ini ?"


Karena , aku harus menemui suhu ku di sini.


"Sudah kau jangan banyak bertanya!"


lakukan saja perintahku, Atau kau sudah bosan hidup dan mau ku tinggal di sini agar nanti dimakan hewan buas!. Sang tuan tampak menajamkan matanya , menampakkan kekesalan nya hingga, mengisyaratkan kepada anak buah nya untuk diam atau dia akan di berikan kepada hewan buas penunggu hutan itu, Anak buahnya langsung menutup mulutnya , tampak ngeri sekali dengan ucapan sang tuan.


.


Malam itu mobil melaju lumayan cepat, jalanan yang terjal, berbatu-batu dapat dengan mudah di lalui mobil itu, Setelah tiga jam menyusuri sungai, hutan yang gelap, Sampailah dia di sebuah gubuk sederhana.


"permisi, Suhu, Apakah anda ada di dalam?"


" Siapa ?

__ADS_1


" Aku martin Suhu, Cucu mu."


Ooh, Kau sudah datang Nak, Masuklah.


Seorang kakek yang sudah sangat senja , berambut sedikit panjang dan berwarna putih.


Kenapa kau datang sudah sangat larut malam, Apakah Pekerjaan dan aktivitasmu sudah sangat padat sehingga kau hanya mengunjungi kakek di saat ada penting saja.


"eehh, Bukan begitu kek, Dengan tergagap Martin menjawab, dia menundukkan kepalanya dengan hormat. Sementara anak buahnya setia menunggu di luar sambil berjaga.


"Cucu kurang ajar!" Tangan si kakek memukul pelan kepala nya.


"Maafkan aku kek." Banyak sekali yang mesti aku urus di luaran sana kek, Martin menarik nafas dalam-dalam, lalu menghembuskan kasar.


Yaa, aku sangat paham itu, tentu juga kakek sangat tahu hal itu.


Sang kakek, Tampak melihat ke langit-langit gubuknya , matanya menatap martin dengan tatapan bermakna tajam, seperti ingin mengisyaratkan sesuatu.


Kau tahu sepertinya Umur kakek tidak akan lama lagi, mungkin saja pada saat kau pergi dari sini, kakek juga sudah pergi Menuju tempat peristirahatan kakek, kakek juga sudah tidak bisa memantau , menjagamu dari musuh-musuh mu.


"Jangan berbicara seperti ke!" mata Martin mulai berkaca-kaca seperti tidak ingin kehilangan kakeknya."


Huuss,, Dengarkan saja aku ini berbicara!


Aku tidak asal bicara saja, Memang sepertinya aku sudah bisa merasakan akhir dari nyawaku ini. Sebelum aku pergi , Orang tua itu tampak mengambil sebuah Batu cincin berwarna merah gelap, dengan nafas tersengal, dia memberikan Batu merah itu kepada martin.

__ADS_1


Kemarikan Tanganmu Nak, Dengan segera martin memberikan tangan nya. Pakailah ini di tangan kiri , di jari tengah. Batu ini bisa melindungi mu dari Ancaman-ancaman musuh mu yang ingin berbuat buruk kepadamu.


Batu Merah ini biasa di sebut Batu Darah atau juga Batu Blood Red.


Setiap dia menghabisi nyawa musuh mu dia akan menghisap Cakra musuh mu, menambah kekuatan dari Batu dan si pemiliknya.


iyaa, Satu lagi dia bisa membuat mu Kebal terhadap peluru dan senjata tajam.


"Baik ,kakek.. " Tapi aku masih butuh petunjuk dari kakek. Pria berbaju serba hitam itu menatap cucu satu-satunya yang saat ini dia Warisi Batu kesayangan nya.


"jangan seperti itu, Kau seperti Anak kecil. Kau sudah dewasa tentu saja kau harus bisa menjaga dirimu".


Setelah berbicara dengan waktu yang cukup lama, dan malam mulai fajar. Sudah saatnya kau pulanglah ini sudah hampir fajar, Kakek ingin tidur sebentar.


"Baiklah ke, Aku pulang. jaga dirimu baik-baik." aku akan sering datang mengunjungimu.


iyaa, Kau jaga pemberian kakek baik-baik. Datanglah setiap purnama ke sini.


Dengan Cepat martin pergi dari rumah yang berbentuk gubug sederhana itu, Rumah orang tua martin sediri sangat besar dan luas, tetapi Orang tua itu hanya ingin tinggal menyendiri dan menetap di dalam hutan di sebuah gunung besar bernama Alpen.


...****************...


...----------------...


Setelah Mengobrol cukup lama

__ADS_1


__ADS_2