
...***Selamat Membaca***...
Novel ini hanya fiksi yaa, Cerita dan isinya murni kehaluan Thor semata .
Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat dan yang lain nya ,itu adalah kebetulan semata yah.
Terimakasih buat Dukungan kalian semua.
Jangan lupa kasih semangat Thor, dengan Cara Like, Vote, Boleh banget kasih Gift dan masukin ke Favorit kalian yaa guys. Yaa, di tunggu Kritik dan Komentarnya.
🙏🏼Jika ada salah kata dalam menulis , ejaaan dan hal lain nya, Author juga masih dalam tahap belajar yaa🙏🏼😍
...Mansion Gold .....
Suasana pagi ini di Mansion Gold, sedikit berwarna gelap, di iringi hujan yang lumayan deras, kaca-kaca di dekat jendela kamar allea terlihat sedikit berembun karena cuaca dingin dan hujan.
Hoooaamm
Allea baru membuka matanya, sedangkan waktu menunjukkan pukul 08:00 Pagi .
dia melihat ke arah jendela kamarnya.
Hhm, hujan rupanya pantas saja dari tadi udara terasa dingin.
Setelah beranjak dari tempat tidur kesayangan nya itu, Allea sedikit melakukan Olahraga ringan, karena sudah menjadi kebiasaan nya sejak dari dulu.
Tok! Tok! Tok!
" Nona, Tuan sudah Menunggu Anda untuk Sarapan bersama di ruang Makan?"
" Allea nampak sedikit berteriak kepada pelayan nya, " Sebentar lagi aku akan turun, Kalau Ayah ingin Sarapan terlebih dahulu , silahkan , aku akan Mandi terlebih dahulu."
" Baik, Nona akan saya Sampaikan, kepada tuan".
Pelayan itu lantas turun menuju ruang makan, dia menghampiri Tuan nya, untuk mengatakan Allea akan turun nanti.
" Maaf Tuan, Nona Allea sepertinya sedang melakukan kegiatan pagi harinya di kamar, dia akan turun nanti, setelah mandi katanya, jika Tuan ingin Sarapan Terlebih dahulu, tidak apa-apa katanya. "
Oogh, begitu, Baiklah Aku tidak bisa menunggu nya , karena ada Meeting di perusahaan.
Akhirnya Albert menikmati sarapan nya , hanya Kopi Blue kesukaan nya, beserta Sandwich isi.
" Tuan, Apakah sudah Siap?, apakah kita akan berangkat sekarang ke kantor, tapi sepertinya Hujan deras sekali di luar, Kata Clark Supir sekaligus Asisten Pribadinya."
Kita berangkat Sekarang, Ada meeting penting di Kantor , Aku dapat kabar, Ada yang berusaha meretas keamanan sistem perusahan, Kebocoran data bisa sangat berbahaya buat perusahaan. Wajah Albert Waningsten tampak sedikit khawatir, kening nya berkerut,
dia ingin segera Menuju Kantor, dan melihat siapa yang berani menerobos Sistem perusahaan nya. Padahal dia sudah membuat Sangat Aman, Beberapa sistem , Password nya pun sudah di buat sangat Sulit untuk di tebak, hanya Allea dan Ayah nya yang mengetahui nya.
__ADS_1
beberapa Menit kemudian Allea keluar dari kamarnya setelah mandi , dia harus kembali bekerja. Saat menuruni anak tangga dia melihat Ayahnya dan Clark berjalan tergesa-gesa, Padahal hari belum terlalu siang, Hujan pun masih sangat Deras.
" Ada apa Ya, Kenapa Ayah Seperti terburu-buru seperti itu?,
biasanya dia akan menunggu Allea turun untuk Sarapan pagi bersama dan mengobrol sebentar sebelum ke kantor.
Di meja Makan bernuansa Coklat , dengan Marmer yang di hiasi ukiran indah, Allea Berpikir sejenak.
Aaakh, Mungkin ada Ada yang mendesak di Kantor Ayah, jadi dia terburu-buru.
Padahal hari ini dia ingin membicarakan tentang Smith yang ingin melamar nya menjadi pendamping nya.
Segelas Susu sudah Masuk ke dalam perut Allea, beberapa Potong Dada Panggang dengan minyak Virgin Oil Sudah dia habiskan tak lupa Beberapa Potong Salad, Memang Allea tidak bisa lepas dari Sayur-sayuran, dia hanya sedikit menghindari Karbo, agar berat tubuh nya tetap proposional , menurutnya.
Benda pipih yang di Sedang dimainkan Allea berbunyi, Panggilan Masuk dari Maurice, sahabat sekaligus Asisten pribadinya.
Allea dengan cepat menekan Tombol hijau,
" Yaa, Maurice, Ada Apa ? , Tumben pagi Sekali kau sudah menganggu ku, Allea nampak tersenyum menggoda Asisten nya itu."
