Identitas Rahasia

Identitas Rahasia
IDR : Pengintaian


__ADS_3

Di Sebuah Kabin..


Seseorang tampak, sedang mengobrol di telepon.


[" Bagaimana perkembangan bisnis kita , di Hotel?"]


[" Semua aman terkendali , Tuan!"]


[" Bagus Sekali, kalau begitu, Jangan lupa jatahku. Segera kau transfer ke rekeningku."]


["Siap, tuan, aku akan mengirim uangnya seperti biasa. Kau jangan khawatir!"]


Percakapan itu ternyata di lakukan oleh pemimpin Naga Hitam. dengan seorang petinggi yang memback up usaha bawah tanah mereka, tentu saja dia pun menikmati uang haram itu.


Senyum simpul terlihat di wajah seorang petinggi itu, dia membayangkan rekening nya akan terus mengendut dan bisa selalu bersenang-senang.


...----------------...


Pagi Di Hotel..


Kring! kring! kring!


Suara Alarm dari Ponsel Allea berbunyi.


Matahari yang belum cukup tinggi perlahan masuk sinarnya ke sela-sela jendela kamar hotelnya. Tangan Allea tampak menutupi sebagian wajahnya yang terkena sinar matahari.


Allea Bangun dan sedikit melakukan pemanasan, Olahraga yang sudah menjadi kegiatan sehari-hari nya , rutin dia lakukan setiap bangun pagi seperti push up, sit up, jump suit, dan sebagainya , semua itu dia lakukan agar kondisi fisik nya selalu fit dan siap melaksanakan semua misi nya.


Gemericik air mengucur di dalam kamar mandi, menandakan allea sedang melakukan ritual mandi nya. selang beberapa menit dia sudah selesai dan bersiap memakai pakaian nya, hari ini dia akan melakukan pengintaian terlebih dahulu, untuk menentukan lokasi yang tepat untuk mengeksekusi targetnya.


hhm, Aku akan sarapan terlebih dahulu, kondisi tubuhnya harus benar-benar siap, Allea membutuhkan protein yang tinggi agar otak,dan tubuhnya bertenaga. Ayam dada tanpa tulang menjadi sarapan Allea, ayam yang hanya di bumbui lada, petterseli, garam dan sedikit minyak olive oil, tidak lupa Allea menambhakan salad dan susu.


Sesaat setelah sarapan selesai Allea bersiap, kali ini dia akan menyamar menjadi seorang peneliti lingkungan hidup, agar Allea dengan leluasa bisa mengintai dan mematai mereka


Kaca mata yang tampak seperti kacamata minus dia tambahkan di wajahnya agar menambah kesan seorang peneliti.

__ADS_1


Allea meninggalkan hotel, untuk sampai ke sebuah desa dimana targetnya sedang berlibur di sana.


Desa Harrisson Hot Springs...


Desa Harrisson Hot Springs merupakan desa kecil yang terletak 121 km , dari timur Vancouver di sepanjang tepi Danau Harrisson. Desa yang menyajikan pemandangan danau yang menawan dari pantai dan pegunungan sekitarnya.


Jarak dari Hotel Allea menuju Desa lumayan jauh , jarak tempuh hampir 1 jam lebih.


Allea membawa mobil yang dia sewa dari hotel, mobil biasa yang tidak akan banyak mengundang perhatian.


Setelah melalui perjalanan yang lama, Allea sampai juga di Desa. Allea turun dari mobil dan mencoba memindai sekitar, kalung liontin kecil yang di berikan ayahnya selalu menempel pada lehernya, sebenarnya di dalam kalung indah bertahta perak itu terdapat alat canggih ,semacam pelacak, agar ayah Allea selalu bisa memantau kemanapun allea berada.


Allea memarkir mobilnya pas di depan sebuah danau , tidak jauh terdapat beberapa Kabin berjejer.


" Petugas yang berjaga, yang di kenali sebagai penjaga Kabin dan danau, Dengan Sopan dan ramah menyapa Allea."


" Apakah , anda akan menyewa Kabin atau hanya melihat danau air panas saja, Nona?"


Petugas itu bertanya dan menatap Allea.


"Ooh, bgitu.. Apakah kau punya ijin, dan bisakah kau menunjukkan identitas mu?."


