
Perjalanan Martin..
Akhirnya setelah menempuh perjalanan yang cukup sulit dan panjang, Martin bisa kembali ke mansion miliknya.
" Selamat pagi Tuan, Selamat datang Kembali."
Sapa Seorang penjaga berbadan tegap , berpakaian rapih yang berjaga di gerbang mansion nya. Ketika sedang berjalan menuju kamarnya , kepala martin menengok ke belakang, " jangan ganggu aku, Siapapun yang datang, tidak boleh menganggu waktu istirahat ku." Sang pengawal yang bertugas berjaga langsung dengan sigap menjawabnya, "Baik Tuan muda." sambil menundukkan badanya tanda Hormat.
Rumah Ayah Allea..
Sementara Allea sedang Sarapan , beberapa pelayan sibuk menyajikan berbagai macam makanan, kesukaan Allea hanya daging ayam yang di panggang dengan Minyak olive oil,beserta Salad.
Ayo, Sayang kita Sarapan..
ya ayah, bagaimana tangan ayah? hanya luka kecil saja, ini lihat sudah bisa di gerakkan, dia memperlihatkan ,menggerakkan tangannya yang terkena tembakan , walaupun hanya terserempet peluru saja.
"Lihat , Sudah bisa bergerak dengan baik kan. Kau jangan khawatir Nak."
Ooh, iya yah, ternyata cepat pulih ya ayah, Allea nampak menyunggingkan senyum menampakkan giginya yang putih.
Mereka makan dengan sesekali berbincang ringan,. Allea tampak menikmati sarapan nya , sementara ayah nya hanya memakan roti sandwich berisi daging dan telur.
"Apakah Ayah pernah mendengar tentang Naga hitam?"
Hhm, ayah Allea hanya menguman , Naga Hitam, Sepertinya ayah pernah mendengarnya. Bukankah , itu seperti nama sebuah geng atau mafia kah?
" Mungkin , ayah tapi sepertinya mereka membuat kamuflase dengan semua perbuatan mereka, yang sudah pasti ilegal"!
__ADS_1
"Sudahlah allea , jangan mencari masalah dengan mereka."
"Aku tidak pernah mencari masalah dengan mereka ayah, Tapi sepertinya mereka yang menabuh genderang perang dengan kita"!
Maksud ya Apa Allea? Ayah allea nampak memicingkan matanya menatap mata Allea,
"Mereka yang menyerang kita malam itu, Detektif yang memberitahukan kepadaku ayah, kemungkinan mereka adalah dalang di balik penyerangan kita ayah." tetapi aku belum menyelidiki lebih lanjut.
Pagi tadi, ada seseorang yang menghubungi ku, memperingatkan ku, nada nya mengancam akan menghabisi kita, ayah?
Apa? Tapi siapa orang menghubungi mu Allea?
Aku.. belum tahu ayah, Nada suara nya seperti di samarkan ,keras tapi kurang jelas.
Hhhh, Berani sekali mereka mengancam mu. Apa mereka tidak tahu siapa keluarga Winnsten!!
Suara terdengar nyaring saat sendok,dan garpu di banting ke atas piring, Mata ayah Allea Tampak merah,menahan emosi , rahang nya mengeras.
"Sudahlah ayah, mereka juga tidak tahu siapa sebenarnya kita, dan profesi kita, Karena memang kita menyembunyikan identitas kita sebenarnya"!
"Mereka tidak tahu sedang bermain dengan siapa"!
Iya, Coba selediki lebih dalam Allea Siapa orang yang berani menyerang dan mengancam keluarga kita.
"Tentu saja ayah, aku akan mencari tahu lebih dalam,"
Dreet, Dreet, Dreet,
__ADS_1
telepon Selular Allea tampak bergetar..
Sebuah pesan masuk, nama Mourine ternyata di Aplikasi hijau milik Allea.
[ Ada seseorang yang membutuhkan jasamu Allea.]
[ Tentu, aku akan ke kantor hari ini, Siapkan saja berkas-berkas, dokumen tentang mereka.]
[ Siap, Aku juga sedang di jalan menuju kantor].
Ada apa? tanya ayah Allea.
Ada yang harus aku kerjakan ayah, Aku akan pulang ke Apartemen sebentar , dan langsung menuju kantor. Mourine tadi memberi pesan padaku, ada yang memerlukan jasa ku.
"Baiklah, kau pulang lah, lakukan pekerjaan dengan Profesional agar klien mu Puas, jangan lupa cari tahu siapa orang yang berani menyerang kita!! dan Naga Hitam, Siapa sebenarnya mereka?
Baik ayah, Allea melangkahkan kaki jenjang nya naik ke kamarnya, karena dia harus cepat menuju Apartemen , kemudian langsung menuju kantor untuk , menjalankan sebuah Misi.
Kali ini dia hanya memakai kemeja blus warna biru dongker,dan luaran yang senada. Memakai rok yang di atas lutut dengan sepatu berhak, tidak terlalu tinggi. Dengan cepat Allea menuju ke Mobilnya.
Kali ini Allea memilih membawa mobilnya sendiri yang ada di garasi ayahnya.
"Akan lebih cepat kalau aku membawa Mobil sendiri".
"Aku pergi dulu yah, Jaga diri ayah Baik-baik, Hubungi aku jika terjadi Sesuatu!"
" Ya jangan Khawatir kan ayah, kau juga berhati-hati lah!" Ayah Allea mengantar hingga ke depan pintu, mengamati putrinya yang sudah sangat besar, Cantik , juga mandiri.
__ADS_1