
Di rumah Ayah..
pagi yang indah, udara tampak segar karena rumah ayah allea mempunyai taman dan pohon-pohon yang rindang, Terawat dan Tampak bunga-bunga bermekaran.
Allea Mempersilahkan duduk Sang detektif,
"Ada perlu apa ada datang ke sini?"
nadanya sedikit ketus, karena Allea tidak begitu suka berbicara dengan orang tidak di kenal.
"aah, iya, aku ingin bertanya tentang kejadian yang terjadi semalam, rupanya baku tembak tidak terhindarkan di rumah ini."
Ooh, Allea hanya tersenyum acuh.
Kalau tidak karena backingan ayahnya adalah orang tertinggi pemerintah tentu saja hal itu akan langsung menyeret ayah allea dan allea sendiri ke kantor polisi dan bisa saja mereka langsung di penjara , karena sudah menembak beberapa orang di rumah itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam itu di kamar ayah terjadi keributan, aku berada di dapur sedang menyeduh kopi.
Mendengar keributan di kamar ayah, aku langsung datang, dan melihat Ayah sudah di keroyok oleh Orang-orang berbadan besar mereka membawa senjata Tongkat Baseball besar,lalu aku datang membantu ayah.
Kami berhasil memukul mundur mereka, mereka berhasil kabur lewat jendela.
Selang beberapa lama sebuah pemindah laser berwarna merah ,mengarah juga kepada Ayah, kami mencari perlindungan,karena sepertinya itu adalah penembak jarak jauh, benar saja suara tembakan laras panjang datang.
__ADS_1
Kami berdua membela diri dengan mengambil senjata, karena tidak mungkin kami melawan dengan tangan kosong. Ternyata di luar sudah ada beberapa orang bersenjata lengkap siap menembak, untung saja kami sempat memakai jaket anti peluru.
Terjadilah tembak menembak, hingga ayahku terluka di bagian lengan nya.
"Kami hanya membela diri kami, kalau kau masih meragukan keterangan ku, kau boleh bertanya kepada ayah dan beberapa asisten rumah tangga, Ada bukti CCTV juga di sana.
Allea menunjuk kamera CCTV yang berada di beberapa titik.
" Rupanya begitu kejadiannya, Baik aku mencatat keterangan mu dan ingin bertanya kepada beberapa petugas keamanan yang bertugas malam itu, Mungkin beberapa Asisten rumah tangga pun akan aku mintai keterangan."
Silahkan. Kau boleh bertanya pada siapa pun di rumah ini, Tapi ayahku belum bisa dimintai keterangan karena sedang sakit dan harus banyak beristirahat.
Seorang pelayan membawakan secangkir Kopi dan beberapa Cemilan.
"Silahkan diminum tuan, Kata pelayan tersebut dengan ramah."
"Apakah Boleh,?"
"Of Course!" Allea hanya menampakkan Senyum tipis.
...****************...
*Allea membiarkan pria itu untuk mengamati dan menyelidiki setiap detail rumahnya. Tapi hanya terlihat bekas lubang di tembok,jendela rumah itu.
Ternyata pagi-pagi Sekali Allea sudah menyuruh beberapa pelayan membereskan bekas selongsong peluru yang di tembakan semalam.
__ADS_1
Terlihat banyak sekali, bekas nya.
Sang detektif itu juga bertanya kepada para pelayan, petugas keamanan dan Supir juga tak luput darinya, Semua itu di butuhkan untuk proses penyelidikan, tangan nya memakai sengaja memakai sarung tangan agar tidak menghapus jejak para penjahat semalam.
" Apakah kau langsung melihat para penjahat itu?" Tanya nya pada petugas keamanan.
"ya tuan, tapi mereka semua memakai penutup muka , jadi sulit sekali untuk di kenali apalagi pada saat itu malam sudah sangat larut, tapi sepertinya mereka sudah sangat terlatih."
Ooh, begitu ya? Apa kalian tidak ada yang terluka sedangkan mereka bersenjata lengkap, dan memakai mesin otomatis. Ada dari beberapa yang terluka, tapi sudah di bawa ke rumah sakit.
"Baiklah, Terimakasih untuk keterangannya. aku akan terus menyelidiki nya lebih lanjut," untuk mengetahui siapa mereka.
Sementara Allea hanya mengamati pria yang mengaku detektif itu, dari kejauhan. Sepertinya dia pria yang lumayan menarik. allea berbicara dalam hatinya. dan tiba-tiba dia tersadar dari lamunan nya saat pria itu sudah berada di depan nya.
aa,, apakah kau sudah selesai ?
Sepertinya sekarang sudah cukup, Aku harus kembali ke kantorku.
Terimakasih buat keterangan nya, Nona..??
Allea, namaku Allea.
Baik , Nona Allea, jika kau mengingat sesuatu langsung hubungi aku, Sambil menyodorkan kartu nama.
Baik, tuan detektif. Terimakasih sudah datang.
__ADS_1
Dengan senang hati, nona Allea. Akhirnya detektif itu pergi, allea mengamati. tadi terlihat pistol yang tidak sengaja terbuka di saku jaketnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ*...