Ikhlasku Dengan Takdirku

Ikhlasku Dengan Takdirku
Chapter 20


__ADS_3

Lisa dan Ari membawa serta Laras pergi mengunjungi makam para ulama untuk berziarah mendoakan mereka juga meminta kepada sang maha kuasa untuk mendapatkan jalan keluar terbaik masalah yang mereka hadapi.


Mereka sangat serius dan hidmat dalam melakukan nya segala doa mereka ikuti dari sang pembaca doa, bukan hanya ada mereka saja tapi banyak orang yang juga ikut berziarah dari mana saja, karena penziarahan ini merupakan tempat umum jadi siapa saja boleh datang kesini.


Beberapa jam kemudian, Lisa dan Ari keluar menandakan mereka sudah selesai, kini mereka duduk sebentar sambil menikmati suasana taman di tempat itu.


"Bagaimana Lisa? apa kamu merasa tenang?." tanya Ari menatap teduh istrinya.


"Untuk saat ini aku belum merasakannya, entah besok atau nanti." jawab Lisa seadanya.


"Aku harap setelah ini, kehidupan kita bisa berubah mas, berubah menjadi lebih baik bersama dengan anak-anak kita." sambung Lisa penuh harap sambil mengelus perut besar nya.


"Aku akan berusaha mulai sekarang, maafkan aku belum bisa menjadi suami yang baik untuk mu." ucap Ari menunduk sedih.


Lalu mereka terdiam lagi, entah kini yang dipikiran Lisa adalah jika suaminya berulah lagi dan tidak berusaha membahagiakan anak istrinya maka dia akan mencoba memberi pelajaran berharga untuk suaminya yaitu dia akan pergi membawa serta anak-anaknya menjauh dari nya.


"Ya sudah lebih baik kita pulang, kasian Laras." ajak Lisa dari pada berdiam diri lebih baik pulang kan.


"Ya sudah kita pulang saja."


Mereka pun memutuskan untuk pulang tak ada mampir ke suatu tempat atau sekedar berbelanja karena mereka tidak berniat untuk itu selain untuk berziarah lagi pula mereka tidak cukup uang untuk semua itu.


*****


Kembali ke rumah orang tua Ari seperti biasa Lisa selalu melakukan tugasnya sebagai ibu rumah tangga, perutnya yang membesar yang sudah memasuki trimester ke tiga mengharuskan dirinya untuk banyak bergerak agar dapat melahirkan dengan mudah dan lancar.

__ADS_1


Meski Lisa sudah di tetapkan untuk lahir dengan cara secar tetap saja dia tak boleh bermalas-malasan di rumah mertua.


"Mas, besok kita sudah harus ke rumah sakit aku sudah menyiapkan apa saja yang harus di bawa, tapi... bagaimana dengan Laras?." tanya Lisa di sela senggang nya bersama Ari.


"Kita titipkan saja di rumah orang tuamu." kata Ari setelah berfikir sesaat.


"Di rumah orang tuaku, memangnya kalau di sini kenapa?." tanya Lisa heran.


"Tidak apa-apa aku hanya lebih percaya jika Laras di sana." jawab Ari.


"Baiklah jika itu mau kamu, aku akan membereskan pakaiannya dulu." kata Lisa lalu menyiapkan pakaian Laras untuk di bawa ke rumah orangtuanya tidak banyak hanya beberapa dan juga beberapa uang untuk keperluan jajannya.


Tak lama kemudian Laras datang sehabis main dia biasa selalu bercerita jika pulang bermain, ada saja yang dibicarakan Laras karena anak itu tergolong anak yang ceria juga cerewet jika sudah nangis atau marah sangat mengesalkan namun membuat tertawa.


"Laras sini nak, mamah mau ngomong?". ucap Lisa menarik tangan Laras dan mendudukkannya di pangkuannya.


"Sebentar lagi ade Laras akan lahir ke dunia, besok mamah dan ayah mau ke rumah sakit. Laras mamah titipin ke rumah emak yah!". ucap Lisa yang di sebut emak adalah neneknya orang tua Lisa.


"Mamah mau lahiran ke rumah sakit." ulang Laras dengan suara cempreng nya.


"Iya sayang, nanti Laras di sana jangan suka nangis yah!" tambah Ari dengan tersenyum hangat.


"Laras mau ikut mama sama ayah aja!." ucap Laras ujung matanya terlihat berkaca-kaca.


"Laras, di rumah sakit tidak memperbolehkan anak kecil masuk apalagi mamah itu mau di suntik sakit nak. Laras mau di suntik." ucap Lisa mencoba merayu Laras.

__ADS_1


"Ihh ga mau takut." Laras pun jadi takut.


"Nah mangkanya itu Laras tidak boleh ikut. Laras sama nenek saja yah!"


"Iya mah!." akhirnya Laras mau juga di bujuk meski tidak tau yang akan terjadi nanti karena biasanya pikiran anak kecil itu random bisa berubah-ubah.


*****


Esok pun telah datang, Lisa dan Ari sudah bersiap untuk ke rumah sakit tapi sebelumnya mereka harus mengantar Laras terlebih dahulu.


"Bu, doakan aku semoga lahirannya lancar." ucap Lisa pada ibu mertua nya sebelum pamit.


"Iya ibu doakan mudah-mudahan semuanya berjalan dengan lancar dan keduanya selamat dan sehat." ucap mertuanya mendoakan yang terbaik untuk anaknya.


"Bu, sekarang aku dan Lisa pergi dulu."


"Iya hati-hati." jawab ibu mertua.


Kini setelah berpamitan mereka pun pergi ke rumah orang tua Lisa sebelum ke rumah sakit untuk mengantar Laras.


Sesampainya di sana, mereka di sambut hangat oleh keluarga Lisa, karena hanya mengantar Laras mereka langsung pergi ke rumah sakit.


Awalnya Laras tidak mau di tinggal namun setelah di bujuk halus oleh nenek dan keponakan Lisa akhirnya Laras mau di tinggal Lisa dan Ari tanpa menangis lagi maklum Laras masih berusia 2 tahun masih belum mengerti dengan apa yang terjadi.


Lisa dan Ari pun melanjutkan perjalanan mereka ke rumah sakit besar yang ada di kota itu sesuai dengan rujukan sebelumnya.

__ADS_1


Sampailah mereka di sana dan segera di tangani setelah lama mengantri. Dokter sudah mendiagnosa bahwa kandungan Lisa tidak normal banyak diagnosanya seperti posisi bayi yang melintang, jalan lahir yang tertutup oleh ari-ari juga Lisa yang menderita anemia jadi sesar adalah jalan satu-satunya agar anak kedua nya bisa lahir dengan selamat.


__ADS_2