Ikhlasku Dengan Takdirku

Ikhlasku Dengan Takdirku
chapter 11


__ADS_3

Lisa keluar bersama Laras setelah adu perdebatan yang tidak masuk akal, pasalnya Ari seperti menuduhnya yang tidak-tidak dengan Ilham tapi Lisa tidak peduli karena dia bukan wanita seperti itu.


Tanpa melihat keberadaan Ilham yang sedang push ap Lisa terus mengekori Laras kemanapun anak itu pergi karena sedang aktif-aktifnya anak berusia 2 tahun setengah itu.


Lalu tiba-tiba ada tiga orang perempuan yang sudah dewasa tapi belum menikah mendekati Ilham dan menggodanya.


"Wah bang Ilham rajin banget yah olahraganya." ucap salah satu perempuan dengan genitnya menatap tubuh polos Ilham yang seksi diikuti dengan kedua temannya yang juga menatapnya.


"Iya bang, seneng banget saya lihatnya!"


"Setiap hari aja bang Ilham olahraganya biar mata yang sepet ini langsung jreng.!".


Ilham yang mendengar ketiga perempuan berceloteh itu segera bangun dari push ap nya dan dia tersenyum kepada mereka. Lalu pandangannya tertuju pada Lisa yang sedang menyuapi Laras sambil sesekali melamun.


Entah mengapa setiap melihat Lisa jantungnya selalu berdetak dan dia seperti tidak peduli bahwa Lisa adalah seorang istri, terbersit lah sebuah ide untuk dapat menarik perhatian Lisa karena Lisa duduk tidak jauh darinya.

__ADS_1


"Kalau libur saya selalu menyempatkan diri untuk berolah raga supaya badan tetep sehat." ucap Ilham pada ketiga perempuan itu tapi pandangannya ke arah Lisa yang sama sekali tidak merespon.


"Pantes badannya bagus pasti kekar, yang jadi pacar atau istrinya beruntung banget." ucap salah satu dari mereka tersenyum genit dan matanya tertuju pada tubuh Ilham.


Ilham tersenyum manis sehingga membuat para perempuan itu meleleh melihatnya.


"Kebetulan aku seorang duda dan belum mempunyai pengganti." ujar Ilham seketika membuat para perempuan itu bersorak kegirangan.


Dan teriakan itu berhasil menarik perhatian Lisa sehingga menoleh ke arah asal suara begitupun juga Ari yang baru saja keluar dari rumah dengan sudah rapih.


"Jangankan kalian, wanita bersuami pun boleh jika mau denganku." ceplosnya asal seketika Ari yang mendengarnya langsung menatap Ilham.


"Kok wanita yang bersuami boleh bang Ilham, nanti kalau suaminya marah gimana?" tanya perempuan yang sedikit gembul itu menatap heran pada Ilham.


Ilham yang ditanya seperti itu kemudian memandang Ari dengan tatapan menyindir.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, jika suaminya berselingkuh atau tidak menafkahi dengan layak, tidak bertanggung jawab dan menyakiti perasaan istrinya. Aku tidak masalah jika harus berhadapan dengan lelaki macam itu." tuturnya memandang Ari lekat.


Ari tentu saja merasa tersindir dengan ucapan Ilham yang seolah sengaja menyinggungnya. Sedangkan Lisa menatap Ari dan Ilham bergantian, kenapa Ilham berkata seperti itu dan seperti menyinggung suaminya.


Apakah Ilham tau masalah yang tengah mereka hadapi lantaran jarak rumah mereka yang begitu dekat hanya tembok penghalangnya.


"Oh... begitu yah bang! Abang termasuk pebinor yah! uppss...!" perempuan itu laangsung membekap mulutnya sendiri karena sudah berbicara asal.


Kedua temannya hanya menyenggol bahunya merasa tidak enak.


Ilham tersenyum menanggapi mereka, sebenarnya Ilham bukan tipe pria seperti itu tapi Melihat Ari emosinya tiba-tiba saja memuncak dan dia berniat ingin mengerjainya.


"Ya bisa jadi, seperti yang sudah aku katakan tadi jika suaminya tidak becus dalam hal rumah tangga serta menelantarkan anak dan istrinya maka tidak segan-segan aku akan merebutnya." ucapnya penuh penekanan dan terlihat serius.


Ari membelalakkan matanya mendengar ungkapan tetangganya, apakah dia serius? jika iya maka Ari tidak akan membiarkan hal itu terjadi.

__ADS_1


__ADS_2