Ikhlasku Dengan Takdirku

Ikhlasku Dengan Takdirku
Chapter 26


__ADS_3

Selesai makan Sarah mengajak Lisa dan Anak-anaknya ke tempat bermain tak jauh dari daerah situ, arena bermain yang sengaja di ciptakan untuk anak-anak yang ingin suasana baru. Itu juga mereka lakukan agar mereka bisa anteng bermain dan Sarah bisa tenang mengobrol dengan Lisa namun dengan tetap di awasi.


"Terimakasih ya Sarah dari dulu kamu memang selalu baik sama aku". ucap Lisa sendu, air mata hampir terjatuh.


"Sama-sama, kamu tidak perlu sungkan sama aku".


"Tetap saja kita kan sudah lama tidak ketemu, masa iya baru bertemu sudah merepotkan kayak begini". ucap Lisa merasa tidak enak.


"Kamu ini, sudahlah tidak perlu di bahas. Sekarang aku mau tanya sama kamu. Apa ada yang bisa aku bantu?". tanya Sarah akhirnya karena Sarah bisa melihat raut wajah Lisa yang nampak tidak bahagia.


"Em.. Bantu apa? kamu pertanyaan nya aneh!". tukas Lisa menyangkal karena sebenarnya dia malu untuk menceritakan masalah rumah tangganya.


Sarah menghela nafas, dia mengerti ini bukan urusan nya dia juga seharusnya tidak perlu bertanya begitu. Hanya saja dia ingin memberikan bantuan yang memang sudah dia rencanakan sebelum bertemu dengan Lisa.


"Em... maaf Lis, maksudku aku...mau menawarkan pekerjaan untukmu?". ucap Sarah serius.


"Pekerjaan, pekerjaan apa?" tanya Lisa tertarik.


"Sebagai asisten rumah tangga. Em.. begini biar aku jelaskan yah!". Sarah menegakkan tubuhnya saat ingin menjelaskan dan Lisa mulai mendengarkan.


"Jadi begini aku punya saudara dari ayahku dia kakak sepupuku baru menikah dua bulan yang lalu terus dia harus pergi karena pekerjaannya, istrinya pun sama sibuk bekerja dan belum hamil jadi dia minta aku untuk carikan orang yang mau bekerja di rumah nya dan menginap." jelas Sarah panjang lebar.


"Tapi...!"


"Aku mengerti maksudmu, aku hanya menawarkan". kata Sarah tak bermaksud meminta Lisa untuk setuju.


Lisa berfikir sambil menggigit bibir bawahnya, "Memangnya dimana tempatnya?".


"Di Jakarta". singkat Sarah.


"Jakarta." ulang Lisa tengah berfikir.


"Aku mau sih Sar, sebenarnya aku memang sedang mencari pekerjaan apa saja dan yang paling penting boleh membawa anak-anak. Aku mau kok". jawab Lisa.


"Boleh kok anakmu di bawa sama suamimu juga boleh jadi kalian bisa bekerjasama". kata Sarah mimik wajahnya berubah serius.


"Ee... kalau tidak bawa suami tidak apa-apa?". tanya Lisa sedikit gugup.

__ADS_1


"Kenapa? apa suamimu sedang bekerja disini?". Lisa menggeleng.


"Lalu..!"


"Sebenarnya ini adalah masalah rumah tangga ku tak seharusnya aku bebankan padamu, namun karena aku butuh sandaran dan kamu datang di waktu yang tepat untuk aku percaya menceritakan masalah rumah tangga ku". tutur Lisa membuat Sarah penasaran.


"Ya ampun Lis kata-kata mu buat aku merinding. Tapi aku tidak akan memaksa kamu untuk cerita kok karena ini adalah masalah rumah tangga dan aku hanya orang luar tak berhak untuk ikut campur". kata Sarah memang benar.


Lisa mengulas senyum, "Tidak apa, mungkin ini jawaban dari Allah untukku untuk bisa keluar dari masalah ini melalui kehadiran mu."


