
Hallo Readers...
Mohon Dukungan nya buat Novel pertama aku.
Cerita ini murni Ke haluan Authors , Jika Ada nama tempat, atau kesamaan lain nya, mungkin itu hanya kebetulan semata.
...****************...
Selamat membaca Semuanya, Terimakasih sebelum nya.
......................
Kantor Detektif..
Setelah menerima telepon dari sang ibu, Smith termenung di depan layar komputernya pikiran nya sudah tidak fokus untuk bekerja.
" Mommy, lagi-lagi masalah perjodohan, sudah ke sekian kali ."
"Hhaiis, Apa sebenarnya mau mommyku itu?" Aku Sakit kepala di buatnya. tubuhnya di senderkan ke bangku empuk tempatnya duduk. dia menyunggar rambutnya.
Pikiran nya melayang, hanya paras dan wajah Allea yang terbayang di pikiran nya. Kenapa hanya dia yang ada di pikiran ku, Huuffh!
Uuh, Sepertinya aku akan menelpon nya karena minggu ini aku harus pulang menuruti perintah mommy.
Kantor Allea..
Allea sedang sibuk melihat berkas-berkas Misi selanjutnya yang di berikan oleh Mourine.
" Mourine , apakah ini sudah semuanya?"
" Sepertinya sudah, sebagian datanya sudah aku simpan di Laptop mu."
"Ooh, Oke, Aku akan mengecek ya."
Tak lupa Allea, mengucapkan terima kasih, Karena selama beberapa hari ini dia tidak bisa bekerja , karena sibuk mengurusi Ayah nya.
Kring! Kring! Kring!
Ponsel Allea tampak berdering, terlihat nama Detektif Smith di sana. Allea bergegas mengambil ponselnya dan mengangkat nya.
[Hallo, Nona Allea]
Suara detektif terdengar gugup, padahal hanya berbicara lewat telepon.
[Hallo, Ada apa Smith, kau bisa panggil aku Allea saja, kan sudah aku bilang. rasanya kita juga seumur bukan.]
__ADS_1
[Ooh, iya aku lupa, Maaf. Apakah kau ada waktu Sore ini. Yaa hanya berbincang sambil meminum kopi, jika kau tidak keberatan , tentunya.]
[ eehhmm, bagaimana ya.. Allea tampak berpikir sejenak. "Boleh, aku tunggu di kafe depan kantorku, akan aku share lock tempatnya.
".]
[oke, aku akan kesana sebentar lagi]
Panggilan pun langsung di tutup Allea.
Seperti biasa Allea menutup panggilan sebelum detektif selesai bicara.
Hhhmm, Sudah diputus, padahal aku masih ingin bicara. Tapi tidak apa-apa, aku akan kesana dan menemuinya. Terlihat smith sangat senang dan tersenyum-senyum sendiri.
Beberapa menit kemudian, ponsel Smith berbunyi menandakan pesan alamat Cafe dari Allea. Aku akan segera ke sana. Hatinya sudah tidak sabar untuk bertemu Allea, Bayangannya selalu melintas kemana pun dia pergi.
Di kantor Allea..
" Mourine, aku akan minum kopi sebentar, dan mungkin aku akan langsung pulang, aku akan mempelajari lagi semuanya Nanti!"
"Ya Allea, aku juga sebentar lagi akan pulang."
Allea datang ke meja kerja Mourine untuk berpamitan.
" Terimakasih, kau selalu menjadi sahabat dan bisa di andalkan mourine."
Aakh, itu.. jangan kau bahas lagi, sudah seharusnya seorang sahabat membantu kan. Allea mengedipkan sebelah matanya, sambil tersenyum manis , mereka berpelukan rasanya Saudara.
Ya sudah, aku pulang duluan ya, jangan sampai nanti ada drama di kantor ini. nangis-nangis an.
Mourine hanya tersenyum manis, sambil menyelesaikan sisa pekerjaan nya .
Kring! Kring! kring!
Allea mengambil ponsel dan mengangkat nya.
[ Maaf, aku hanya mengabari, aku sudah sampai di kafe, meja dekat jendela paling pojok ya nona.]
[Baiklah, aku kesana]
Tak berselang lama Allea sampai di sana.. Rambutnya yang indah berwarna hitam ,tertiup angin. Sang detektif takjub melihatnya. Sampai-sampai Kopi yang di tuang gula , tumpah seketika, jantung nya berdetak dengan cepat!
" Haii, Sapa Allea, Kau sudah sampai rupanya, Maaf aku sedikit terlambat, ada beberapa berkas yang mesti aku urus."
" Akh, Tidak Apa-apa , Kopi ku saja baru datang, Kau mau pesan apa?
__ADS_1
Detektif tampak gugup dan sedikit gemetar, keringat dingin membasahi kening nya padahal cuaca sedang cerah, tidak begitu panas.
Aku, akan melihat menu nya terlebih dulu, setelah lama memilih, Allea memanggil pelayan, melambaikan tangannya, pertanda dia akan memesan.
lalu Pelayan pun datang.
" Aku pesan Mochachinno dingin satu ya".
" Baik , Nona."
Pelayan itu pun langsung pergi untuk membuat pesanan Allea, sedangkan detektif sudah memesan terlebih dahulu.
Eehhmm, "Apakah kau sedang sibuk tadi?"
"Akh, tidak terlalu, Pekerjaan biasa pasti tidak sesibuk pekerjaan seorang detektif kan!"
Allea tersenyum simpul. pipinya yang tirus dengan blush on sedikit pink menambah kecantikan Alami Allea , yang tidak bisa di pungkiri , setiap pria yang melihatnya pasti akan terpesona, tidak terkecuali sang detektif.
" Aku, yaa begitulah, Beberapa minggu ini rupanya tingkat kriminal di kota ini sedikit meningkat!"
Smith menghela nafas panjang..
"Ooh, Begitu yaa."
"Yaa, apakah kau sudah mempunyai Informasi tentang Naga Hitam?"
" Aku baru menemukan sedikit informasi tentang mereka, itu juga aku susah payah meminta bantuan temanku di kantor intelejen. Dia hanya memberikan informasi yang tidak begitu signifikan."
Temanku , juga berbicara bahwa mereka sangat berbahaya. lebih baik jangan berurusan dengan mereka.
" Ooh, seperti itu, Sangat bahaya rupanya"! Allea hanya tersenyum miring, tapi dalam hati ya dia juga waspada karena mereka tidak bisa diremehkan.
Percakapan ringan terjadi cukup lama, hingga tidak terasa sudah hampir dua jam mereka berbincang.
Allea, melihat ke arah jam tangan , senja audah berganti malam, karena mereka berbicara cukup lama.
"Maaf, Sepertinya aku harus segera pulang, ada beberapa berkas yang mesti aku pelajari."
" Eeh, iya tak berasa , hari sudah berganti malam, kita jadi lupa waktu."
tadi mereka juga sekalian memesan makan nan berat, Karena Allea sedari pagi hanya makan di rumah ayahnya,tidak sempat makan siang , dia sibuk mengurus pekerjaannya yang sempat dia tinggal kan.
Mereka Akhirnya saling berpamitan, dan pulang ke rumah.
......................
__ADS_1
...****************...
...----------------...