
Malam hari tiba Laras sudah tertidur begitu juga dengan Lisa namun hanya matanya saja yang terpejam karena diapun sedang menunggu suaminya pulang.
Tak lama kemudian terdengar salam dan suara pintu diketuk dengan segera Lisa bangun untuk membuka pintunya karena sudah tau siapa yang datang dari suara deru mesin motornya.
Meski suaminya begitu tapi Lisa tetap menjalankan kewajibannya sebagai istri yang baik tapi matanya tidak mau menatap suaminya itu.
Setelah suaminya masuk dan Lisa menyiapkan semuanya tanpa sepatah katapun diapun segera pergi namun Ari sudah mencekal lengannya agar tidak pergi.
"Tunggu Lisa, aku ingin bicara denganmu." ucap Ari dengan menatap sendu.
"Bicara saja, tidak perlu menyentuhku." Lisa segera melepaskan cekalan tangan kekar itu tanpa berbalik.
"Lihat aku Lisa jangan membelakangi ku." kata Ari sedikit kecewa.
__ADS_1
Lisa menuruti dia membalikkan badannya namun pandangannya menunduk.
"Lisa lihat aku jangan menunduk seperti itu." kata Ari lagi seolah tidak puas.
"Cepat bicara mas atau aku akan pergi." ancamnya dengan suara yang bergetar karena jika dia melihat suaminya maka rasa sakitnya akan semakin bertambah.
"Baiklah!" Ari kemudian pasrah.
"Lis, kenapa kamu berjualan keliling tidak bilang padaku dan membawa Laras juga apa kamu tidak kasian dengannya yang ikut kepanasan." ujarnya dengan kecewa karena Lisa tidak memberitahukannya dulu.
"Tapi kenapa kamu lakukan ini?"
"Untuk bertahan hidup dari segala kemungkinan yang ada, " ucap Lisa kini berani menatap wajah Ari matanya berubah menjadi merah sembab.
__ADS_1
"Kamu tau mas, aku tidak mau terlalu berharap pada lelaki lemah yang tidak berani mengambil tindakan atas kesalahannya sendiri." tambahnya lagi air mata kini sudah membasahi pipinya.
Lisa menangis tersedu dia tak sanggup membayangkan kehancuran rumah tangganya yang sudah bertahan sejauh ini hanya karena orang ketiga dan suaminya yang lemah itu.
Ari yang melihat Lisa menangis segera merengkuhnya dan Lisa tidak menolak karena sejujurnya dia membutuhkan itu.
Diusapnya kepala Lisa dan dicium pucuk kepalanya, Ari pun sama dia ikut menangis melihat istrinya menangis seperti itu sungguh sebenarnya dia tidak tega tapi apa daya untuk saat ini dia tidak bisa melakukan apa-apa.
"Maafkan aku sayang, aku memang suami yang bodoh. Duduklah akan kuceritakan dengan jujur tentang semua ini tapi ku mohon kuatkan hatimu karena aku tidak mau ada yang disembunyikan."
Perlahan Ari melepaskan pelukannya dan mengusap air mata Lisa lalu menuntun Lisa untuk duduk meski sakit Lisa juga ingin tau awal mula suaminya berselingkuh.
Setelah duduk Ari menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutupi bahwa mereka awalnya saling suka dan selalu bersama seiring berjalannya waktu setanpun mengikuti jejak mereka hingga mereka salah kaprah dan melakukan hubungan terlarang itu hingga kini si wanita menuntut lebih padanya dan bahkan kini lebih parah untuk memiliki Ari wanita itu bahkan mengancam akan memenjarakan istrinya karena pencemaran nama baik.
__ADS_1
Mendengar semua penuturan suaminya Lisa berusaha menahan sesak didada pada kenyataannya memang mereka semua bersalah dan yang paling membuatnya tidak terima adalah kenapa sampai harus berhubungan yang seharusnya tubuh suaminya miliknya seutuhnya kini harus dicicipi oleh wanita lain.
Setelah menceritakan semuanya ada rasa lega didalam hati Ari karena sudah berhasil menumpahkan kegelisahannya selama ini karena dia pun mulai merasakan akibat dari perbuatannya itu.