"Aku memang tidak tau masalah mu, tetapi apapun keputusan mu aku akan ada di pihak mu dan akan selalu membantu mu justru aku menyesal baru sekarang aku mendatangi kamu dan kamu sedang dalam keadaan terpuruk mana bisa aku mengabaikan mu. Jika kamu sudah siap untuk bercerita maka aku pun siap untuk mendengarkan mu". ucap Sarah tersenyum tulus.


Lisa terharu sampai menitikkan air mata mendengar nya tak di sangka tidak lama bertemu tak membuat Sarah berubah dan melupakan nya dia masih sama seperti yang Lisa kenal dulu.


"Terimakasih Sarah, kamu memang sahabat terbaik aku, aku beruntung punya sahabat seperti mu". kata Lisa menggenggam tangan Sarah.


Sarah balas menggenggam, "Sama-sama kamu juga baik sama aku kalau bukan karena kamu tidak mungkin aku bisa menjadi sukses seperti sekarang ini". balas Sarah ikut menitikkan air mata.


20 tahun tidak bertemu tak membuat berubah persahabatan mereka justru di saat senggang keduanya terkadang saling merindukan dan kali ini Tuhan mempertemukan mereka secara tidak terduga.


"Iya aku mau, tolong kamu bantu aku supaya tidak ketahuan sama suami aku". kata Lisa.


"Beres itu urusan gampang". jawab Sarah mengacungkan jempolnya.


"Ngomong-ngomong apa kamu sudah menikah?". ya pertanyaan sedari awal bertemu yang baru ingat sekarang.


"Em... belum". jawab Sarah malu.


Sarah tersenyum simpul, "Tapi calon sudah punya?".


"Sudah, doakan aku yah aku juga mau menikah cape aku sendiri terus". sungut Sarah terlihat lucu.


"Em... aku yakin pernikahan mu akan lebih baik dariku dan kehidupan mu akan lebih baik segala-galanya dari ku".


"Aamiin.... terimakasih". kata Sarah tersenyum senang.


"Sama-sama".

__ADS_1


*****


"Terimakasih yah Sar, kamu udah buat anak-anak ku senang dan juga mengantarku pulang!". ucap Lisa pada Sarah.


"Sama-sama aku juga senang kok!". balas Sarah. Mereka sudah selesai bersenang-senang, lalu Sarah mengantar Lisa pulang dengan menggunakan mobilnya.


"Berapa lama kamu disini Sar?". tanya Lisa.


"Lima harian lah, nanti aku telfon kamu tunggu instruksi dariku". kata Sarah mengingatkan.


"Oke siap sekali lagi makasih Sar. Laras bilang Tante terimakasih ". ucap Lisa mengajar kan pada Laras untuk berucap terimakasih.


"Terimakasih Tante". ucap Laras dengan melambaikan tangan nya.


"Sama-sama sayang". jawab Sarah


"Ya udah aku pulang dulu ya!". lanjutnya kemudian mengendarai mobil nya.


"Hati-hati". kata Lisa sambil berteriak karena mobil mulai menjauh dan Sarah mengeluarkan jempol tangan nya tanda oke.


"Mah, teman mamah itu cantik yah, kalau aku besar nanti pengen kayak Tante itu bisa naik mobil juga". celoteh Laras dengan wajah riangnya.


"Iya dia cantik dan baik, kalah Laras sudah besar jadi lah orang yang berhati mulia dan berbaktilah pada orang tua serta sayangi adikmu. Yah!". nasehat Lisa pada Laras dengan penuh kasih sayang.


"Iya mah!" jawab Laras tersenyum ceria.


"Oh iya satu lagi, mamah punya satu permintaan sama Laras".


"Apa itu mah?".


"Laras tolong yah! jangan beri tahu ayah atau siapa pun kalau kita habis pergi sama Tante Sarah yah". peringat Lisa, karena biasanya Laras suka keceplosan.


"Emang kenapa mah?" tanya Laras malah penasaran


"Ya tidak apa-apa, mamah cuma tidak mau yang lain tau itu saja.". kata Lisa sambil menyentuh pundak Laras.


"Ya sudah ayo kita masuk,,". Lisa mengajak Laras masuk rumah.

__ADS_1


__ADS_2