[ Iiissh, Kau ini, Aku sudah ada di depan rumah mu ini, Apa aku tidak boleh berkunjung?]
Karena Allea di lengkapi Alat keamanan yang Canggih jadi tidak bisa sembarangan Orang bisa Masuk. Penjaga di depan rumah Allea Langsung menuju ke gerbang untuk membuka kan pintu untuk Maurice.
Mobil Berwarna Merah , itu langsung menuju Parkiran di depan rumah Allea.
" Sama-sama Nona."
" Silahkan Masuk , Nona Allea sudah menunggu, Nona berada di ruang Makan, baru selesai sarapan sepertinya."
" Baik, pak."!
Maurice Mulai berjalan ke dalam Mansion Megah itu, dia sudah hafal sekali tiap Sisi, ruangan di dalam rumah itu, Karena sering nya dia menginap dan mengerjakan Tugas Kuliah bersama Allea di Mansion itu. Beberapa pelayan terlihat sedang membersihkan Mansion itu, saat melihat Maurice mereka tersenyum ramah padanya, begitu pula Maurice, membalas senyuman mereka.
Maurice sudah melihat Allea dari jauh, Dia langsung memeluk Bos, sekaligus sahabat nya itu.
" Apakah kau Sudah sarapan Maurice?"
" Tadi aku hanya minum Kopi saja , sebelum ke sini."
"Ooh, sebentar aku akan memanggil pelayan untuk membuatkan sarapan untukmu."
" Tidak perlu repot Al..lea, kau seperti dengan siapa saja ."
di meja itu memang masih ada beberapa Sandwich, Salad, dan beberapa Slice potongan dada panggang kesukaan Allea.
" Gampang, aku akan Sarapan yang sudah ada di sini saja, kau tidak usah repot memanggil mereka."
__ADS_1
Yaa, Aku telah melaksanakan tugas rutin darimu, Uang yang kau terima dari misi kemarin Sudah aku belanja ka kan, keperluan Anak-anak di Panti Asuhan, ada berbagai Pakaian, Buku, mainan dan Stock makanan mereka untuk tiga Bulan ke depan.
Oogh, Begitu, Kau selalu bisa di andalkan Maurice. Aku sangat berterima kasih.
Memang Sebagian uang Allea dia sisihkan untuk mereka yang di Panti tempat Allea tinggal dulu, Bahkan Allea tidak pernah lupa sama sekali untuk kadang berkunjung kesana.
Ternyata selain Cantik, Allea ternyata mempunyai hati seperti malaikat, Walau Kadang seperti iblis bila sedang melakukan misi nya.
"Maurice, Apakah kau masih ingat detektif Smith?".
" Siapa , Detektif Smith?, Detektif Tampan itu kh , Yang Waktu itu menjemput mu di Kantor?."
Iya, Maurice!
"Ada Apa dengan nya, Memang?"
" Di..a ingin Melamar ku ."
" A..paa!, Maurice tersedak makanan nya, Karena Kaget, Wajahnya sangat terkejut, Apa kau sedang tidak bercanda kan?".
" Tentu saja tidak Maurice, dia sudah menyatakan Cintanya dan keinginan nya menjadi pendamping ku, dia memberiku Waktu sehari ini untuk memikirkan Lamaran nya.
"La..lu, Apakah, kau sudah siap untuk menerimanya, menautkan hati mu yang terkadang dingin seperti es itu?"
A..ku sedang memikirkan nya, Aku juga harus membicarakan dengan Ayah terlebih dahulu, bagaimana pun aku sangat menghargai beliau.
Huuffh, Sepertinya Detektif itu mempunyai pesona yang sangat Ajaib, hingga seorang Allea yang sangat tangguh bisa menautkan hatinya pada nya.
Hiissh ! Wajah Allea nampak memerah, dia sedikit gugup , menanggapi Candaan dari sahabatnya.
Aku kan, sedang memikirkan nya Maurice, belum menjawab nya, Kau jangan asal ngomong yaa.
Aku bisa melihat dari sorot matamu Allea, Kau juga menyukai nya kan.
Su..dah , sudah, habiskan Sarapan mu duku, nanti kau akan tersedak jika Mulutmu penuh makanan dan berbicara. Selesaikan Sarapan mu, Baru kita lanjutkan lagi nanti Ngobrol nya.
Kau ini, selalu berbicara , dengan makanan yang ada di mulut mu, itu sungguh tidak baik Maurice.
Cck, cck, cck!
Baik lah, Nona Allea. Maurice mulai menggoda Allea lagi. tapi kali ini Allea menatap nya tajam, bagaikan singa kelaparan.
melihat tatapan Sahabatnya itu, dia langsung menghabiskan sarapan nya, Karena Mood Allea tidak bisa di tebak, Bahaya jika dia benar-benar Marah.
...----------------...
......................
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...