Identitas Rahasia

Identitas Rahasia
IDR : Markas Naga Hitam


__ADS_3

Happy Readers All..


Mohon Dukungannya, buat Novel perdana aku, Makasih banyak yang udah vote,like , jangan lupa berkomentar , Boleh bangets yaah, di tambahin ke Favorit kamu.


Yaa, Novel ini di buat sebagai penghibur di saat jenuh aja looh, cerita nya fiktif, atau hanya ke ke haluan thor aja😁jika ada kesamaan dalam cerita hanya faktor kebetulan aja looh.


Terimakasih semua🙏🏼


......................


Markas ***Naga Hitam.


Kring! kring! kring***!


Suara sebuah Ponsel, benda pipih di kantong Martin bergetar menandakan ada panggilan di sana, tangannya meraih ponsel itu.


[ Hallo]


Suara khas bariton, menjawab.


[ Ada kabar buruk Tuan, Salah satu pejabat pendukung bisnis kita, telah di nyatakan tewas tadi malam!]


Suara seorang informan, sekaligus orang kepercayaan Sang mafia, melaporkan.


[ Apa! Apakah berita ini benar, kau sudah cek dan pastikan kebenaran nya atau belum]


[ Sudah tuan, Saya sudah mengecek kejadian perkara, dan rumah sakit tempat pejabat Ed, yang di nyatakan tewas oleh Dokter Rumah sakit tersebut, beliau tewas dini hari, sekitar jam empat pagi ini.]


[ Baiklah, kau bisa kembali ke markas sekarang, sudah tidak ada gunanya kau masih di sana, Apakah sudah di ketahui siapa yang membunuhnya?]


[Belum ada, titik terang tuan, hanya di sekitar kabin itu terdapat jejak motor, tapi belum bisa di pastikan kalau itu milik pembunuhnya, atau hanya orang yang kebetulan lewat di sana.]


[ Sudahlah, percuma sepertinya di selidiki , karena sepertinya yang membunuh si Ed itu sangat profesional, karena tidak meninggalkan jejak sedikitpun. lagi pula kalau kau selidiki mungkin kau akan ikut terbunuh!.]


Glek,


informan tersebut menelan salivanya , dia sudah sangat mengerti juga tuan nya sudah berkata seperti itu, berarti dia sudah dapat menebak siapa dalang dari pembunuhan tersebut.


[Baik tuan, saya akan segera kembali dari Canadian]


Sebelum dia sempat berkata, Martin tuan nya, sudah menutup telepon nya sebelah pihak, kebiasaan tuan nya, belum selesai bicara sudah main tutup saja. Akhirnya dia pergi dari tempat kejadian dan kembali ke markas besar.

__ADS_1


Sementara di Markas besar Naga Hitam


Martin tampak mondar mandir di depan meja kerjanya, wajahnya menampakkan kekesalan, Amarah terlihat dari matanya, mata Itu tajam , Bagai kan Singa kelaparan yang berada di Gurun. Dia terus mengumpat , karena kematian pejabat Ed, beberapa bisnis kotornya akan sedikit terganggu jalan nya.


Sungguh Sial, " kenapa Si Tua bangka itu harus mati dengan cepat, dia belum berkontribusi banyak pada bisnis ku."


Pasti Ada seseorang yang memerintahkan untuk membunuhnya, Tapi Siapa?


Apa, Albert?


Martin bermonolog sendiri dengan pikiran nya yang terus berputar, Tapi yang aku dengar Alberth sudah pensiun, Apa Mungkin ada Orang Lain?


Haaah, Sialan! Bang**t !


Dia melempar semua barang yang berada di atas mejanya, Anak buah nya yang berjaga di luar, tampak kaget, Tapi tidak berani mendekat. kalau Tuan nya sedang marah siapa saja bisa terkena imbasnya.


"Ada Apa yaa, dengan Tuan?"


"Apa ada yang genting yang sedang terjadi ?"


" Mana Aku tahu, Coba kau tanyakan saja kalau kau punya nyali pada Tuan !"


" Iihh, Kau ini mana berani aku bertanya, Bisa-bisa nyawaku melayang kalau kesana!"


Sial! sial!


"Masalahku dengan si Alberth saja belum selesai dengan balas dendam, sudah datang masalah yang baru."


