
"Hay sayang ayo cepat, kamu lagi ngapain disitu?" ucap Zoya pada lelaki yang tengah menatap lurus kedepan.
"Eh.. iya ayo." Zoya mengapitkan lengannya pada lelaki itu yang tak lain adalah Ari.
Dan mereka pun melenggang pergi sehabis dari toko bangunan untuk membeli bahan-bahan yang sudah habis.
Awalnya Ari menolak untuk ikut bersama Zoya tetapi Zoya memaksa dengan ancaman yang sudah dia layangkan kemarin jadilah Ari hanya bisa menuruti tanpa bisa berbuat apa-apa.
Tapi setelah sampai ditempat hal yang tak terduga dia lihat membuat hatinya tersayat dan merasa bersalah karena melihat istri serta anaknya berkeliling menjajakan dagangannya ditengah terik panasnya matahari dan itu dilakukan tanpa sepengetahuannya.
Nanti saja setelah dia pulang akan dia tanyakan untung saja Zoya tidak melihat istri dan anaknya disitu. Namun setelah itu hatinya jadi tersirat rasa cemburu ketika Ilham tetangga kontrakannya yang membeli semua dagangannya dan menggendong putrinya serta tatapan mata Ilham yang berbeda terhadap istrinya.
Ilham yang masih disitu tanpa sengaja sorot matanya menangkap seorang lelaki yang dikenalnya sedang bergandengan bersama wanita lain dengan mesra meski ada rasa pasrah dari lelaki itu.
__ADS_1
'Bukankah itu Ari suaminya Lisa, kenapa dia bersama wanita lain dan malah bergandengan tangan seperti itu' gumam Ilham terus menatap pada pasangan itu.
'Apakah Ari mengkhianati istrinya?' ucapnya lagi dalam hati dan dia kemudian tersenyum penuh ironi sambil memikirkan Lisa dan anaknya.
Seperti tau yang terjadi dalam kehidupan rumah tangga karena diapun sudah mengalaminya dia merutuki Ari yang sudah seperti itu.
*****
Lisa dan Laras telah sampai dikontrakannya dengan menenteng kantong kresek berisi makanan dan bahan-bahan untuk berjualan besok.
"Alhamdulilah nak! dagangan kita hari ini habis semua. Jadi kita cepet pulang, sekarang kita makan yuk! makan seadanya yah nak." ucap Lisa dengan tersenyum pada anaknya.
"Iya mah..!" jawab Laras yang sudah lancar berbicara.
__ADS_1
"Tunggu mamah yah! mamah mau naruh ini dulu." kata Lisa diangguki oleh Laras.
Setelah semuanya selesai Lisa kembali dengan membawa sepiring nasi berisi sayur tempe dan air minum kehadapan anaknya.
"Laras ayo kita makan, kita baca doa dulu yah!"
"Iya mah!"
Lisa pun memulai doa setelah itu menyuapi anaknya dan dirinya, tak terasa air mata jatuh dengan sendirinya tatkala dia ingat kejadian tadi saat dia hendak pulang dari berdagang.
Pasalnya setelah dia pergi dari Ilham, Lisa tak sengaja melihat suaminya bergandengan bersama wanita lain yang dipastikan selingkuhannya.
Dan dia baru tau wajah wanita itu ya dia memang kalah soal penampilan dan wajah dengan wanita itu tapi dia tidak bisa dibandingkan dengan wanita itu.
__ADS_1
Dia merutuki suaminya yang waktu itu berkata menyuruhnya bersabar jika dirinya tidak mau meminta maaf biar suaminya saja yang menyelesaikan masalah ini.
'Kamu menyuruhku bersabar supaya aku bisa melihat kalian bersama begitu kah mas, supaya aku terus tersakiti kah mas. Kamu tega sekali mas aku tidak menyangka demi perempuan itu kamu menelantarkan kami.' ucapnya dalam hati dengan air mata yang terus menetes, segera dia hapus supaya anaknya tidak melihat.