"Ooh, tentu saja ada, Allea mengambil ke dalam dash Board mobilnya." Di sana sudah ada pengenal sebagai peneliti lingkungan, tertera foto dan nama Allea di sana.


Namun di pengenal itu Allea mengganti namanya menjadi Sarah, Dengan tekhnologi milik Allea semua dapat seperti aslinya , walaupun palsu. hanya beberapa orang atau alat pendektesi canggih yang bisa melihat nya.


Petugas itu mengamati dengan pandangan meneliti ke arah Allea.


" Baiklah Nona Sarah , Silahkan berkeliling, sesuai dengan surat ijin ini."


"Yaa, dan Berhati-hati lah, terkadang masih ada hewan buas di dalam hutan Sana!"


"Apakah aku perlu mengantar Anda berkeliling Nona?"


"eeh, tidak usah aku sudah biasa melakukan semuanya sendiri, Tapi terimakasih untuk tawaran Anda."!

__ADS_1


Akhirnya Allea dapat segera pergi dari petugas tadi, dia mulai berjalan memasuki tepian Danau berpura-pura mengambil contoh airnya. Terlihat di sebuah kabin besar terdapat beberapa pengawal berbadan besar dan tegap, mereka tampak berjaga di sekitar kabin, kalau di hitung mungkin ada sekitar Dua puluh an, terdapat ear phone di telinga mereka sebagai alat komunikasi cepat.


Allea menghembuskan nafasnya, medan yang lumayan sulit, tapi bukan Allea namanya kalau tidak bisa melewatinya. Dia mendeteksi dengan alat pemindahnya untuk mengetahui beberapa orang lagi yang berada di dalam kabin tersebut.


hhm, hanya ber enam saja Rupanya, tapi aku belum melihat targetku, tapi menurut informasi dia berada di sini.


Haaiiissh, bagaimana kalau dia tidak berada di dalam kabin itu, karena aku sendiri belum melihatnya. Allea bermonolog sendiri, dan menjawabnya sendiri, raut mukanya nampak gusar, karena belum melihat sang target, sedangkan penjagaan sangat rapat dan ketat.


" Haii, sedang apa kau di situ?" Seorang pengawal dengan tubuh kekar dan tegap menatap nya tajam.


Sangking berfikir dan bermonolog sendiri. Allea menjadi tidak fokus pada tujuan nya.


" Ehhhm , dengan kaget Allea mencoba


menjelaskan, aku hanya sedang meneliti di sekitar sini, Tuan."


"Lakukan dengan cepat, dan segera pergi dari sini, Atau aku akan mengusir mu!"


"Baik, saya juga sudah hampir selesai dengan air danau ini, Allea menunjukkan Contoh botol kecil ,tampatnya mengambil air danau tersebut."


Dengan tergesa-gesa Allea pergi dari tempat itu, dia tidak ingin mereka curiga dengan kehadirannya.


Allea kembali berkeliling di sekitar kabin .


setelah berkeliling cukup lama dia berhasil menemukan tempat tersembunyi untuk melakukan misinya. Dia menandai tempat itu dengan sebuah alat kecil yang diselipkan di batu. Allea duduk sebentar di tempat itu , dia mulai menghitung jarak pandang , Atmosfer Angin yang tidak terlalu kencang, Cuaca yang bagus. Mudah-mudahan besok Angin , dan cuaca akan seperti ini.


Tak terasa hari sudah menjelang senja, Allea melangkahkan kakinya untuk pergi meninggalkan tempat tersebut. Tapi sebelum dia pergi dia melihat ke arah kabin , kebetulan sang target sedang duduk bersama seorang wanita yang masih sangat muda, Gerakan tanganya nakal memegang bagian belakang wanita tersebut.


Hahhh, pucuk di cinta, Cinta nya datang. Sedang di Cari tahu nya kau ada di sana. Allea tersenyum sinis. " Lelaki sudah bau tanah , masih saja berkelakuan kotor!" Lihat saja besok apa kau masih bisa melakukan perbuatan be**d mu itu, tua bangka.!"


Kemudian Allea pergi kembali menuju hotelnya untuk mempersiapkan misi nya, pengintaian hari ini tidak lah sia-sia , karena dia menemukan targetnya. Hatinya tersenyum, karena akan dengan cepat menuntaskan misi nya.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2