Ikhlasku Dengan Takdirku

Ikhlasku Dengan Takdirku
Chapter 25


__ADS_3

Karena usaha Lisa untuk mencari pekerjaan tidak di bolehkan oleh suaminya lebih tepatnya sih ketauan alhasil Lisa tidak jadi bekerja kembali hanya berpangku tangan pada suaminya meminta sambil memelas seperti pengemis.


Dan dia harus bertahan demi anak-anaknya, saat ini dia hanya bisa berdoa semoga ujian ini bisa dia lewati seperti ujian-ujian sebelumnya.


Lisa sudah merasa tenang setelah tau penyebab rumah tangga nya rusak telah tiada namun kini menuai imbasnya pada keuangan nya yang benar-benar tidak stabil bahkan bisa dibilang lebih susah dari sebelumnya.


Bahkan Ari yang sebelumnya sangat rajin beribadah dan berdoa kini malah jadi kembali ke awal yang jarang beribadah dan terlalu santai pada kehidupan sehari-hari.


Jika kesempatan ini Ari sia-siakan maka Lisa berjanji tidak ada ampun bagi nya bahkan kini secara sembunyi-sembunyi Lisa mengumpulkan uang sedikit demi sedikit dari hasil berjualan online di ponselnya, meski hasilnya tidak seberapa namun lumayan jika dikumpulkan.


*****


Di suatu malam saat Lisa sedang berselancar di dunia maya, ada suatu artikel yang membuatnya tertarik yaitu artikel pekerjaan dimana di sana tertulis sebagai agen penerima untuk bekerja diluar kota sebagai pembantu atau baby sitter. Gajinya pun lumayan juga di beri fasilitas yang memadai.


Tapi Lisa juga mencari tau kebenaran tidak asal percaya begitu saja, dia mencari apakah agen itu resmi dan dapat di percaya dia telusuri terus hingga dia memutuskan untuk menyimpan nomor agen tersebut guna untuk waktu yang di butuhkan.


"Mas, kok kamu masih menganggur?, apa kamu masih belum mendapatkan pekerjaan?". tanya Lisa di suatu pagi saat menemani Ari sarapan ala kadarnya.


"Belum". jawab Ari singkat sambil mengunyah.


Lisa menghela nafas pelan, "Apa kamu masih ingat dengan kesempatan yang aku berikan mas?".


"Masih". menjawab dengan santai.


"Lalu...!".


"Lalu apa?". tanyanya menoleh Lisa dengan wajah bingung.


"Kamu tidak ingat mas?".


"Kamu tuh ngomong apa sih tidak jelas sekali, udah sana tuh anakmu di urusin aku lagi makan kamu jangan ganggu". ucap Ari begitu saja, tanpa memikirkan perkataan Lisa.


Lisa kecewa dengan jawaban Ari dia kira Ari serius dengan kesempatan yang dia berikan tapi rupanya dia meremehkan. Awas saja jika dia mengabaikan kesempatan ini.


*****


"Lisa... kamu Lisa kan?". panggil seorang wanita cantik menunjuk Lisa.

__ADS_1


"Iya aku Lisa, kamu siapa?". tanya Lisa tidak mengenali wanita di depannya.


"Ya ampun kamu lupa sama aku, aku Sarah teman masa kecil kamu sedih banget di lupain". kata temannya yang menyebut namanya sendiri dengan wajah di buat melas.


Lisa sambil mengingat di otaknya dan dia baru ingat kalau dia memang pernah akrab dengan seorang teman sebayanya di kampungnya saat kecil namun tidak bertahan lama karena temannya pindah rumah ke luar kota.


Wajah Sarah juga berubah semakin cantik badannya pun sangat bagus tinggi juga terurus.


"Iya aku ingat kamu Sarah yang cengeng itu kan". kata Lisa, ya dia ingat Sarah waktu kecil memang sangat cengeng.


"Ah kamu, sekarang aku tidak cengeng. Eh tapi ngomong-ngomong kamu mau kemana. Ini anak-anak kamu". tutur Sarah sambil menunjuk anak-anak Lisa yang sedari tadi memperhatikan.


