
Di Rumah Ayah
Allea dan ayahnya merasa masih dalam keadaan waspada siapa tahu akan ada serangan berikutnya. dan benar saja Suara bunyi tembakan laras panjang memakai peredam suara.
Jleb! jleb! jleb!
Suaranya terdengar tidak begitu nyaring, Tapi sangat tepat sasaran. Sepertinya mengincar Ayah Allea. Mereka berlindung di balik tembok dan berusaha mencari darimana suara tembakan itu berasal.
"Suaranya dari Atap atas rumah depan,!
Kau bisa melihat Penembak jitu itu Nak?"
tidak begitu jelas ayah. Ayah Allea mengambil Senjata Di belakang lemari bajunya. Ada sebuah lemari senjata tersembunyi di sana, Semua lengkap ada di sana ada perisai anti peluru dan rompi anti peluru juga, mengingat profesi ayah Allea, itu sudah menjadi keharusan.
"ini, Ayah melempar senjata kepada Allea, dengan cepat Allea menangkap ya."
Suara tembakan semakin banyak rupanya ada beberapa orang juga menembaki rumah mereka
"ayah aku akan ,mencari penembak yang berada di atas, ayah bisa kan melindungiku."
tentu saja, berhati-hatilah. "baik!"
Allea berjalan Sambil berlindung dan menembaki mereka juga dia mencari penembak itu.
__ADS_1
Kring! kring! kring!
Suara sebuah telepon genggam berbunyi,
"Cepat pergi dari sana kalian tidak akan bisa menghadapi mereka berdua!, jangan tinggalkan jejak sedikit pun!" Baik Tuan!
tanpa menunggu aba-aba Penembak itu langsung membereskan semua peralatan nya dan akan pergi. Tapi Sayangnya Allea sudah ada disana.
"Siapa kau?, aku?"
Senyum sinis.
kau tidak perlu tahu siapa aku!
Hah! hanya se gitu saja kemampuan mu, yang kudengar ahli dalam segala hal.
"Jangan banyak bicara kau!" Kembali menyerang dan sepertinya mereka berdua sama-sama handal dalam beladiri.
Darah segar keluar dari mulut pria itu, allea pun, pelipis dan bibirnya yang mungil, sama-sama mengeluarkan darah segar akibat pukulan pria tersebut.
Pertarungan kembali terjadi tapi kali ini Allea berhasil memojokkan pria tersebut ke pinggir atap, "Katakan siapa yang memerintahkan mu menyerang ayahku!, Sambil mengunci pria tersebut,menekan lehernya."
Pria tersebut hanya menyeringai, tidak mungkin dia berani mengatakan siapa yang menyuruhnya, karena akibatnya sudah pasti akan mati buatnya.
__ADS_1
Tuan nya sangat kejam dan tidak ada belas kasih bagi anak buahnya yang berani membuka rahasia nya.
"lebih baik aku mati !, wanita ******!"
sekali lagi aku beri kau kesempatan, Siapa yang menyuruhmu! Allea memposisikan kepala pria itu di bawah, atap ya lumayan tinggi, entah apa yang akan terjadi bila jatuh ke bawah sana. Mungkin langsung kematian.
Dia malah dengan cepat melepaskan Cengkraman allea dan menjatuhkan dirinya sendiri.
Brak! Brak! Brak!
Pria itu jatuh dari atap.
Allea menatap ke bawah. "hai mengapa dia malah melakukannya, Menghilangkan nyawanya sendiri." Dasar Bodoh!
Allea kembali ke rumahnya, Di sana ayahnya sudah berhasil menembak orang-orang yang berusaha membunuhnya. Beberapa orang sudah terlihat tidak bernyawa.
"Ayah, Kau tidak apa?"
"Aku tidak apa-apa nak. Hanya tanganku tadi sempat tertembak. Aku akan memeriksa sekitar ayah.
Allea memeriksa sekitar rumahnya, beberapa petugas keamanan di rumah ayahnya ternyata berhasil di lumpuhkan, semuanya dalam keadaan pingsan dan ada yang terluka juga.
Supir pribadi sekaligus asisten ayahnya, tergesa-gesa datang. Ada apa ini nona? dia yang habis di Suruh ayahnya keluar untuk mengambil beberapa dokumen di kantor ayah nya, tampak kaget bukan main.
__ADS_1
Apakah Tuan baik-baik saja? Ya, ayah tertembak tapi hanya di tangan sebelah kiri nya. Cepat hubungi kantor polisi bilang saja kita di serang orang tak di kenal dan bawa yang masih hidup ke rumah sakit segera, sepertinya masih ada yang bisa selamatkan. Baik Nona.