Baiklah, aku akan mengurus nya satu persatu, Aku harus mengurus bisnisku dulu, Karena sepertinya pihak berwajib sudah dapat mengendus bisnisku.


Masalah Albert akan aku tangani nanti, setelah bisnis ku.


Martin duduk bersandar di bangku empuknya, dia bermonolog dengan pikiran nya sendiri, dan mulai menyusun rencana dengan baik.


Kemarin ini penyelundupan senjata yang sudah lama dilakukan nya , sempat hampir gagal karena sudah di intai dan di amati oleh pihak berwenang.


Malam itu di sebuah dermaga, kapal yang memang miliknya merapat untuk keperluan transaksi , pada saat akan melakukan aksi Jual beli dan sedang mengecek berbagai senjata, beserta uang nya. Terjadi penyergapan oleh pihak berwajib dan intel khusus yang menangani masalah penyelundupan, terjadi tembak menembak, baku hantam dari pihak martin, Anak buah nya tidak ingin tertangkap oleh pihak berwenang, Tapi Naas, salah satu anak buah nya tertembak,pada saat ingin melarikan diri, dan teman-temanya sudah kabur dengan mobil masing-masing.


Beruntung pihak berwenang gagal mengejar mobil yang di kendarai anak buahnya, Tapi sayang Senjata lengkap dengan seri yang lumayan langka di sita dan di amankan pihak berwenang.


Kerugian yang lumayan besar, bukan nya untung malah buntung.

__ADS_1


Huuuff,


Dia menarik nafas panjang ,menghembuskan dengan kasar. Aku harus mempunyai rencana lain, aku akan mengecek Hotel, perjudian yang masih di bawah kekuasaan nya, tidak boleh di endus oleh pihak berwenang.


Kalau itu semua terjadi dia bisa bangkrut mendadak, kemungkinan juga dia akan masuk kembali ke jeruji besi yang gelap dan dingin itu.


Setelah berfikir lama akhirnya dia memutuskan untuk ke hotel, mengecek keadaan di sana, pikiran sudah Kalut ,semrawut.


Brak!


Pintu di buka kasar dari dalam, Pengawal yang berjaga sampai loncat karena kaget.


" Cepat! Siapkan Mobil , aku akan mengecek Hotel.!"


" Baa..ik , Tuan Siap laksanakan, dengan cepat dia mengambil Mobil sedan hitam, di lengkapi Kaca anti peluru dan senjata di dalam nya.


Beberapa mobil keluar dari markas tersebut, Ada empat Mobil mengiringi mobil yang di tumpangi Martin Di belakang Mobilnya BodyGuard pribadi dan beberapa pengawal yang selalu setiap Terhadapnya.


Laju Mobil terbilang Cepat, karena kemacetan tidak bisa menghalangi mobil sedan hitam beriringan itu.


Sampai Di hotel dia langsung menuju sebuah ruangan rahasia tempat perjudian nya, Hanya tamu yang sudah membooking jauh-jauh hari bisa berjudi di sana. Martin mengamati sekeliling, Body guard selalu berada di belakang dan sampingnya.


Martin menuju Kasir, tampak banyak sekali Uang dari hasil pertukaran koin yang siap di cuci , untuk menghilangkan jejaknya. uang itu akan di simpan di Laundry Cash. Agar tidak bisa terlacak keberadaan uang tersebut oleh pihak berwenang. Kemudian dengan langkah panjang nya martin memerintahkan pada para pengawal yang berjaga di sana agar memperketat penjagaan, tamu harus lebih di perhatikan, tidak boleh membawa senjata apapun pada saat masuk ke dalam.


"Perketat penjagaan, periksa setiap Orang yang datang, aku tidak mau sampai ke colongan lagi."


" Apa kalian mengerti!"


" Baik tuan, kami mengerti!"


Mereka semua serempak menjawab dan menundukkan badannya sebagai rasa hormat.


" Laksanakan tugas kalian dengan benar, atau akan ada hukuman yang berat apabila kalian tidak becus bekerja!"


Mata martin menatap para penjaga dan pengawal dengan tajam.


...****************...


...----------------...


......................

__ADS_1


Silahkan masukkan ke favorit jika berkenan.


maaf jika ada penulisan yang kurang jelas, atau tanda baca yang tidak sesuai. karena masih tergolong baru dalam menulis. d tunggu komentarnya yahh Guys😋😍😁


__ADS_2