"Iya ini anak-anak aku. Aku tadi mau ke warung eh kamu panggil ". jawab Lisa memang benar saat dirinya membawa anak-anak nya ke warung malah dari belakang ada yang memanggil.


"Wah... anak kamu cantik dan ganteng yah!". ucapnya sambil mengelus pipi Laras dan juga Saga.


"Siapa nama kamu sayang?". tanya Sarah pada Laras.


"Jawab nak, ini temen mamah". kata Lisa secara tidak langsung mengijinkan Laras menjawab.


"Laras wah nama yang cantik seperti orangnya dan ini siapa?". lanjutnya menunjuk Saga.


"Saga". jawab Laras.


"Oh.. Saga nama yang gagah segagah orangnya". tambah Sarah tersenyum.


"Oh iya dari pada kita berdiri disini mending cari tempat makan sambil ngobrol soalnya aku mau banyak ngomong-ngomong nih sama kamu". ungkap Sarah mengajak Lisa dan anak-anaknya pergi.


"Em... kemana?". tanya Lisa.


"Yang dekat saja sekitaran sini". jawab Sarah.


"Tapi... buat apa? tidak usahlah!". kata Lisa merasa tidak enak.


Tidak pernah bertemu, tapi Sarah seperti sudah kenal lama.


"Udah ayu!" Sarah malah menarik Laras otomatis Lisa pun mengikuti.

__ADS_1


Sarah memang gadis yang baik, dari dulu dia memang orangnya supel dan ramah, hanya Sarah yang mau berteman dengan Lisa kala itu karena keluarga Lisa dulu sangat lah miskin hingga menikah pun tak ada bedanya, sedang Sarah dia anak orang kaya hidup berkecukupan tapi herannya dia malah lebih nyaman berteman dengan Lisa ketimbang yang sederajat nya, alasannya karena mereka bermuka dua hanya Lisa yang tulus yang mau berteman dengan Sarah.


Maka dari itu saat dirinya di pertemukan secara tidak sengaja dengan Lisa dia senang sekali, baru kembali nya dia dari luar kota untuk menemui neneknya malah bertemu juga dengan teman masa kecilnya.


Sarah membawa Lisa serta anak-anaknya ke sebuah tempat makan nasi Padang kebetulan Sarah sedang lapar dan ingin makan jadilah mereka ke tempat itu.


"Ayo kamu mau pesan apa? pesan saja biar aku yang traktir". kata Sarah dengan senang nya.


"Beneran, aku makannya banyak loh!". ucap Lisa menyangkal.


"Tidak apa-apa kamu mau pesan sama warung nya sekalian juga nggak masalah ". balas Sarah dengan candanya.


"Kamu, ya sudah aku mau yang kamu pesan saja!". kata Lisa yang lebih memilih Sarah yang memesan.


"Ya sudah kamu tunggu di sana yah!". ucap Sarah menunjuk kursi di dekat jendela.


"Oke".


Lisa beserta anak-anaknya memilih untuk duduk dan menunggu, tak lama kemudian Sarah datang dan tak lama makanan nya pun datang.


"Silahkan kak!" kata pelayan ramah.


"Terimakasih".


"Banyak sekali Sar, aku jadi merepotkan mu". kata Lisa melihat makanan di depannya yang sangat menggiurkan.


"Ah.. tidak apa-apa, bagiku segini hanya sedikit makanlah biar anak-anak mu kenyang." kata Sarah jiwa royal nya memang dari dulu begitu tinggi tak memandang siapapun apalagi jika ini sahabat nya.


"Terimakasih Sarah". kata Lisa terharu.


"Jangan di pikirkan, makanlah ayo Laras ini ayam goreng nya". kata Sarah mengambil kan ayam goreng pada piring Laras.


"Terimakasih Tante" kata Laras senang.


"Sama-sama sayang ". jawab Sarah tersenyum tulus.


Mereka pun makan dengan hikmat dan lahap, Laras sangat senang bisa makan enak hari ini karena sebelumnya dia hanya bisa makan seadanya, ini adalah rezeki yang tak terduga untuk mereka. Lisa sangat bersyukur bisa bertemu dengan Sarah dan memakan makanan yang lezat.

__ADS_1


__ADS_2