Identitas Rahasia

Identitas Rahasia
IDR Mengikuti kata Hati


__ADS_3

***Selamat membaca Readers..


Mudah-mudahan semuanya suka yaa, Dengan Novel perdanaku ini. 💖 Mohon dukungan dan Support nya dengan Cara LIKE,VOTE, Dan jika berkenan bisa kasih aku GIFT 🤭 Jangan Lupa Tambahkan ke FAVORIT kalian..


🙏🏼 TERIMAKASIH 😍


Mansion ABU***


Setelah Menempuh perjalanan yang lumayan jauh, di sepanjang perjalanan hanya Allea Gunakan untuk beristirahat , matanya terpejam tetapi tidak dengan pikiran nya yang terus melayang kemana-mana.


Suara deru mobil terdengar, penjaga yang bertugas menjaga gerbang dengan langkah cepat,membuka pintu. dia harus melihat dan memastikan siapa yang datang.


" Non Allea, Penjaga tadi nampak terkejut , pasalnya yang dia tahu , Putri Tuan besar nya sedang melakukan perjalanan bisnis ke Canadian."


" Nona Allea sudah kembali ?"


" Iya, aku baru saja kembali ,dan Langsung menuju ke sini dari Bandara."


" Ooh , begitu. Silahkan masuk Nona, penjaga tadi membukakan pintu dan mengantar nya sampai ke teras."


Klek!


Suara pintu terbuka, dia melihat ke sekitar hanya ada beberapa pelayan sedang mengerjakan tugas mereka masing-masing, mereka sampai tidak menyadari Allea datang.


Allea membiarkan mereka mengerjakan pekerjaan mereka, dia tidak ingin menganggu.


Sekarang yang dia butuhkan hanya Ayahnya, Pelukan hangat yang biasa dia dapat kan dari Ayah nya.


Kaki jenjang nya mulai menapaki lantai beralas marmer itu, dia menuju ke kamar ayahnya, dia meletakkan koper di ruang tamu. Netra nya mulai memindai ke arah kamar utama.


Klek,


kepala Allea mendongak mengamati sekitar kamar ayah nya yang tertata dan tersusun rapih.


Keadaan hening,


Aakh, mungkin ayah tidak ada di kamar , dia pasti ada di kebun belakang. Allea bergegas menuju ke sana dan benar saja Ada Clark , Asisten pribadi Ayahnya, sekaligus Body Guard.


Ternyata di belakang Mansion itu terdapat sebuah lapangan hijau nas asri, di tumbuhi beberapa pepohonan, pinus,cemara dan ada beberapa jenis tanaman lain. Ayah Allea sedang melakukan latihan menembak dengan sasaran piring yang di lempar, Botol yang bergoyang untuk menanjamkan Fokus, tanpa terganggu dengan keadaan sekitarnya. Kali ini Ayah Allea hanya memakai senapan Angin biasa, karena memang hanya untuk berlatih dan berolahraga.


" A..allea, kau sudah Pulang nak, kenapa kau tidak memberitahu Ayah, Tahu kalau kau akan ke Mansion , ayah akan mengirim orang untuk menjemput mu.


Aku hanya ingin memberi kejutan Ayah, sesekali aku ingin ayah bingung mencari ku kan.


Allea menghambur , dan memeluk ayahnya. Tubuh Pria berumur skitar 40 n itu tampak masih gagah dan tegap.

__ADS_1


"Haaahh, Ada apa dengan putri ayah. Biasanya paling tegar dan Kuat, Jarang sekali seperti ini."


Ayah Allea, membalas pelukan Anak Satu-satunya itu. dia mengusap rambut putrinya, Dia membiarkan Kepala Allea terbenam lama di dada bidang nya .


Sementara Clark yang melihat, agak sedikit menjauh, untuk memberi ruang pada ayah dan anak itu untuk melepas rindu mereka.


" Aku akan ikut latihan, dia langsung mengambil senapan , tak lupa tutup telinga. dia langsung menembak berbagai sasaran yang sudah di siapkan Clark."


Yaah.. Hampir semua tepat mengenai sasaran ,hanya beberapa yang meleset.


Cck, Cck, Cck


" Kalau Nona Allea sudah beraksi mana ada sasaran yang terlewat, dia bagaikan Elang yang kelaparan."


" Hhm, Sudah, Cukup Syang..


Kau baru saja pulang Nak, Beristirahatlah dulu."


