
Mansion Gold..
Di sebuah Mansion Berwarna Putih dan di dominasi warna Emas.
Pintu gerbang besar , minimalis di dominasi warna ke emas an. Seorang pria yang nampak sudah berumur sekitar lima puluh tahun atau mungkin lebih, paras ya masih terlihat tampan, tegap. Pria tersebut tampak bersantai sambil meminum Kopi kesukaannya, sebuah Cigar tampak mengepulkan Asapnya.
"Tuan, Makan siang sudah siap."
"Aku akan segera Kesana, perlahan dia bangkit dan masuk ke dalam".
"Sayang, Mari kita makan".
Wanita yang memanggilnya tak lain adalah Istrinya, Tampak Cantik walaupun sudah mulai senja, Rambutnya pendek,hitam dan lurus hampir sebahu.
"Apakah , Smith Sudah pulang sayang, atau masih betah tinggal di Apartemen nya?"
Sepertinya dia belum ada pulang ke rumah, kalaupun pulang pasti dia hanya mengambil Sesuatu.
pembicaraan berlangsung santai di antara mereka berdua, di iringi denting garpu dan sendok yang beradu.
"Papi , bagaimana kalau Smith kita Jodohkan saja dengan sahabat mamah dlu?"
"Maksud mamah apa?" Matanya menyelidik melihat kepada wanita yang sudah hampir tiga puluh tahun menemaninya.
" iya , jadi temen mommy punya anak gadis, Cantik loh pi , dia juga anak satu-satunya seperti anak kita, Siapa tahu jodohkan.
Ya kita perkenalkan dua keluarga dulu saja, Kita lihat reaksi Smith bagaimana.
__ADS_1
Papi sih setuju saja, Coba mommy bicara dulu Sama Smith. ". Anak itu kan, Susah sekali bila menyangkut tentang wanita!"
"Apa memang dia tidak suka dengan wanita, atau memang bukan Tipe nya , Papi sendiri kurang paham dengan sifat dan kelakuan nya."
Kantor Smith..
Smith tampak memicingkan matanya melihat layar komputernya, sepertinya dia menemukan titik terang tentang siapa Naga Hitam.
Data itu dia dapat dari temannya yang berada di kantor intelejen.
Kring.. kring..
Ponsel Smith berdering, terlihat nama Mommy di layar aplikasi hijau.
"Mommy, Ada apa dia menelepon?"
dia menghela nafas panjang dan membuang halus. jika sudah menyangkut mommy ya, pasti dia akan membicarakan perjodohan lagi. Mommy selalu bertanya kapan dia akan menikah.
"Ahh,, Come On , My Boy. kapan kamu ada waktu buat Mommy and Daddy." Dengan nada sedikit manja sedikit mengintimidasi sang detektif.
" Yaa Mommy, aku memang sedang banyak menangani kasus akhir-akhir ini."
" Apakah kau sudah melupakan rumahmu, hingga kau jarang pulang?"
No.. Mommy, Aku tidak pernah lupa di mana aku tinggal, pastinya dengan mommy and Daddy.
Walaupun Smith pria yang sangat tegas,keras dan disiplin. Tapi jika sudah menyangkut orang tuanya dia akan seperti Anak Kecil, menjadi Penurut dan hormat sekali kepada orang tuanya.
__ADS_1
" Bisakah kau pulang minggu ini untuk sekedar makan malam, sayang?"
" Harus minggu ini kah Mommy?" Ya Mommy tidak mau tahu kamu harus pulang ke rumah, minggu ini, Atau Mommy akan marah kepadamu!"
" Mommy akan mengenalkan seseorang!"
"Tapi Mommy , Aku harus menyelesaikan beberapa kasus kecil."
" Mommy , tidak mau Tahu, Kau harus pulang minggu ini."
" Ya, Baiklah, akan aku usahakan mommy."
Panggilan langsung di Akhiri sepihak, sebelum Smith berkata-kata lagi.
Sungguh ibu ya adalah Orang yang keras jika sudah menuntut sesuatu, Tapi sebagai Anak yang ingin menyenangkan dan menghormati Orang tuanya dia mematuhi permintaan ibunya.
Akhirnya pembicaraan yang Alot siang itu antara ibu dan anak berakhir dengan kemenangan ibundanya.
Smith Hanya bisa Pasrah, minggu ini dia harus pulang. Padahal minggu ini dia ada rencana mengajak Allea pergi , walaupun hanya minum kopi, tapi bersama Allea hatinya sudah sangat senang.
Mansion Gold..
" Bagaimana, Apa Smith akan mau untuk pulang?"
"Tentu saja , pasti dia akan mematuhi perintah ibunya, Sebenarnya dia memang Anak yang Baik."
Makan siang selesai , dan sang ibu tersenyum bahagia, karena Anaknya akan pulang, dia juga sudah rindu terhadap Anak laki-laki Satu-satunya itu. Setelah makan siang mereka masuk ke kamar Untuk beristirahat. Menyisakan sejumlah pelayan di rumah itu yang membereskan bekas makan siang mereka.
__ADS_1