Albert , meninggal kan Allea sejenak untuk meluapkan gundah hati nya , dengan cara berlatih menembak."


Kemauan Allea sangat keras, dia juga sedikit keras kepala.


" Clark, Apakah ada yang terjadi di Canadian?


"eemm, ti..dak tuan , saya selalu menyuruh anak buah saya mengawasi gerak-gerik Non Allea, bahkan dia melakukan tugas nya dengan sangat rapih, walaupun ada beberapa yang tertinggal saya sudah membereskan semuanya."


" Kau yakin Sudah melakukan dengan benar


semuanya!!"


" Sudah Tuan, Perintah tuan sudah saya laksanakan sebaik mungkin , seperti biasa."


" Yaa,, Sudah kau pergilah, Selidiki siapa NAGA HITAM.


"Siapa pemimpin nya, dan kenapa mereka berani sekali menyerang Mansion kita."


" baik , Tuan, Clark segera pergi dan membungkuk tanda hormat."


...Sementara Allea , Sudah selesai dengan sesi latihan nya, dia sudah cukup tenang, dan akan memikirkan Ajakan Smith untuk Makan Malam, dia akan mencoba mengenal Smith lebih dalam, sebelum dia bisa menyerahkan pilihan hati nya....


... ...


Ayahnya sudah menunggu Allea di sebuah kursi yang di letakkan di dekat kebun itu, Sengaja di letakkan di sudut taman , agar Alberth bisa melihat pemandangan yang Asri dan hijau, ayah dan Anak itu memang sangat menyukai Alam, sering juga Ayah Allea mengajak Allea mendaki gunung, berkemah di hutan, Semuanya dia lakukan Agar Allea juga bisa dekat dengan Alam.


" Ada Apa Lea, apakah ada yang sudah menganggu pikiran mu?"

__ADS_1


Albert menatap mata putrinya dengan syahdu, dia ingin memberi kenyamanan padanya.


"Ayah, Bagaiman menurut ayah detektif Smith?"


" Siapa? Detektif Smith, Bukankah dia yang waktu itu datang dan menyelidiki penyerangan di Mansion kita?".


" hhm, Iya ayah, Raut muka Allea berubah menjadi sedikit gelisah, saat ayah nya menatap nya dalam "


.


"Eemm, Ayah belum tahu pasti bagaimana detektif yang sedang kita bicarakan ini, Karena ayah belum terlalu mengenal nya!."


Ta..pi , Ayah Percaya pada Putri Ayah ini, looh.


Senyum merekah terlihat pada raut wajah ayahnya. Allea terlihat sedikit lega karena sudah berusaha untuk mengungkapkan sedikit isi hatinya.


" Kau boleh berteman dengan Siapa saja Allea, Tentu kau sudah dewasa dan bisa memilih siapa Orang Pantas duduk di tahta Hatimu Nak."


Alberth sekarang tahu, yang membuat Putrinya gelisah adalah seseorang laki-laki yang sepertinya sedang dekat dengan nya. Allea mulai bisa berdamai dengan hatinya sendiri, sedikit demi sedikit ke gundahan dalam hatinya sudah bisa dia atasi.


Walaupun dalam hal lain dia sangat terlatih , Tapi hati nya sendiri belum terlatih untuk jatuh Cinta. Yaa.. karena kita bisa mengikuti hati kita, tanpa melewati Norma-norma yang sudah ada.


Mereka berdua sekarang sudah mulai kembali Akrab tidak terlihat canggung, seperti awal mereka bertemu.


Allea telah larut dalam pikiran sendiri sambil meminum Kopi kesukaannya.


Dia mengambil Ponsel nya dan membaca kembali pesan dari Sang detektif.


Tangan Allea sudah bermain di layar keyboard untuk mengetik kata.


sebuah pesan singkat yang sudah tertunda seharian ini, dan pastinya Balasan dari Allea sudah di tunggu Oleh si Pengirim yang tak lain adalah Detektif Smith.


" Kau bisa menjemput ku Nanti malam di Mansion ayahku, Kau pasti sudah tahu kan dimana tempatnya."


Ting! ting! ting!


Nada yang menandakan pesan sudah terkirim.


Allea hanya tersenyum simpul, dia hanya ingin mengikuti kata hati nya. kalau masalah nanti, hubungan nya akan berlanjut ke hal yang lebih serius, dia akan mengikuti nya. Seperti Aliran Air yang mengikuti Arusnya.


...----------------...


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2